Kursus Jurnalisme Sastrawi XIV

Hari ini hampir tak ada warga yang mendapatkan breaking news suratkabar. Mereka 
mendapatkannya dari televisi, radio, SMS, telepon atau internet. Tantangan baru 
muncul: bagaimana suratkabar bertahan bila mereka tak bisa mengandalkan 
kecepatan? 

Tawaran ini di New York dan sekitarnya dimunculkan Tom Wolfe pada 1973. Wolfe 
mengenalkan sebuah genre baru saat itu: New Journalism. Ia mengawinkan disiplin 
keras dalam jurnalisme dengan daya pikat sastra. Ibarat novel tapi faktual. 
Genre ini mensyaratkan liputan dalam namun memikat. Genre ini kemudian dikenal 
dengan nama “narative reporting” atau “literary journalism.” Sejak 1980an, 
suratkabar-suratkabar di Amerika banyak memakai elemennya ketika kecepatan 
televisi memaksa tampil dengan laporan mendalam.

Kursus akan diadakan pada:
Tanggal    : 10 – 21 Desember 2007
Waktu    : 10.00 – 15.00 wib 
(Kursus ini dibuat berseling yaitu satu hari sesi di kelas dan satu hari tugas 
di rumah)

Peserta adalah orang yang biasa menulis untuk media. Setidaknya sudah 
berpengalaman lima tahun. Peserta 16 orang agar pengampu punya perhatian 
memadai buat semua peserta. Calon peserta diharapkan mengirim biodata dan 
contoh tulisan agar pengampu mengetahui kemampuan dasar peserta  lebih awal. 

Biaya pendaftaran Rp 3 juta untuk setiap peserta. Biaya tersebut sudah termasuk 
buku dan materi kursus non buku sekitar 200 halaman serta coffebreak dan makan 
siang.

Pengampu
Janet Steele --  Associate Profesor dari George Washington University. Mengajar 
mata kuliah narrative journalism.  Janet berminat pada masalah-masalah pers 
yang terjadi di berbagai  negara maupun di Indonesia. Menulis buku Wars Within: 
The Story of Tempo, an Independent Magazine in Soeharto’s Indonesia. Pada 
2005-2006 Janet menerima Fullbright Scholarship untuk mengajar jurnalisme di 
Indonesia. 

Andreas Harsono -- Ketua Yayasan Pantau, pernah bekerja di beberapa media 
internasional, anggota International Consortium of Investigative Journalists,  
pada 1999-2000 mengikuti Nieman Fellowship di Universitas Harvard, Amerika 
Serikat. Sekarang Andreas sedang menyelesaikan buku From Sabang to Merauke: 
Debunking the Myth of Indonesian Nationalism yang membahas kompleksitas 
hubungan antara media, kekerasan, etnik dan agama dengan nasionalisme di 
Indonesia. 

Informasi lengkap hubungi
Dayu Pratiwi
Pantau
Jalan Raya Kebayoran Lama Nomor 18 CD, Jakarta 12220
Phone. 021 – 7221031 / 722 1044 ex. 400  Fax. 021 – 7221055
Cell. 0815 41009682  Email. [EMAIL PROTECTED]
www.pantau.or.id 

Biaya pendaftaran ditransfer ke :
Rekening a.n Yayasan Pantau    
Bank Mandiri KCP Jakarta Kebayoran Lama
No. Rekening: 128.000.4350192

Kami sangat berterimakasih jika penawaran ini bisa diinformasikan pada 
rekan-rekan yang lain. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih. 
 


       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

[Non-text portions of this message have been removed]



Dapatkan informasi kesehatan gratis
Mailing List Dokter Indonesia
http://www.mldi.or.id 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/dokter/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/dokter/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke