Monyet Koshima Pasca Badai Tsunami Ditulis oleh: Juswan Setyawan e-link: http://groups.yahoo.com/group/Komunikasi_Empati/message/2690
Sudah tiga bulan lamanya, yaitu sejak bulan Juli yang lalu saya melakukan tapa mahesa brata (kebo bungkem) untuk tidak bekoar di milis Komunikasi Empati ini. Saya memerlukan masa untuk back to cave menurut istilah John Gray, penulis buku Men Are from Mars, Women Are from Venus. Saya pikir untuk apa melibatkan diri dalam peperangan dalam dunia maya di mana orang-orangnya tidak bisa membedakan lagi mana realitas di dunia maya dan mana yang merupakan realitas di dunia nyata. Semula yang main perang-perangan justru terhanyut nafsu amarah dan berubah menjadi perang bharata yudha beneran yang hantam kromo. Kawan-kawan yang dulunya dekat tahu-tahu menjadi musuh bebuyutan yang saling membuka aib di jalur umum yang kemungkinan bisa dibaca banyak orang. Ini sudah tidak sehat lagi. Maka harus ada karantina. Kalau para pelaku edannya tidak bisa dikarantina, maka yang masih punya akal sehat satu per satu mulai menjauh seperti orang Sakai lari ke gunung menjauhi gelombang maut tsunami. Dalam pekan terakhir saya mendapat kontak dari Dr. Tony Setiabudhi, Ph.D. (Psikiatri & Gerontologi) dan Dra. Cornelia Istiani. Msi. untuk kembali membahas secara serius masalah-masalah yang berhubungan dengan komunikasi-empati. Menurut Dr. Tony ada titik temu tertentu antara proses dekon dengan metode therapy psikitari tertentu. Hal ini perlu diteliti lebih lanjut, dibuat metodologinya yang jelas sehingga teknik tersebut memiliki validity dan realibility. Kemudian ada juga berita bahwa rekan Titus Budyanto ([EMAIL PROTECTED]) seorang rohaniwan muda dengan bakat spiritual healing menunjukkan ketertarikannya kepada komunikasi empati dengan nglakoni sendiri apa yang dinamakan proses dekon tersebut. Saya pikir perang di dunia maya telah berhasil menyadarkan kebanyakan kita semua bahwa perang itu sifatnya selalu non-empatik sehingga semua yang (masih) berminat kepada komunikasi empati harus mengambil sikap yang jelas dan tegas untuk say no to war... any kind of war... dan tidak pantas untuk terlibat dalam peperangan apapun. Tidak juga (senang atau cenderung) mengambil sikap agresif ofensif untuk melempar batu ke rumah dan kepala orang lain... entah musuh ataupun kawan sendiri... Monyet-monyet Koshima yang naik pohon tinggi saat gelombang tsunami melanda kawasan pantai tetapi tidak sempat sampai ke pegunungan sudah waktunya untuk turun pohon dan mencuci ubi-ubinya. Kini bukan lagi telah terdapat monyet ke seratus yang mencuci ubinya tetapi monyet-monyet dari Bali, Kalimantan, Sumatra dan Bangka juga sudah mulai mencuci ubi-ubinya sebelum disantap... Jakarta, 11 Oktober 2007. Mang Iyus (Juswan Setyawan) Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com Dapatkan informasi kesehatan gratis Mailing List Dokter Indonesia http://www.mldi.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/dokter/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/dokter/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
