Dua Anak Tertular HIV lewat Transfusi Darah  Sumber: Media Indonesia 
Tanggal: 22-10-2004 
Halaman: 28   

JAYAPURA (Media): Diduga menerima transfusi darah dari pendonor yang positif 
HIV (human immunodeficiency virus), seorang anak berusia dua tahun di Jayapura 
teridentifikasi telah tertular virus mematikan itu. Kini kondisi anak tersebut 
memprihatinkan. 

"Anak-anak yang tertular HIV/AIDS di Jayapura tercatat sudah dua kasus. 
Sebelumnya seorang anak berusia 11 tahun meninggal karena AIDS. Keduanya diduga 
menerima transfusi darah dari orang lain yang sudah mengidap HIV/AIDS. Karena 
besar kemungkinan proses donor darah dari pendonor tanpa didahului screening 
HIV/ AIDS," ujar Ketua Kelompok Kerja (Pokja) VCT (voluntary counselling 
testing/ Konseling dan Testing Suka rela) dr Samuel M Baso, kepada Media 
kemarin. 

Menurut Samuel, kedua anak tersebut pernah sakit dan menerima donor darah dari 
unit transfusi darah di dua RS berbeda di Jayapura. Sementara orang tua kedua 
anak tersebut juga dinyatakan bebas HIV/AIDS. 

Karena peristiwa penularan HIV/AIDS ini secara resmi sudah tercatat dua kali, 
dan teridentifikasi di dua rumah sakit yang berbeda, maka Samuel meminta 
petugas unit transfusi darah, begitu pula pihak penerima donor, harus lebih 
berhati-hati. 

Kasus HIV/AIDS di wilayah Propinsi Papua, lanjutnya, dari waktu ke waktu 
menunjukkan kecenderungan terus meningkat. Dalam setiap bulannya 20-40 orang 
datang berkonsultasi di VCT RSUD Jayapura, dan 10 persennya (2-4 orang) 
teridentifikasi positif tertular HIV/AIDS. 

Dan data terakhir menunjukkan, ada sekitar 15.000 kasus HIV/ADS di Papua, 
padahal jumlah penduduk di wilayah propinsi tertimur Indonesia ini hanya 
sekitar 2,3 juta jiwa. Artinya, dari segi persentase, Papua telah menduduki 
peringkat pengidap HIV/AIDS tertinggi di Indonesia 

Masalah HIV/AIDS di Papua memang sudah pada tahap mengkhawatirkan. Itulah 
sebabnya melalui Kesepakatan Sentani, pemerintah membuat program penanganan 
serius terhadap penyebaran HIV/AIDS di enam propinsi terawan. Propinsi tersebut 
antara lain Papua, DK1 Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Riau, dan Ball 

Dan, beberapa waktu lalu Belanda mengucurkan bantuan dana US$ 1,6 juta atau 
sekitar Rpl5 milyar kepada pemerintah Indonesia untuk program pendidikan 
pencegahan HIV/AIDS di kalangan siswa SLTP di lima kabupaten di Propinsi Papua 
melalui UNICEF (United Nations International Children's Emergency Fund) (Media, 
Rabu 20/10), 

Steve Alien, wakil UNICEF di Indonesia dalam sambutan nya mengatakan dana Rp 15 
milyar itu akan digunakan untuk program pencegahan dan penanganan HIV/AIDS di 
kalangan remaja Papua. 

Program ini dilaksanakan di lingkungan SLTP melalui penyuluhan kelompok sebaya 
(peer group) ini yang dilaksanakan di lima kabupaten, yaitu Biak, Manokwari, 
Jayapura, Jayawijaya, dan Sorong. 

Alien mengaku merasa prihatin dengan pengetahuan masyarakat awam di Indonesia 
mengenai HIV/AIDS yang masih rendah. Khususnya mereka di kalangan remaja yang 
merupakan kelompok paling rentan. 

Berdasarkan Survei Demografi dan. Kesehatan Indonesia 2002-2093 sekitar 34% 
perempuan muda dan 21% pria muda yang berusia antara 15-24 tahun belum pernah 
mendengar tentang HIV/ AIDS. (MY/V-1) 

  
---------------------------------
Looking for earth-friendly autos? 
 Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke