selamat sore Albert, mau koreksi ahh,,.. sebenarnya bukan Test Mantuk , tapi Test Mantoux, yaitu suntikan yg mengandung bagian dari kuman TBC yg sudah dimatikan, untuk disuntik bawah kulit di lengan depan-bawah bagian yg menghadap telapak tangan. Bila pernah terinfeksi kuman TBC, maka kulitnya menjadi merah dan sedikit bengkak sebesar kira2 2 cm diameter atau lebih.
nah mengenai kasus Anda untuk pencegahannya maupun langkah2x pengobatannya,,..?? wah klo pengobatannya harus d pantau langsung oleh dokter, karena dosisnya harus di sesuaikan dengan si pasien. Apabila pasien yang tidak menerima pengobatan, mengalami penurunan daya tahan tubuh maka latent tuberculosis akan berkembang menjadi active tuberculosis. Active tuberculosis adalah kondisi di mana sistem imun tubuh tidak mampu untuk melawan bakteri tuberculosis yang terdapat dalam tubuh, sehingga menimbulkan infeksi terutama pada bagian paru-paru. Gejala untuk active tuberculosis meliputi : 1. Batuk berkepanjangan selama 3 minggu atau lebih. 2. Nyeri pada bagian dada. 3. Batuk berdahak atau berdarah. 4. Penurunan berat badan. 5. Demam, menggigil, dan berkeringat pada malam hari. 6. Kelelahan dan kehilangan selera makan. Diagnosis untuk TBC dapat dilakukan dengan Tuberculin test dan Uji mikrobiologi. Sasaran untuk terapi TBC adalah pada bakteri Mycobaterium tuberculosis dan pada sistem imun tubuh. Tujuan terapi untuk TBC adalah sedapat mungkin bersifat preventif atau pencegahan timbulnya infeksi oleh Mycobacterium tuberculosis dan bila telah terjadi infeksi maka menghilangkan gejala TBC, mencegah keparahan, dan sembuh. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk terapi TBC adalah : 1. Penggunaan vaksin BCG (bacille Calmette -Guerin). 2. Pengobatan pada pasien latent tuberculosis. 3. Pengobatan pada pasien active tuberculosis dengan menggunakan antibiotik (isoniazid, rifampin, dsb) selama kurang lebih 6 bulan. Terdapat dua macam sifat/aktifitas obat terhadap tuberkolosis yaitu 1. Aktifitas bakteritis Disini obat bersifat membunuh kuman-kuman yang sedang tumbuh (metabolismenya masih aktif).Aktivitas bakteritis biasanya diukur dari kecepatan obat tersebut membunuh atau melenyapkan kuman shingga pada pembiakan akan didapatkan hasil yang negative (2 bulan dari permulaan pengobatan) 2. Aktivitas seterrilisasi Disini obat bersifat membunuh kuman-kuman yang pertumbuhanya lambat (metabolismenya kurang aktif). Aktifitas seterilisasi diukur dari angka kekanbuhan setelah pengobatan dihentikan. sekian dari sa cheers, irma On Mon, 2008-10-20 at 00:02 -0700, albert batubara wrote: > Anak kami 3 orang (4.5thn),(2.7thn),(10bln)..1-2 bulan terakhir ini > sering terkena batuk & pilek,memang setelah ke dokter berapa lama > kemudian sembuh. Biasanya satu sakit pasti semuanya kena. > Atas saran dokter diminta untuk foto rontgen dan test darah. Dari > hasil diagnosis, dokter menyimpulkan ketiga anak saya terkena TBC > dengan kondisi anak pertama dan ketiga sudah terkena flek hitam > sedangkan yang nomer 2 baru radang paru-paru. Dokter menyarankan > sebelum terapi selama 6bln – 1thn akan dilakukan test mantuk(?) untuk > lebih memastikan lagi. Dokter curiga anak-anak terkena dari > ibunya,padahal selama ini kondisi ibu sangat baik dan tidak punya > keluhan sakit sama sekali sedangkan saya karena tuntutan pekerjaan > lebih sering di luar kota. > Anak pertama saya memang terlihat kurus,beratnya kurang lebih 15 kg > padahal ketiga anak saya lahir dengan berat badan yang baik > (4kg),(3.9kg),(3,6kg). > Mungkin rekan-rekan ada yang punya masalah seperti saya atau dokter > bisa membantu memberikan penjelasan lebih dalam mengenai kasus saya di > atas baik untuk pencegahan maupun langkah pengobatan. Atas informasi > dan bantuannya saya ucapkan terimakasih. > > A.B > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > > > >

