kali ini anak saya yg di USG, kalo 2 X sebelumnya istri saya (waktu bayi masih dlm kandungan) karena menurut dokter mungkin ada kelainan dgn ginjal anak saya, jadi yg di USG hanya organ2 dalam.
sebetulnya keanehan dalam soal harga ini sudah terjadi waktu USG yg ke-2, waktu itu suster yg mendaftar jg bilang 650 rb, tetapi setelah kita bilang bahwa usg yg pertama cuma 250 rb akhirnya kita cuma bayar 250 rb. Regards, Sugimin On 3/2/07, Dodi Andreas <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > usg nya yang lengkap ? > saya pernah di borromeus bandung, untuk usg biasa ( yg ada di ruang > dokter) memang ga terlalu mahal. > tetapi untuk yang lengkap, ada data persentase air ketuban dll, yg > dilakukan di ruang khusus, memang tarifnya lebih mahal. > > salam > & > > ________________________________ > > From: [email protected] <dokter_umum%40yahoogroups.com> on > behalf of Sugimin Chen > > Hi all, > > Just for sharing, pengalaman pribadi. > > Tgl 26 Februari, 2007 istri saya daftar ke bagian USG RS. Siloam Kebon > Jeruk > (d/h Graha Medika) untuk bayi kami yg berumur 9 minggu atas saran dari > dokter kandungan. Seperti biasanya istri saya diberi bukti pendaftaran yg > berisi jadwal pemeriksaan (27/02/2007) serta biaya yg harus dibayar > sebesar > Rp. 350.000, istri saya protes melihat biaya yg tercantum karena > sebelumnya > istri saya sudah dua kali melakukan pemeriksaan USG (29/11/2006 & > 19/12/2006) waktu usia kandungan 8 bulan dan biayanya hanya sebesar Rp. > 250.000 . Oleh suster dijelaskan bahwa per Januari 2007 harganya sudah > naik > jadi Rp. 350.000 alias naik 40% dari harga sebelumnya. > > Tgl 27 Februari 2007, setelah pemeriksaan USG dan ingin melakukan > pembayaran, kita terkejut dengan biaya yg harus dibayar yaitu sebesar Rp. > 650.000 alias hampir dua kali lipat dari harga yg tercantum di bukti > pendaftaran. Kita protes ke kasir karena biaya yg tidak masuk akal ini, > jawaban dari kasir adalah dia hanya ikut cetakan komputer, soal harga > hanya > suster yg mendaftar yg tahu dan kita dipertemukan dengan suster yg > melakukan > pendaftaran. Alasan dari suster lebih tidak masuk akal lagi seperti karena > cetakan USG berwarna, setelah kita tunjukkan hasil laporan USG sebelumnya > yg > juga berwarna (kebetulan kita bawa) si suster lagi lagi kasih alasan yg > tidak masuk akal yaitu karena kita minta keringanan waktu USG sebelumnya, > kita TIDAK pernah minta keringanan apa pun selama kita memakai jasa di RS > ini, kita siap untuk bayar tapi kita tidak siap dengan biaya-biaya yg > tidak > masuk akal. > > Ternyata rumah sakit sekelas Siloam tidak ada standar harga dalam > pelayanan > malahan harga ditentukan oleh suster yg melakukan pendaftaran dan kita > bisa > tawar menawar (adu mulut) seperti di pasar kaki lima kalau berhasil ya > syukur kalau tidak ya berarti kita harus siap dipalak. Mohon penjelasan > dari > pihak manajemen. > > Papa Jaycent Chen > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed]

