https://www.kompas.com/kesehatan/news/0412/10/115500.htm

Minum Oksigen Lewat Air Segi Enam!

*Jakarta, Jumat*

*
*

*Percaya atau tidak, oksigen yang biasanya dihirup kini juga bisa dikonsumsi
lewat air minum. Lebih segar rasanya. *

Namun bagaimana manfaatnya?

Air dan oksigen syarat mutlak bagi kehidupan.

Tanpa air metabolisme di dalam tubuh tidak bisa jalan. Berhubung sebagian
besar (70%) tubuh kita berupa air, kita *masih boleh hidup satu minggu* lagi
tanpa minum air.

Tanpa oksigen tubuh tak sanggup membakar glukosa hasil proses pencernaan
makanan menjadi energi yang kita gunakan untuk beraktivitas. Dalam hitungan
menit tanpa suplai 02, kita bablas, dan gelar "anumerta" pun tersemat.

Karena sama pentingnya, terbit pikiran-pikiran kreatif di kalangan
industriawan untuk menciptakan air tinggi oksigen. Minuman hasil kolaborasi
antara air dan zat asam itu kini  sudah banyak beredar di pasaran. Ada yang
dipasarkan dalam bentuk kemasan botol siap minum. Ada juga yang harus
diperoleh lewat sebuah teko "ajaib". Teko itu yang ditawarkan kepada
konsumen, karena bisa menyulap air biasa menjadi air tinggi oksigen.

Kelihatannya, persaingan produk-produk macam itu berlangsung seru.
Teristimewa karena hampir semua produk diiklankan sebagai minuman kesehatan
yang bisa mencegah dan mengusir berbagai gangguan kesehatan dan penyakit.

*Sering Buang Air*

   - *Daniel Tedja, marketing director......., punya cerita. Tubuh
   manusia tidak dapat menyimpan oksigen sebagai cadangan untuk dimanfaatkan di
   kemudian hari.*

Zat asam ini dikonsumsi dan diproses oleh sel tubuh secepat sistem
pernapasan menyerap oksigen dari udara. Dengan minum air beroksigen,
kebutuhan zat asam saat itu juga dapat terpenuhi.

*Untuk memperoleh manfaat maksimal, minuman bening ini disarankan agar
diminum dua botol per hari, sebelum atau sesudah makan. Jika diminum secara
teratur, masih menurut Daniel, stamina dan  vitalitas tubuh berangsur prima.
Penampilan pun segar senantiasa.
*
Daniel mengungkapkan, produk yang dia pasarkan diolah dengan teknologi impor
bikinan Jerman.

Lewat teknologi itu, molekul oksigen diikatkan pada molekul-molekul air
biasa. Selanjutnya, air yang sudah ditempeli oksigen itu dikemas dalam
keadaan  mampat bertekanan. Dengan proses ini bisa diperoleh kadar oksigen
80 ppm (8 mg oksigen/100 g air).

*Air beroksigen dalam kemasan botol memang prakti*s. Tinggal buka tutupnya,
langsung diminum  isinya. Kalau menggunakan teko "ajaib"
buatan  Korea itu, harus menunggu lebih  dulu. Namun, alat itu dipromosikan
dapat mengubah air biasa menjadi air heksagonal yang juga mengandung
oksigen.

Meski produknya tidak dinyatakan sebagai air heksagonal, kata Daniel, kadar
oksigen yang terlarut tak jauh beda dengan air heksagonal.

Akan tetapi Wiwit, staf pemasaran......, bercerita, air heksagonal punya
kelebihan. Salah satunya, lebih mudah diserap oleh  tubuh dibandingkan
dengan air biasa. Itu sebabnya, air heksagonal lebih mudah masuk ke dalam
sel tubuh untuk mengangkut nutrisi dan membuang racun hasil metabolisme sel.

Wiwit juga bertutur, air heksagonal mampu membuat tubuh selalu bugar,
menyembuhkan pelbagai macam penyakit, bahkan bisa digunakan untuk tujuan
kecantikan. Saat pertama kali diminum, air heksagonal akan membuat Anda
buang air kecil 3 - 4 kali dalam satu jam. Jangan khawatir, itu hanyalah
indikasi proses pembersihan tubuh dan sisa metabolisme.

Dari berbagai produk air beroksigen itu, tampaknya air heksagonal inilah
yang paling fenomenal dan sulit dijelaskan pada awam.

*"Air kok dibikin segi enam. Mana bisa?" orang pun bertanya. Ada teknologi
apa sebenarnya di balik misteri air heksagonal itu?*

*Sistem Cluster*

   - *Sehari-hari kita hanya membedakan air dalam bentuk cair (air),
   padat (es), dan gas (uap).*

Namun, secara kimiawi semuanya disebut air. Satu molekul air (H20) berupa
dua atom hidrogen (H) yang diikat oleh satu atom oksigen (0). Ketiganya
terikat dalam bentuk kaku, menyerupai huruf "V" bersudut 104,5 derajat. Atom
0 berada di bagian sudut huruf "V", sedangkan masing-masing H berada di
ujung kedua kakinya.

Dalam setetes air terkandung miliaran molekul air. Anda bisa
membayangkannya, miliaran huruf "V" berjejalan dan terus-menerus bergerak
secara acak. Kondisinya hiruk-pikuk dan tak beraturan. Namun, dalam keadaan
tertentu  molekul-molekul air ini bisa berbaris tertib. Misalnya, dalam
keadaan padat sebagai es atau salju.

*Dalam bentuk es atau salju*, secara alamiah molekul-molekul air berbaris
rapi. Setiap enam molekul bergandeng tangan lewat ikatan hidrogen, membentuk
suatu water cluster (klaster air) yang berstruktur cincin segi enam
(heksagonal).

Karena klasternya berbentuk segi enam, maka di antara enam molekul itu
terdapat sebuah ruang kosong, yang ukurannya lebih besar dari ukuran molekul
air itu sendiri. Itu sebabnya ketika membeku, air memuai karena memakan
ruang lebih besar. Di ruang ini molekul oksigen bisa terjebak, tak bisa
meloloskan diri. Alhasil, struktur air heksagonal ini mengandung jumlah
oksigen lebih banyak daripada struktur air biasa.

*Dr. Bambang Ariwahjoedi, M.Sc. Tech.,* dari Departemen Kimia, Fakultas
MIPA, Institut Teknologi Bandung, bilang, klaster air bisa terbentuk secana
spontan di alam. Syaratnya, temperatur cukup dingin (0 - 40C) dan ada
molekul selain air yang terlarut. Kondisi ini terjadi, misalnya, pada
air-air pegunungan yang suhunya cukup rendah dan mengandung cukup mineral
terlarut.

*Bagaimana dengan air dalam kemasan?*

Di sinilah hebatnya ilmuwan. Meski tidak  beku, molekul air bisa "dipaksa"
bergandeng tangan dengan bantuan kekuatan medan magnet dan sinar inframerah,
sehingga membentuk struktur heksagonal.

Strukturnya bisa ditata begitu rupa, karena molekul air memiliki sifat-sifat
elektrik dan magnetik.

Namun, daya paksa ini punya keterbatasan. Jika suhu air dinaikkan,
molekul-molekul air itu mendapat energi untuk melawan. Akibatnya, struktur
heksagonal terurai. Air heksagonal pun berubah menjadi air biasa. Oksigen
yang semula terjebak, bisa lenggang  kangkung meloloskan diri.

*Langsung Diminum*

   - *Logikanya, semakin tinggi kenaikan suhu, kecil pula oksigen yang
   terlarut. Soalnya, kenaikan suhu membuat gerakan molekul air lebih cepat,
   sehingga menghancurkan struktur heksagonal dan melepas oksigen yang
   terperangkap.*

Sebagai gambaran, pada suhu 30 derajat C, kelarutan oksigen akan turun
separuh dibanding pada es. "Jangan heran kalau minum air es, terasa lebih
segar ketimbang air hangat, karena kandungan oksigen dalam air es lebih
tinggi," kata Dr. Zeily Nurachman, kolega Bambang di ITB.

Titik kritis terjadi pada suhu l00 derajat C. Pada suhu didih tak ada lagi
oksigen yang terlarut, alias nol. Sifrun, kata orang Arab. Dengan kalimat
lain, manfaat air heksagonal sebagai pembawa oksigen akan tinggal cerita
jika dipakai dengan cara dimasak.

Dr. dr. Septelia Inawati Wanandi, dari Bagian Biokimia dan Biologi Molekuler
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, bilang, air heksagonal
memang sangat labil, karena menentang struktur alami air. Selain rentan
suhu, ia juga bisa terurai selama masa penyimpanan.

*Itu sebabnya sebagian produsen menyarankan, air heksagonal diminum kurang
dari 20 menit sejak disiapkan. Sebagian yang lain menyarankan, produknya
disimpan dalam lemari es bersuhu 8 derajat C, serta terhindar dari cahaya
Matahari langsung.*

Secara kasat mata, penampilan air heksagonal maupun air beroksigen tinggi
tak jauh berbeda dengan air minum dalam kemasan. Sama-sama bening dan
menjadi plin-plan jika berada di atas daun talas. Perbedaan kandungan
oksigen hanya bisa diketahui dari uji oksigen terlarut *(dissolved oxygen*,
DO).

Untuk membuktikan adanya struktur heksagonal dibutuhkan sejumlah peralatan
canggih, seperti nuclear magnetic resonance (NMR). Uniknya, di pasaran kini
juga beredar produk air heksagonal dalam kemasan yang harganya tak jauh beda
dengan harga air minum biasa dalam kemasan. Padahal, untuk memproduksi air
heksagonal dibutuhkan peralatan canggih dan tentu saja biaya mahal.

*Jadi, itu air heksagonal beneran atau jadi-jadian?*

*Sulit Diuji*

   - *Sulit karena strukturnya labil, menurut Septelia, air heksagonal
   bisa saja terurai jika dipasarkan dalam kemasan siap minum. Selama masa
   penyimpanan, sangat mungkin air heksagonal telah berubah menjadi air biasa.
   Repotnya, ini tidak bisa diuji oleh konsumen.*

Pembuatan air heksagonal membutuhkan campur tangan energi yang dipaksakan,
misalnya energi magnetik atau getaran. Penggunaan energi yang dipaksakan ini
bisa berdampak dilepaskannya banyak radikal bebas. Namun, ini tidak berarti
air heksagonal yang terurai pasti berbahaya buat kesehatan.

"Belum ada penelitian yang mendukungnya," papar Septelia.

Tentang berbagai khasiat air heksagonal yang dipromosikan, Septelia
menuturkan, umumnya klaim khasiat itu didasarkan pada pengalaman beberapa
orang saja.
Padahal menurut ilmu kedokteran, klaim manfaat sebuah produk seharusnya
didasarkan pada data uji klinik. Bisa saja kesembuhan itu bersifat
individual atau berasal dari efek sugesti. Bukan efek sesungguhnya.

*Senada dengan itu, Bambang berpendapat, bisa saja efek yang terjadi hanya
efek plasebo. Sebab, menurut dia, organ yang didesain  untuk menyerap
oksigen adalah paru-paru, bukan usus.
*
Tanpa bermaksud menunjuk sebuah produk, Septelia menganalogikannya dengan
terapi oksigen hiperbarik. Lulusan University of Marburg, Jerman, ini
menyarankan, sebaiknya pemberian oksigen yang dipaksakan itu dilakukan dalam
periode tertentu (bukan terus-menerus), hanya sebagai semacam terapi kejut.
Tujuannya untuk menghasilkan radikal bebas dalam jumlah tertentu yang
diharapkan dapat "membangunkan"  produksi antioksidan tubuh yang "tertidur".

*Masih menurut Septelia, wajar jika seseorang mencoba salah satu produk air
heksagonal ketika sakitnya sulit atau tidak dapat disembuhkan dengan
obat-obat biasa. Apalagi, produk yang dicoba relatif tidak mahal dan tidak
berbahaya. Bukan hanya air heksagonal, minum banyak air biasa pun bermanfaat
buat kesehatan. Kecuali, tentu saja, bagi mereka yang ginjalnya sudah
terganggu.
*
Bambang sependapat. Menurut dia, bisa saja produk-produk itu betul punya
manfaat buat orang-orang tertentu. "Bila ada orang merasa sembuh setelah
minum air itu, boleh jadi dia memang sedang membutuhkan," terangnya.
Meskipun hingga kini belum ada bukti ilmiahnya, kemungkinan produk-produk
itu berjaya tetap terbuka.

Jadi, tidak salah jika Anda ingin menjajal khasiat "air sakti" ini. Tapi
untuk sementara, jangan *kuciwa* kalau hasilnya tak sesuai harapan. Nikmati
saja minuman itu seperti Anda menikmati soft drink tanpa soda. Jangan lupa,
saat menenggak, katakan dengan penuh keyakinan, "Kutahu yang kuminum!"

On 8/3/06, imam rasyidi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Hallo Teman2,
> Saya baca bukunya Masaru Emoto yang mengenai air itu
> lho. Akhirnya saya beli air minum hexagonal yang
> harganya hampir dua kali lipat Aqua. Apakah benar
> bahwa air hexagonal dapat membuat tubuh lebih sehat
> dibanding air minum biasa? Waktu saya minum sih
> rasanya badan lebih segar. Apakah ini hanya sugesti,
> saya tidak tahu. Tapi mertua saya juga merasakan hal
> yang sama.
> Mohon pencerahannya.
>
> Salam
> imamrasyidi.blogsome.com
>
> Imam Rasyidi
> PT Rumah Idaman Indonesia
> Kontraktor (Rancang Bangun) Rumah
> Jl Depsos Raya 42B, Bintaro
> Jakarta Selatan 12330
> Phone: 021-73885442, 70632661
> Mobile: 0816-997922, 021-70727840
> Fax: 021-73885442
> www.rii-kontraktor.com
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]






 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/dokter_umum/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke