Kayaknyaa ibu salah defenisikan makna suatu "berkah".
Arti kata berkah adalah PEMBERIAN.
Jadi operasi caesar bukan berkah.
Tapi kelahiran anak merupakan yg menjadi berkah dari TYME.
Mohon maaf sebelumnya kalau ada kata yg salah.
Salam
tx
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Titah Rahayu
Sent: Saturday, June 03, 2006 8:45 PM
To: [email protected]
Subject: [Dokter Umum] Operasi Caesar Adalah Berkah
Dear all,
Saya sering mendengar pendapat yang mengatakan bahwa dokter sekarang terlalu
gampang memutuskan operasi caesar, dengan prasangka bahwa dokter tersebut
semata-mata mengejar keuntungan materi. Saya punya pengalaman dua kali
operasi caesar oleh dua dokter yang berbeda.
1.
Pada waktu kehamilan pertama saya menginjak sembilan bulan, dokter (praktek
swasta) menduga adanya placenta insufficiency (karena berat badan saya tidak
naik selama tiga minggu berturut-turut). Beliau mengirim saya ke rumah sakit
untuk menjalani proses persalinan. Sempat ada salah persepsi bidan yang
menangani saya di kamar bersalin. Via telepon dokter memerintahkan induksi
oral, tetapi yang dilakukan adalah induksi kelahiran melalui infus
(di-drip).
Menurut bidan, pada umumnya dengan induksi melalui infus bayi cepat lahir,
bahkan ketika cairan infus baru habis setengah botol saja. Tetapi saya tidak
merasakan adanya kontraksi sama sekali, sampai habis 2 botol infus saya baru
sampai pada pembukaan 2. Bidan kemudian menyuruh saya dan suami
menandatangani persetujuan operasi, katanya tidak mungkin induksi dengan
infus dilakukan lebih lama lagi. Saya maupun suami pun sudah tanda tangan!
Kemudian dokter saya datang, dengan penuh empati mengatakan bahwa belum
perlu dilakukan tindakan operasi. "Sayang Bu kalau dioperasi, karena ini
baru yang pertama. Ibu istirahat dulu 24 jam, besok dicoba lagi ya...."
Setelah diistirahatkan selama 24 jam besoknya saya coba diinduksi lagi. Sama
seperti sebelumnya, sampai habis cairan di botol kedua, posisi saya masih
tetap pembukaan 2.
Barulah kemudian saya menjalani operasi caesar. Pada saat itu dokter
menemukan bahwa tali pusat bayi saya melilit erat (3 lilitan) di leher,
seandainya pada waktu diinduksi saya mengalami kontraksi dan pembukaan,
kemudian bayi saya terdorong turun, pasti ia tercekik dan mungkin meninggal
dalam proses persalinan. "Tuhan memang menghendaki bayi ini menjadi putra
Ibu," begitu kata dokter tersebut.
Pengalaman ini menjadi bukti bahwa tidak semua dokter "matre", masih banyak
sekali yang mengambil keputusan berdasarkan kepentingan jangka panjang
pasiennya. Dan menjadi pelajaran bagi kita semua. Coba andai saat itu saya
ngotot tidak mau operasi, karena menganggap operasi adalah tindakan yang
tidak perlu, apakah saya sempat menimang anak saya tersebut?
2.
Pada kehamilan kedua (ditangani oleh dokter yang berbeda), begitu menginjak
bulan kesembilan tekanan darah saya mendadak naik dan terus naik. Jika
biasanya hanya sekitar 100/70, tiba-tiba menjadi 130, minggu berikutnya 140,
minggu berikutnya lagi 160. Di titik ini dokter menyarankan saya istirahat
total di rumah, cuti dari pekerjaan, dan tidak melakukan aktivitas rumah
tangga (memasak dsb).
Baru tiga hari di rumah saya merasakan bahwa gerakan bayi dalam perut saya
makin jarang dan makin lemah. Saya menelepon dokter, yang kemudian menyuruh
saya datang ke klinik bersalin tempatnya praktek untuk observasi. Pada saat
itu tekanan darah saya sudah naik lagi menjadi 170. Setelah tiga jam
diobservasi saya dikirim ke rumah sakit untuk menjalani operasi caesar
karena dugaan pre eclampsia. Beliau mengatakan, "Ada pasien preeclampsia
yang bisa melahirkan dengan cara normal, tetapi bagi Ibu lebih beresiko
karena pada kelahiran terdahulu Ibu sudah menjalani operasi caesar."
Saya tidak tahu yang dikatakan itu benar atau salah, tetapi saya percaya
kepadanya. Saya memilih untuk tidak mengambil resiko, terlebih saya tahu ada
tetangga saya dan bayinya sama-sama meninggal karena preeclampsia yang
terlambat ditangani. Dari operasi itu ketahuan bahwa selain mengalami
preeclampsia, ternyata posisi plasenta ada di bawah (tidak diketahui
sebelumnya karena saya tidak menjalani pemeriksaan USG) yang bisa
menyulitkan atau bahkan fatal pada kelahiran normal.
Dari kedua pengalaman itu saya menyimpulkan, bahwa BAGI SAYA OPERASI CAESAR
ADALAH BERKAH.
Saran saya, jika Anda ke dokter, terlebih jika meragukan komitmen dokter
Anda, bertanyalah kepadanya sebanyak mungkin sampai Anda merasa benar-benar
jelas, atau sampai dokter Anda (jika "tidak beres") tidak berkutik lagi.
Anda punya hak untuk tahu sejelas-jelasnya mengenai penyakit/permasalahan
Anda, tahu mengenai tindakan dokter, tahu mengenai obat yang diberikan,
khasiat, maupun resikonya.
Salam,
Titah
[Non-text portions of this message have been removed]
Yahoo! Groups Links
SPONSORED LINKS
| Health and wellness | Health wellness product | Health care |
| Health and wellness program | Diet fitness health nutrition wellness | Health promotion and wellness |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "dokter_umum" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

