JALAN  MENUJU  AKAR  PEMIKIRAN  KEHIDUPAN
Perjalanan sebagai Pendekon-Kompatiologi...


Ditulis oleh: Liong Vincent Christian / Vincent Liong.
Tempat, Hari & Tanggal: Jakarta, Rabu, 12 September
2007
(note: Vincent Liong adalah founder of Kompatiologi.)

Ingin ikut dalam diskusi? Klik e-link:
http://groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/2572

http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/22536


Balasan atas email ini harap di Cc ke email:
<[EMAIL PROTECTED]> agar bisa secepatnya saya
baca. Untuk informasi hubungi Vincent Liong
per-telepon: 021-70006775, 021-98806892, 08881333410.




PENDAHULUAN

Pendekon (Pen-Dekonstruksi) adalah sebutan bagi
pengajar ilmu Kompatiologi. Ada dua macam tipe
pendekon kompatiologi: 
* Pendekon-Tandem yang sekedar sebagai asisten
membantu pendekon independent dalam melakukan tugasnya
menjual jasa dekon-kompatiologi kepada ’terdekon’
(murid atau peserta dekon-kompatiologi) tanpa
mendapatkan imbalan dan penggantian biaya akomodasi
(transport dan uang makan). 
* Pendekon-Independent yang menjual jasa
dekon-kompatiologi dan bertanggungjawab pada program
tsb. 

Fenomena yang menarik pada akhir-akhir ini adalah
pertambahan jumlah pendekon-tandem yang amat pesat,
dengan jumlah pendekon independent yang hampir tidak
berubah dalam beberapa bulan terakhir, dan jumlah
terdekon yang menurun karena adanya banyak gangguan;
dari konflik dan konspirasi untuk menggulingkan
kompatiologi. Kadang-kadang untuk mendekon seorang
terdekon saja bisa datang antara lima sampai sepuluh
sukarelawan pendekon-tandem yang bekerja tanpa
mendapat upah atau penggantian biaya akomodasi, malah
ada yang secara khusus menelepon pendekon
independentnya untuk bertanya;“Kapan ada dekon lagi?
Sudah rindu jadi pendekon-tandem.“

Bayangkanlah... Seorang pendekon tandem rela naik taxi
dari rumahnya ke mall tempat dilakukan
dekon-kompatiologi, rela membayar biaya makannya
sendiri dalam tiap acara dekon tsb, tidak kenal pula
siapa terdekon yang datang pada hari tsb; ini semua
dilakukan dengan inisiatif sendiri tanpa meminta uang
pengganti pengeluaran-pengeluaran tsb, banyak yang
bekerja sebagai karyawan bolos kantor, ambil cuti,
pura-pura sakit, atau men-cancel segala kegiatannya
hanya untuk datang ke acara dekon. Mulai dari yang
tinggal di Jakarta, sampai yang tinggal dan bekerja di
Bandung ;secara rutin pergi-pulang ke Jakarta sekedar
untuk menjadi pendekon-tandem dengan biaya sendiri.
Malah ada yang cukup ekstrim sampai secara rutin
setiap minggu menginap tiga hari di rumah Vincent
Liong untuk menjadi pendekon dan menemani Vincent
Liong jalan-jalan. 

Tidak sedikit yang kalau ditanya, telah menjadi
pendekon tandem sebanyak sepuluh sampai duapuluh kali
dan tidak memulai menjadi pendekon independent yang
dapat mencari nafkah dari kegiatan dekon kompatiologi
yang biasanya dihargai antara Rp.300.000,- sampai
Rp.500.000,- per peserta tanpa harus menyetor uang
franchise ke pendiri kompatiologi Vincent Liong. Meski
Vincent Liong menawarkan secara gratis solusi yang
lebih murah bahkan bisa menghasilkan nafkah tambahan
dengan menjadi pendekon, kok malah ngotot mau jadi
pendekon-tandem saja.

Apa sich yang terjadi dengan mereka sehingga mereka
tergila-gila untuk menjadi pendekon-tandem (asisten
dari pendekon independent yang tidak mendapatkan gaji
yang biaya pengganti akomodasi) ?



PERJALANAN  KERJA  PENDEKON  TANDEM

Pendekon-Tandem memulai perjalanannya dengan datang
tepat waktu di foodcourt di sebuah mall, dimana
pendekon-independent dan kliennya telah menunggu. Baik
pendekon independent dan pendekon tandem diwajibkan
untuk datang tepat waktu. 

Setelah semua ‘peserta’ telah datang (terdekon,
pendekon-independent dan pendekon-tandem), biasanya
pendekon-independent dan pendekon-tandem pergi ke
supermarket untuk berbelanja minuman yang dibutuhkan
untuk acara dekon hari tsb, termasuk membeli gelas
kosong plastik untuk satu kali pakai dan sedotan.
Sesampainya di lorong bagian minuman di supermarket
terdekat, pendekon-ndependent selaku penanggungjawab
memberikan instruksi singkat sbb: 
“Pilih minuman yang dibutuhkan sesuai dengan
karakteristik individu terdekon. Hindari minuman yang:
bersoda, beralkohol, berkafein tinggi (kecuali kopi)
dan susu. Cara memilihnya, lihat minuman yang ada di
rak minuman, pilih dan ambil yang menurut feeling anda
diperlukan, jangan dilogikalan atau diteorikan. Pilih
sejumlah yang menurut feeling anda mencukupi untuk
digunakan sebagai sirkuit untuk mendekon si terdekon,
biasanya antara 10 sampai 20 macam minuman. Saat
memilih bila menurut anda kurang lengkap jumlah
karakteristik miniman (jenis minuman) maka anda bisa
tambah, tetapi bila cukup maka jangan ditambah lagi.
Selamat memilih bahan minuman untuk membuat sirkuit
yang digunakan dalam dekon.“


Biasanya pendekon-independent lalu meninggalkan para
pendekon-tandem tsb dengan berjalan ke rak lain di
supermarket tsb, agar secara leluasa bisa memilih
bahan-bahan yang dibutuhkan tanpa perasaan minder
terhadap pendekon-independent. Setelah selesai maka
pendekon-independent melihat minuman-minuman yang
dipilih dan meminta pendekon-tandem mengganti dengan
minuman yang lain bila dianggap beresiko terhadap
tubuh fisik peserta dekon. Pendekon-independent juga
menentukan berapa jumlah botol minuman untuk setiap
jenis minuman yang dipilih berdasarkan perkiraan
berapa jumlah ’peserta’ (terdekon,
pendekon-independent dan pendekon-tandem) yang ikut di
hari tsb.  

Yang menarik dalam tahap ini adalah ada suatu hukum
keseimbangan (yin-yang) yang cukup bersifat pasti yang
berlaku dalam hukum keseimbangan pada pemilihan dan
penyusunan sirkuit berbagai jenis minuman dalam sebuah
acara dekon-kompatiologi. Contoh: Ketika ’tadi siang’
(Selasa, 11 September 2007) saya memimpin sebuah acara
dekon, saya sempat menegur Rudianto salahsatu
pendekon-tandem yang terlibat memilih jenis minuman
yang akan digunakan dengan mengatakan;“Mengapa jenis
minuman X yang digunakan adalah yang rasa orange,
bukanlah kebih tepat menggunakan yang rasa lemon“
Dalam dekon memang tidak ada ilmu pasti yang
menjelaskan jenis minuman apa yang harus dipilih sebab
tiap manusia mempunyai ilmu yang lebih canggih dan
tepat yaitu felling yang ada hukum keseimbangannya
yang bersifat pasti. Lalu Rudianto menjawab; “Awalnya
saya memilih yang berwarna kuning (lemon) tetapi
karena sudah banyak botol yang berwarna kuning jadi
logika saya akhirnya memilih yang orange.“ Lalu saya
menjawab;“Saya tidak mengatakan bahwa semua rasa harus
lengkap tetapi pilih yang perlu saja, kadang-kadang
tidak selalu lengkap dan seimbang jumlah minuman yang
dominant manis, asam, asin dan pahit. Ini tergantung
karakteristik terdekon hari ini yang anda baca dengan
feeling anda.“ Lalu Rudianto kembali mengganti botol
minuman X yang rasa orange ke yang rasa lemon yang
adalah sesuai feeling-nya. Hal ini bukan terbaca
karena saya sakti, hal ini berlanjut ke proses
penyusunan sirkuit botol ketika sekembalinya ke meja
makan di foodcourt, saat dimulainya dekon-kompatiologi
dengan minuman botol; saya menyuruh para
pendekon-tandem untuk bekerjasama menyusun sirkuit
posisi botol di atas sebuah baki berbentuk persegi
panjang. Yang menarik adalah selalu ada kesepakatan
diam-diam yang abstrak sulit dijelaskan; tetapi bila
salahsatu pendekon-tandem menyusun sirkuit tidak
sesuai dengan pola terdekon yang terbaca oleh
feelingnya maka pendekon-tandem yang lain akan merasa
ada yang salah dan berkomentar, lalu membuat suatu
koreksi sambil didiskusikan dengan pendekon-tandem
yang tercampuraduk logika formal dan felling tsb. 

Kesepakatan diam-diam itu bersifat absolut seperti
kalau ada sekumpulan orang meminum segelas kopi dari
gelas yang sama, pada kenyataannya rasa kopi yang
dialami oleh tiap orang adalah sama tetapi cara
menceritakan rasa tsb selalu bersifat individual. Maka
dari itu permasalahan dari proses penulisan teori
(pencatatan atas pengalaman) adalah: Pembaca tidak
mampu mengalami rasa yang sama dengan pengalaman tsb;
Karena yang bisa ditulis adalah sudutpandang akan rasa
yang bersifat individual, yang ketika dibaca ulang
akan menghasilkan perkiraan akan rasa yang hasilnya
berbeda dari rasa yang dialami si pelaku.


Dekon-kompatiologi dengan menggunakan minuman botol,
lalu berjalan seperti prosedur biasa dengan urutan:

1* Memetakan (Pengelompokan/klasifikasi jenis dan rasa
minuman / menyusun sirkuit di atas baki)

2* Mengenal
2.1* Merasakan masing-masing minuman dengan urutan
tertentu.
2.2* Mendeskripsikan karakterisitk data (rasa dan
efek) yang timbul setelah minum, setiap selesai
meminum sample masing-masing minuman. 
> Ini dilakukan satu putaran saja.    

3* Menerima
3.1* Melakukan kombinasi beberapa minuman dengan
komposisi bebas.
3.2* Menprediksi karakterstik (rasa & efek yang
mungkin timbul setelah campuran tersebut di minum),
prediksi dilakukan sebelum merasakan minuman hasil
campuran tersebut.
3.3* Setelah minum hasil campuran dan merasakannya
maka mendeskripsikan efek dan rasa yang timbul.
3.4* Membandingkan hasil prediksi sebelum dengan fakta
sesudah minum.
> Ini dilakukan dua putaran.    

4* Menciptakan
4.1* Membuat perencanaan efek dan rasa apa yang
diharapkan muncul dengan tanpa diketahui oleh peserta
lain ditulis di handphone masing-masing.
4.2* Membuat campuran minuman dengan bebas disesuaikan
dengan harapan tersebut tanpa melihat ingredients
masing-masing minuman.
4.3* Campuran minuman dibagikan dan di minum oleh
masing-masing peserta.
4.4* Membuat deskripsi efek dan rasa yang dirasakan.
4.5* Membuat perbandingan antara harapan dan fakta.
4.6* Membuat kesimpulan.
> Ini dilakukan satu putaran saja.    


Hukum keseimbangan (yin-yang) yang cukup bersifat
pasti ini tidak hanya sampai pada tahap pemilihan
jenis minuman dan penyusunan sirkuit minuman tsb.
Biasanya sejak awal dekon-kompatiologi pendekon-tandem
sudah mulai mendiskusikan perkiraan grafik pola
pergerakan mental terdekon selama proses
dekon-kompatiologi tsb secara cukup tepat. Sebagai
ilmu yang tekhnis-mekanistik dan bukan sekedar
mengkultuskan atau manut pada guru yang ditinggikan;
proses kompatiologi memungkinkan terjadinya pergerakan
grafik perubahan kondisi mental terdekon dan pendekon
selama acara dekon-kompatiologi yang tidak dibatasi
oleh rasa takut terhadap kekuasaan guru. 



PENUTUP

Oleh karena itu dekon-kompatiologi yang selama ini
dibahas oleh berbagai penulis kitab kompatiologi
hanyalah setengah bagian dari ilmu kompatiologi.
Pengalaman sebagai terdekon di acara
dekon-kompatiologi membuat orang mampu membaca dan
memetakan data. Tetapi lebih jauh lagi, pengalaman
sebagai pendekon-tandem maupun pendekon-independent
membuat orang mampu menguasai secara sadar dan cukup
pasti hukum keseimbangan (yin-yang) yang secara
alamiah sudah ada di setiap makhluk hidup sehingga
secara tekhnis-mekanistik mampu menyetir dan
memanipulasi (bukan dengan menanamkan sugesti)
hubungan sebab-akibat yang ada di alam sekitarnya
sebagai hukum yang alamiah. 


Mainan ini mainan yang tidak berkesudahan, seorang
pendekon menghadapi terdekon seperti seorang penggemar
permainan logika matematika (bukan matematika yang
hanya mengerjakan soal berhitung ala pertukangan saja
yang bisa digantikan oleh kalkulator) yang tidak ada
habisnya mengubah hukum sebab-akibat alamiah yang
bersifat pasti, dalam sebuah rumus yang satu yang bisa
bertransformasi menjadi rumus yang lain. 

Memang seorang pendekon berlatih pada susunan jenis
minuman dan para individu terdekon; Tetapi permainan
logika matematika sesungguhnya adalah asosiasi lain
dari permainan rumus minuman dan eksperimen terhadap
terdekon, yang menciptakan rumus-rumus bentuk lain,
sesuai kebutuhan pada sutuasi dan kondisi yang
costumize, sesuai kebutuhan sehari-hari (lingkungan
kerja, pergaulan dan keluarga) masing-masing individu
pendekon sendiri. 

Kapan saja, dimana saja, apa saja bentuknya ; data
dalam konteks yang satu bisa diasosiasikan ke konteks
yang lain. Tidak ada ilmu yang bisa dipatentkan, hanya
 
bentuk rumus yang satu yang bisa bertransformasi ke
bentuk rumus yang lain. Sebab ilmu apapun hanyalah
sebuah posisi terhadap posisi yang lain.


Ttd,
Vincent Liong
Jakarta, Rabu, 12 September 2007 (03.00 WIB dini hari)



Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com 


Dapatkan informasi kesehatan gratis
Mailing List Dokter Indonesia
http://www.mldi.or.id 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/dokter/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/dokter/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke