Benar mbak.. Saya juga sempat baca tulisan di TEMPO
tentang alat bantu itu, walaupun saya belum
mencobanya...he..he..

Saya rasa gak ada salahnya kalau suami embak
mencobanya. Gak usah malu. Masalah ED bisa terjadi
pada setiap orang.

Yang diperlukan saat ini untuk suami adalah dukungan
dari Mbak!

Salam manis, Semoga bahagia!
Asri Zaidir

--- "Anantri R. Purwitasari" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> Mbak Laras, 
>    
>   Mau coba bagi2 info nih. Saya pernah baca di
> majalah tempo, edisi keberapa saya lupa tapi kalo
> saya tidak salah ingat itu 2 bulan yang lalu. Di
> bagian kesehatan, ditulis tentang solusi dari
> keadaan suami mbak. Yaitu, operasi pemasangan alat
> bantu. Ya ini jalan terakhir mbak.. sebelumnya ada
> tahapan dengan komsultasi & obat2an (obat hormon).
> Maaf mbak, tapi tidak bisakah mbak membicarakan hal
> ini dengan suami mbak? Paling tidak mencoba untuk
> memperbaiki hubungan mbak dengan suami. Karena
> semuanya berpulang kepada keinginan dan motivasi
> suami mbak laras sendiri. 
>    
>   Semoga berhasil
>   Tantri
> 
> laba_laba_sutra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   ....... Saya perempuan berumur 35 tahun, sudah
> menikah selama 11 tahun. Sejak
> awal nikah suami saya ejakulasi dini, namun saya
> tetap bisa hamil.
> Saya punya seorang anak yang kini berusia 9 tahun.
> Suami tidak ada
> usaha untuk memperbaiki kondisinya, semakin tahun
> semakin parah.
> 
> Sejak tahun 2001, kondisinya semakin parah dan ia
> betul-betul tidak
> bisa ereksi (100% disfungsi ereksi--> DE). Suami
> saya mengalihkan
> kekecewaannya dengan sibuk bekerja. Jika keluar kota
> (keluar Jawa,
> kami tinggal di Jakarta) bisa 2-3 minggu. Ia juga
> mudah kesal jika
> mertua bertanya: "Kapan si Sulung punya adik?" Saya
> berusaha bersabar
> karena mengerti bahwa DE adalah pukulan berat bagi
> kaum pria.
> 
> Dua tahun terakhir ini dia mulai sering di rumah,
> tapi kami tetap
> tidak senggama. Saya frustrasi sekali. Apalagi saya
> ingin punya anak
> dan seorang perempuan terbatas rentang usia untuk
> bisa melahirkan
> (beda dg lelaki yg bisa punya anak pada usia 60, 70
> atau bahkan 80
> tahun). Usia saya sudah 35 tahun , saya harus
> menunggu sampai kapan?
> Lagipula DE sudah 5 tahun; itu berlebihan kan?
> 
> Saya sudah membujuknya untuk periksa ke dokter, tapi
> ia menolak
> mentah-mentah. Kami tidak pernah mencoba "obat kuat"
> karena efeknya
> buruk untuk jantung. Oya, ia seorang dokter hewan
> shg paham bahwa
> obat2an spt ini bisa berdampak buruk bagi jantung.
> 
> Saya tidak tahu harus bagaimana. Yang menyedihkan,
> ketika mengadu ke
> seorg ustadz, saya justru disalahkan karena tidak
> mampu merangsang
> suami. Padahal wajah dan tubuh saya lumayan.
> Herannya, waktu saya usai
> melahirkan anak dan sangat gendut (72kg) suami bisa
> ereksi. Ketika
> perlahan-lahan saya ramping kembali (berat 55 kg,
> tinggi 163 cm) suami
> justru tdk bisa bangun. Jadi teori yg bilang bahwa
> lelaki terangsang
> secara visual, ternyata tidak selalu benar...
> 
> 
>               
> ---------------------------------
> Yahoo! Mail
> Bring photos to life! New PhotoMail  makes sharing a
> breeze. 
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 
> 
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 





 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/dokter_umum/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke