Ibu Rin yang baik, anjuran dokter untuk pola makan yang benar dan tidak boleh diet memang benar. Dan bisa jadi juga ibu Rin punya bakat darah rendah, karena memang ada orang-orang yang memiliki "bakat" yang sama dan sulit untuk menaikkan tekanan darah. Selain itu karena aktivitas harian ibu juga cukup menguras tenaga yang membuat ibu lebih mudah kelelahan.
Yang perlu diingat adalah, kalaupun memang ingin menambah asupan makan, ibu tetap harus hindari makanan berkolesterol tinggi seperti jeroan, otak, daging berlemak. Memang kolesterol bisa meningkatkan tekanan darah, tapi tingginya tekanan darah tersebut juga bukan hal yang baik, karena kolesterol bisa menempel di pembuluh darah dan lama-lama membentuk plak sehingga pembuluh darah menjadi mengeras. Akibatnya resiko terkena stroke dan serangan jantung akan meningkat. Jika ibu tidak ada riwayat rematik, ibu boleh mengkonsumsi sayur-sayuran ataupun daging yang mengandung banyak zat besi, seperti bayam, brokoli, dan daging merah tanpa lemak. Saran saya, ibu memecah jadwal makan menjadi -misalnya- 6 kali dengan porsi kecil-sedang. Misalnya, jam 7 pagi sebelum berangkat ibu sarapan dengan segelas susu dan setangkup roti isi selai atau coklat mesyes, jam 10 dikantor ibu minum teh manis yang tidak terlalu banyak gula, dan ngemil buah (misalnya apel atau jeruk), atau boleh juga ibu ngemil biskuit marie, tidak usah banyak-banyak, 2 keping saja cukup, yg penting ibu tidak sempat untuk merasa lapar. Siangnya ibu makan siang seperti biasa, paling lambat jam 1 siang, jangan ditunda-tunda. Jam 3 atau jam 4 sore, ibu ngemil lagi, bisa buah atau biskuit lagi, dan teh manis ataupun sirup yang tidak terlalu manis. Jam 7 malam, ibu makan malam seperti biasa, jangan sampai telat (paling telat ya jam 7 malam). Jam sembilan atau jam 10, ibu minum segelas susu hangat. Untuk suplemen, saat ini sudah ada suplemen penambah darah yang dijual bebas, misalnya Sangobion, atau Sakatonik Liver. Ibu boleh mengkonsumsinya asalkan dosisnya tepat, tidak berlebihan. Dengan menjaga jarak makan dan tidak pernah membiarkan perut kosong terlalu lama, kadar gula dalam darah ibu Rin akan terus terjaga, jadi walaupun tekanannya memang rendah, setidaknya tidak sampai drop (jadi pusing atau kepala seperti kena hantam). Semoga bisa membantu ibu. salam, mia --- In [email protected], "Rin Pras" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Rekan-rekan milis dan para dokter, > Saya ada problem nich, dibilang mengganggu bisa juga, dibilang enggak kok mengganggu juga. > Saya ibu rumah tangga, karyawati dengan jam kerja 07.30 s/d 17.00, dengan putra cowok semua usia 13, 9, 5 tahun. Saya sering sekali mengalami tensi drop, sekitar 80/60; kadang 90/60 dst. Pernah konsul ke dokter umum, hanya disarankan makan yang benar dan tidak boleh diet. Saya disuruh makan yang banyak, minum susu dsb. Tetapi tensinya masih juga begitu, malah berat badannya yang naik. Kemudian saya konsul ke dokter yang lain, dokter bilang"tensi rendah merupakan sudah bakatnya, karena usia (saya 42thn) dan kelelahan. Perlu diketahui setelah saya sampai di rumah sepulang kerja , maka acaranya ngurus anak2.Nungguin belajar,dll. > Gimana ya menaggulanginya,adakah obat/vit atau apa untuk menolong kalau saya pas tensinya drop, karena kadang2 sampai kepala rasanya memar kaya habis kena getok., dan semua yagn saya lihat rasanya muter. > Terimakasih. >

