Di rumah saya di Rembang , speaker TOA yg dimaksud tidak hanya berbunyi  saat 
adzan saja, tapi saat belajar ngajipun juga disiarkan dan itu  hampir tiap hari 
dan juga saat acara2 lain yg kurang ada relevansinya  utk diudarakan (spt saat 
belajar nanyi dgn bahasa arab...bukan mengaji  lho). Cuman agak susah karena di 
tempat saya, saya adalah satu2nya non  muslim. Jadi telinga saya sudah saya 
biasakan utk itu. Hal yang sama  tidak saya temukan di Solo

Henkie Basuki Djayapranata <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                           
                       Di rumah saya, yang berjarak 3 rumah dari mesjidpun 
demikian.  
  Saat saya ukur, ke kuat an suaranya adalah lebih dari 70 dB (saya  
mengukurnya menggunakan aplikasi Hand Dee Spectrum Analyzer, melalui  Sony 
Ericsson P900) dan suara itu membuat kita, tidak bisa mendengar  suara apapun 
saat itu. 
  Sebagai informasi, di rumah saya, ke kuat an suara sekeliling, di siang hari, 
adalah sekitar 40 ~ 50 dB.  
  Di Mall atau Plaza, suara sekeliling, saat tidak ada acara band atau kuis, 
sekitar 60 dB.
  Di kantor di mana saat ini saya bekerja, suara sekeliling, sekitar 40  dB, 
kecuali saat printer dot matrix bekerja, itu bisa mencapai 50 dB.
  
  Sebenarnya, kalau hanya di suarakan sebagai tanda peringatan datangnya  waktu 
sembahyang, tidak apa-apa. Semua orang harus bisa hidup  berdampingan dengan 
agama apapun dengan toleransi besar. Kenyataannya,  semua kegiatan, ternyata, 
juga di suarakan ke seluruh penjuru. Sudah  pernah ada yang menegur, yaitu dari 
pemilik rumah yang berada persis di  seberang mesjid, yang juga seorang muslim, 
namun hanya dikecilkan saat  itu dan untuk selanjutnya, sama.
  
  Apakah ada yang mengetahui batas aman pendengaran itu, berapa dB maksimum dan 
apa akibatnya ?
  
  Salam.
  
  ----- Original Message ----- 
    From: To To 
    To: [email protected] 
    Sent: Monday, April 16, 2007 9:14 AM
    Subject: Re: [Dokter Umum] efek speker toa yang nyaring terhadap kesehatan 
gendang telinga?
  
  tegur aja langsung mas pengurus atau ta'mirnya kalau merasa terganggu, 
    mereka
    juga hanya menginginkan syiar, agar azan bisa didengar sebanyak mungkin 
    umat
    sebagai tanda peringatan datangnya waktu sembahyang... saya rasa umat 
    Islam akan
    toleran dalam hal ini...
  
  salam
    Toto
  
  Jimmy kosasih wrote:
  
  > yang saya maksud adalah speaker2 di langgar2 atau mesjid yang kadang 
    > terlalu
    > berlebihan untuk volume suaranya, sudah mono kenceng lagi. bikin pekak
    > telinga saja, adalah regulasi pemerintah terhadap batas kekuatan suara 
    > yang
    > boleh dipancarkan? sebab selama ini saya pikir nggak ada yang berani
    > mengungkapkannya ke media.
    > nb : tidak ada unsur sara dalam hal ini, hanya untuk kepentingan bersama.
    >
    > [Non-text portions of this message have been removed]
    >
    > 
  
  [Non-text portions of this message have been removed]
  
  This email and any files transmitted with it are confidential and  intended 
solely for the use of the individual or entity to whom they  are addressed.
  
  If you have received this email in error please notify the originator of the 
message.
  
  Any views expressed in this message are those of the individual sender.
  
  This message has been scanned for viruses and spam by SurfControl RiskFilter 
- E-mail.
  
  [Non-text portions of this message have been removed]
  
  
      
                                    

       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke