Yupe..saya setuju dgn TS Arif Koerniawan, kebetulan saya juga bekerja di sarana 
rawat inap 
Dan bbrp kali juga menemukan kasus yang saya duga Encephalitis (Viral 
Encephalitis), walaupun kasus yg saya pegang  belum ada yang mengarah ke 
kematian, tapi semuanya membutuhkan perawatan di ICU bbrp hari dan ada satu 
kasus dgn Squele (kebetulan anak 5 tahunan) yg akhirnya tjd permanent brain 
damage dgn kelumpuhan salah satu anggota gerak.
Patut juga diwaspadai Campak...kadang2 campak bisa menjadi mimpi buruk bagi 
kita bila sudah ada tanda2 penurunan kesadaran.

Salam

Krist Wibowo

--- On Thu, 8/14/08, Arif Koerniawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Arif Koerniawan <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [Dokter Umum] Apakah ada sejawat yang mengalami kasus seperti ini ?
To: [email protected]
Date: Thursday, August 14, 2008, 3:19 AM

Salam sibijaksana,
 Karena saya bekerja di rumah sakit, saya cukup sering menjumpai kasus spt ini.
 Kasus ini mengarah ke meningoenchephaliti s, dimana awalnya demam, kemudian 
mencret, terus kejang disertai penurunan kesadaran. Meningoencephalitis memang 
mempunyai angka kematian yg tinggi.
 Kita sbg lini pertama kesehatan harus mewanti2 orang tua yg anak/bayinya 
menderita demam disertai mencret untuk mengantisipasi keadaan yg memburuk spt 
kasus diatas. Terima kasih.

 Salam,
 Arif

  ---- Original message ---- 
 From: sibijaksana <sibijaksana@ yahoo.com>
 Sent: 14 Aug 2008 08:49 +00:00
 To:  <dokter_umum@ yahoogroups. com>
 Subject: [Dokter Umum] Apakah ada sejawat yang mengalami kasus seperti ini ?

 TS yth,

 Akhir-akhir ini, beberapa rekan sejawat telah melaporkan adanya 
 peningkatan kasus kematian mendadak yang tidak dapat diidentifikasi 
 dengan jelas penyebabnya.
 Apakah diantara sejawat ada juga yang mengalami kasus serupa ( 
 hampir sama ? ).

 Kejadiannya begini :
 -      Pasien ( biasanya anak-anak / dewasa muda ) datang ke klinik 
 atau rumah sakit dalam keadaan jelek ( dengan berbagai variasi ), 
 seperti penurunan kesadaran, kejang, semi syok ataupun henti nafas. 
 -      Dari anamnesa di dapat, bahwa si sakit sebelumnya hanya 
 menderita diare beberapa hari, disertai demam, dan masih dapat 
 bermain-main/ beraktivitas seperti biasa. Tanpa tanda-tanda lainnya 
 yang spesifik.
 -      Sesudah 2-3 hari, tiba-tiba keadaan menjadi jelek.
 -      Dan bila dilakukan pemeriksaan laboratorium, hanya ditemukan 
 adanya tanda-tanda infeksi yang tidak terlalu spesifik.
 -      Perawatan intensif yang diberikan, tidak memberikan hasil 
 yang berarti dan pasien kemudian meninggal dengan sukses tanpa 
 diketahui penyebabnya.
 -      Dan ada juga yang meninggal di rumah sesudah minum obat yang 
 diberikan oleh dokternya.  Karena ketika berobat ke poliklinik / 
 puskesmas/ rumah sakit ataupun dokter praktek sore dikatakan tidak 
 apa-apa, hanya infeksi biasa dan diberikan obat-obatan sesuai 
 indikasi.

 Mohon informasi atau sharingnya, karena hal ini tampaknya semakin 
 meningkat dari hari ke hari. Dan tentunya juga mengancam 
 kelangsungan profesi sejawat dokter yang berpraktek. Bagaimana tidak 
 berbahaya, karena ketika kita memeriksa pasien masih tampak baik-
 baik, tetapi setelah meminum obat yang kita berikan, bukannya 
 bertambah baik  tetapi menjadi bertambah jelek  malah langsung 
 meninggal.

 Kalau ada sejawat yang mengalami kasus ini / ataupun mendengarnya 
 dari lingkungan kerja sejawat, kami mohon bantuan partisipasinya.

 Mudah-mudahan kita dapat segera bertukar informasi.

 Salam sejawat.





 ---- 
Sent using a Sony Ericsson mobile phone
              


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke