Kompatiologi dan Grounded Theory
Ditulis oleh: Liong Vincent Christian / Vincent Liong. Tempat, hari & tanggal: Jakarta, Senin 17 September 2007. Ingin bergabung dalam diskusi? Klik aja e-link: http://groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/2595 http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/22573 Balasan atas tulisan ini harap di Cc ke email: <[EMAIL PROTECTED]> . Sekitar setengah tahun yang lalu Cornelia Istiani penanggungjawab penelitian kompatiologi yang berbackground Matematika dan Psikometri sempat mau meneliti kompatiologi dengan pendekatan penelitian kwantitatif, lalu tiba-tiba berubah arah ingin menelitinya dengan Grounded Theory. Mengapa kompatiologi tidak bisa diteliti dengan metode ilmiah yang umum seperti misalnya kwantitatif dan kwantitatif yang umum, lalu harus dengan dan Grounded Theory yang bersifat agak kwalitatif tetapi masih menjadi persengketaan apakah ini pendekatan penelitian kwalitatif atau model baru Kita perlu membahas dulu apa perbedaan antara kwantitatif dan kwalitatif, baru memudian kita membahas Grounded Theory. METODE PENELITIAN KWANTITATIF DAN KWALITATIF Kalau kita membahas metode penelitian ilmiah dengan metode KWANTITATIF maka ada urutan tahapan penelitian sbb: 1*Memformulasikan permasalahan yang akan diteliti. 2* Membuat konsep disain penelitian. 3*Membuat instrumen untuk mengumpulkan data. 4*Memilih / menentukan sample. 5*Menulis proposal penelitian. 6*Mengumpulkan data. 7*Memproses data. 8*Menulis laporan penelitian. Proses ini memiliki informasi yang pasti; mulai dari memformulasikan permasalahan sampai menulis laporan penelitian dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk setiap tahapan penelitian ; semua sudah bisa dikonsepkan sejak awal sebelum penelitian dimulai. Seorang peneliti kwantitative bisa membuat banyak sekali penelitian dalam seumur hidupnya, penelitian ini membutuhkan peneliti yang benar-benar mengerti aturan birokrasi tentang metodologi semacam apa yang berlaku dan hasil apa yang diharapkan. Jadi kerja peneliti sama seperti kerja tukang atau robot yang sekedar mengikuti prosedur yang berlaku sesuai aturan yang sudah dibakukan. Lain lagi pada penelitian ilmiah dengan metode KWALITATIF yang umum. Pada metode kwalitatif yang umum, yang dipastikan sejak awal sebelum penelitian hanya tahapan penelitian: 1*Memformulasikan permasalahan yang akan diteliti. dan 8*Menulis laporan penelitian. Tahap lainnya (tahap 2-7) bisa disesuaikan sendiri oleh penelitinya, tergantung pada subject atau object yang diamati. Sama seperti metode kwantitatif, penelitian kwalitatif yang umum juga berpedoman pada teori yang sudah ada di buku literature, hanya prosedural dalam melaksanakannya-nya lebih bebas daripada penelitian kwantitatif. Penelitian baik bersifat kwantitatif maupun kwalitatif memiliki tujuannya masing-masing: Kwantitatif bertujuan untuk membuat kesimpulan yang berlaku umum. Kwalitatif secara umum bertujuan untuk membuat kesimpulan yang berlaku spesifik. Keduanya memiliki persamaan yaitu bertujuan mengakhiri penelitian dengan kesimpulan. KOMPATIOLOGI DAN GROUNDED THEORY Bagaimana dengan Kompatiologi yang menurut Cornelia Istiani lebih mirip dengan Grounded Theory? Pada Grounded Theory masalah, teori dan eksperimen diformulasikan secara berkala, tergantung pada jumlah data yang terkumpul. Penelitian dengan metode Grounded Theory tidak memiliki kepastian tentang jumlah waktu yang dibutuhkan, arah perkembangan teori di masa yang akan datang, bahkan tujuan akhir dari penelitian itu sendiri tidak diketahui. Seperti metode penelitian Grounded Theory, yang ada pada seorang peneliti dengan kompatiologi hanyalah semangat, konsistensi yang tinggi, tidak perlu orang pintar. Peneliti tidak mengharapkan penelitiannya berakhir dengan kesimpulan yang dibakukan. Penelitian dijalankan seumur hidup si peneliti, kalau belum selesai maka dilanjutkan oleh penerus yang biasanya murid pewaris si peneliti, inipun bisa berlangsung sekian turunan. Penelitian kompatiologi yang mirip dengan metode Grounded Theory itu seperti seorang nabi dengan kitab sucinya. Anda tidak akan memahami ilmu hanya dengan membaca salahsatu tulisan atau karya warisan si peneliti, atau membaca definisi seperti yang dilakukan ilmu kwalitatif dan kwantitatife yang begitu terobsesi untuk mengakhiri penelitian dan memberi kesimpulan atau definisi akhir yang berlaku mutlak pada penelitiannya. Kalau anda mau memahami ilmu yang dibuat dengan penelitian dengan metode Grounded Theory maka anda harus mengikuti perkembangan penelitian si peneliti seumur hidup atau membaca riwayat karya si peneliti mulai dari awal perjalanan kariernya hingga update terakhir, atau minimal membaca riwayatnya dua sampai tiga tahun terakhir. Grounded Theory lebih mirip dengan pencarian jatidiri bagi tiap penelitinya sendiri. Dalam Grounded Theory karena bersifat seperti pencarian jatidiri, maka tidak ada jarak antara peneliti dan yang diteliti. Bahkan pihak yang diteliti turut menjadi peneliti. Jadi peran pemimpin penelitian hanyalah sebagai pengumpul data dari masing-masing pengguna yang menjalankan budaya pencarian seperti mencari jati diri, yang berlangsung seumur hidup yang dilaporkan kembali ke pemimpin penelitian atau dibicarakan antar pengguna untuk dimanfaatkan data perkembangan terbarunya bersama dengan pengguna yang lain. Dalam kompatiologi penelitian tidak dimulai dengan mencari jawaban akan apa yang sekarang disebut sebagai kompatiologi. Awalnya Vincent Liong hanya menuliskan hasratnya untuk mencari diri sendiri dalam buku Berlindung di Bawah Payung (Grasindo:2001) yang bersifat pengamatan objective terhadap apa yang ada di luar diri Vincent, lalu berlanjut ke buku Menjadi Diri Sendiri (Sydney 2002) yang bersifat pengalaman diri sendiri yang dibahas secara subjective, ketika sekolah setingkat SMU di Sydney Australia. Lalu menulis kumpulan tulisan yang diberi judul Saat Kiamat dalam ruang Individu (Jakarta, 2003) yang lebih mencari pengertian-pengertian ke dalam diri sendiri. Sempat tidak naik kelas lalu pindah profesi sebagai guru kundalini sekaligus anak Indigo di ranah metafisika (Jakarta, Juni 2004). Lalu berbalik lagi, berhenti mengajar kundalini menjadi anti metafisika dan sok ilmiah dengan memulai eksperimen dengan manusia, untuk mencari pola-pola yang saat ini disebut kompatiologi (mulai Januari 2005). Itu berjalan selama 1 ½ tahun hingga pertengahan tahun 2006 ketika mulai mempersiapkan penulis-penulis kitab kompatiologi yang suka membahas bentuk eksternal, prilaku pasca-dekon dari pengguna kompatiologi, yang berambisi menjadikan kompatiologi seperti ilmu sekolahan. Hingga akhirnya melihat bahwa jalan untuk kompatiologi tidak cocok melalui jalan pendidikan resmi, maka pindah haluan ke kalangan pelaku usaha (praktisi non sekolahan) pada awal tahun 2007. Lalu kembali ke pembahasan survival for the fittest yang sangat dipengaruhi oleh emosi Vincent Liong ketika meninggalkan sekolah dan harus belajar untuk survive sendiri di bulan April 2007. Sempat membahas hal tekhnis-mekanistik dari kompatiologi, lalu semakin agak metafisika dan spiritual lagi dengan terbawa membahas intuisi dan insting sekitar Juni 2007, lalu lari lagi ke pembahasan feeling secara umum (bukan insting atau intuisi secara terpisah) di bulan Agustus 2007, hingga ke pencerahan matematika yang mulai kemarin saya bahas (September 2007). Sebenarnya ilmunya itu-itu saja tetapi pencarian teorinya terus bergerak tergantung data yang tersedia dan sudutpandang yang sedang diminati oleh Vincent Liong dan pengguna merangkap peneliti yang lain. Penelitian dengan metode Grounded Theory lebih mirip pada pengumpulan puzzle-puzzle diri sendiri untuk melengkapinya hingga menjadi gambaran diri yang lebih utuh. KESIMPULAN ATAU EFEKTIFITAS & EFISIENSI Pada kompatiologi pengumpulan data berupa pengalaman-pengalaman dari pengguna (yang merangkap peneliti) dan kepala penelitiannya berkembang dengan tujuan akhir yang berbeda dari tujuan penelitian metode penelitian ilmiah yang umum baik kwantitatif dan kwalitatif. Kalau kwantitatif dan kwalitatif tujuan akhirnya adalah menemukan kesimpulan, maka kompatiologi tujuannya adalah menemukan system yang lebih efektif dan efisien dalam melakukan transfer pengalaman. Seperti perkembangan tekhnologi komputer dimulai dari komputer yang lambat dengan ukuran sebesar sebuah kamar tidur, hingga laptop kecil yang ringan dan praktis untuk dibawa ke mananapun kita pergi, yang berkali-kali lipat lebih cepat dibanding komputer yang sebesar kamar tsb; Kompatiologi tahap akhir hanya membutuhkan kegiatan sampling pencicipan minuman untuk transfer pengalaman dengan berbagai variasi rumus yang diteliti selama sekian tahun mengerjakan penelitian kompatiologi. Rumus sirkuit kompatiologinya sendiri awalnya suka berubah-ubah media dengan sirkuit yang agak terlalu tetap karena ada patokan dua dimensi asin-manis (sumbu X) dan pahit-asam (sumbu Y). Lalu setelah ditemukan media yang paling efisien, maka yang agak berkembang menjadi fleksibel adalah variasi rumus penyusunan samplingnya, yang kemudian bisa dikembangkan menjadi rumus-rumus dalam penerapan lain oleh masing-masing penggunanya. Saya sempat membahas hal ini dalam tulisan saya yang berjudul: JALAN MENUJU AKAR PEMIKIRAN KEHIDUPAN Perjalanan sebagai Pendekon-Kompatiologi.... Pada akhirnya menjalani hidup itu sendiri bagi setiap orang adalah perjalanan pencarian yang tidak berujung. Tidak ada kata lulus untuk belajar dari pengalaman... Ttd, Vincent Liong Jakarta, Senin 17 September 2007 LAMPIRAN ELINK * Grounded Theory (dari Wikipedia) e-link: http://en.wikipedia.org/wiki/Grounded_theory * JALAN MENUJU AKAR PEMIKIRAN KEHIDUPAN Perjalanan sebagai Pendekon-Kompatiologi... e-link: http://groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/2572 LAMPIRAN CONTACT PERSON VINCENT LIONG CDMA Flexi:021-70006775 Esia:021-98806892 Fren:08881333410 Phone&Fax: (62)21-5482193,5348567,5348546 Address: Jl. Ametis IV G/22 Permata Hijau, Jakarta Selatan 12210 -Indonesia. Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com Dapatkan informasi kesehatan gratis Mailing List Dokter Indonesia http://www.mldi.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/dokter/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/dokter/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
