Saya koq agak tidak percaya ya..
Alasannya adalah karena tidak ada yang menjamin kebenaran dari isi email ini.
 
Malah saya pikir ini adalah salah satu bentuk promosi negatif dari buku 
tersebut  
dengan memanfaatkan ketakutan orang lain. 
 
 
Salam,
Bie
 
 
----- Original Message ----- 
  From:   cie 
  To: [email protected]   
  Cc: [EMAIL PROTECTED]   
  Sent: Wednesday, March 05, 2008 10:15   AM
  Subject: [Dokter Umum] Vaksin penyebab   Autis
  

        
DEAR ALL...

BENER GAK SIH?? ini saya copy dari milis sebelah, mohon   tanggapanya, 
karena saya sendiri punya baby 6 bln dan sudah mendapat   imunisasi hepatitis b 
sebanyak 3X

Rgds

lady's mom 

Vaksin   penyebab Autis

Bisa di share kepada yang masih punya anak kecil supaya   ber-hati2
... ..... Setelah kesibukan yang menyita waktu, baru sekarang   saya bisa
dapat waktu luang membaca buku "Children with Starving   Brains"
karangan Jaquelyn McCandless , MD yang diterjemahkan   dan
diterbitkan oleh Grasindo.

Ternyata buku yang saya beli di toko   buku Gramedia seharga Rp.
50,000,- itu benar-benar membuka mata saya, dan   sayang, sayang sekali
baru terbit setelah anak saya Joey (27 bln)   didiagnosa mengidap Autisme
Spectrum Disorder.

Bagian satu, bab 3,   dari buku itu benar-benar membuat saya
menangis. Selama 6 bulan pertama   hidupnya (Agustus 2001 - Februari
2002), Joey memperoleh 3 kali suntikan   vaksin Hepatitis B, dan 3 kali
suntikan vaksin HiB. Menurut buku tersebut   (halaman 54 - 55) ternyata
dua macam vaksin yang diterima anak saya dalam 6   bulan pertama hidupnya
itu positif mengandung zat pengawet Thimerosal, yang   terdiri dari
Etilmerkuri yang menjadi penyebab utama sindrom Autisme   Spectrum
Disorder yang meledak pada sejak awal tahun 1990 an. Vaksin   yang
mengandung Thimerosal itu sendiri sudah dilarang di Amerika sejak   akir
tahun 2001.Alangkah sedihnya saya, anak yang saya tunggu   kehadirannya
selama 6 tahun, dilahirkan dan divaksinasi di sebuah   rumahsakit besar
yang bagus, terkenal, dan mahal di Karawaci Tangerang,   dengan harapan
memperoleh treatment yang terbaik, ternyata malah "diracuni"   oleh
Mercuri dengan selubung vaksinasi. Beruntung saya masih bisa memberi   ASI
sampai sekarang, sehingga Joey tidak menderita Autisme yang   parah.
Tetapi tetap saja, sampai sekarang dia belum bicara, harus diet   pantang
gluten dan casein, harus terapi ABA , Okupasi, dan nampaknya   harus
dibarengi dengan diet supplemen yang keseluruhannya sangat   besar
biayanya.Melalui e-mail ini saya hanya ingin menghimbau para dokter   anak
di Indonesia, para pejabat di Departemen Kesehatan, tolonglah baca   buku
tersebut diatas itu, dan tolong musnahkan semua vaksin yang   masih
mengandung Thimerosal. Jangan sampai (dan bukan tidak mungkin   sudah
terjadi) sisa stok yang tidak habis di Amerika Serikat tersebut   diekspor
dengan harga murah ke Indonesia dan dikampanyekan sampai   ke
puskesmas-puskesmas seperti contohnya vaksin Hepatitis B, yang   sekarang
sedang giat-giatnya dikampanyekan sampai ke pedesaan. Kepada para   orang
tua dan calon orang tua, marilah kita bersikap proaktif, dan   assertif
dengan menolak vaksin yang mengandung Thimerosal tersebut,   cobalah
bernegosiasi dengan dokter anak kita, minta vaksin Hepatitis B dan   HiB
yang tidak mengandung Thimerosal.

Juga tolong e-mail ini   diteruskan kepada mereka yang akan menjadi
orang tua, agar tidak mengalami   nasib yang sama seperti saya. Sekali
lagi, jangan sampai kita kehilangan   satu generasi anak-anak penerus
bangsa, apalagi jika mereka datang dari   keluarga yang berpenghasilan
rendah yang untuk makan saja sulit apalagi   untuk membiayai biaya terapi
supplemen, terapi ABA , Okupasi, dokter ahli   Autisme (yang daftar
tunggunya sampai berbulan-bulan) , yang besarnya   sampai jutaaan Rupiah
perbulannya.

Terakhir, mohon doanya untuk Joey   dan ratusan, bahkan ribuan
teman- teman senasibnya di Indonesia yang   sekarang sedang berjuang
membebaskan diri dari belenggu   Autisme.

"Let's share with others... Show them that WE   care

[Non-text portions of this message have been   removed]


Kirim email ke