Sayangnya, kita maunya bicara prestasi... Bekerja tulus ikhlas itu jelas sangat 
penting, tapi tidak cukup menurut saya. Idealisme butuh modal. Tidak masuk 
akal dosen/guru diminta fokus ke dunia pendidikan selama mereka masih harus 
berpikir urusan dapur, misalnya. Aneh rasanya para dosen/peneliti diminta untuk 
meningkatkan jumlah publikasi di jurnal internasional kalau dana dan alat untuk 
melakukan penelitian yang bermutu tidak ada (memangnya gampang publish di 
jurnal internasional yg bermutu?). Guru dan dosen dituntut selalu meng-update 
ilmunya, lha memang langganan jurnal bagus tidak bayar? Buku bagus tidak mahal? 
Langganan internet tidak pakai duit? Ini hanya sekedar contoh.
 
Ya ada memang yang sanggup berprestasi meski dihimpit berbagai macam kesulitan. 
Tapi kita bicara masalah nasional, bukan prestasi individual. Kenapa yang 
otaknya cerdas jarang mau masuk fakultas keguruan, misalnya, ya karena insentif 
di dunia keguruan tidak semenarik di dunia IT, kedokteran, ekonomi, hukum, dst. 
Padahal kualitas seorang guru, sedkit banyak mempengaruhi kualitas muridnya. 
Sekarang banyak sekali dosen2 yang cerdas lebih memilih bekerja di luar negeri 
karena lingkungannya kurang mendukung. Kalau seperti ini terus, kapan kita mau 
bicara prestasi? 
 
Kalau semua cuek seperti ini, saya khawatir sekali dengan kemajuan pendidikan 
nasional kita dalam jangka panjang. Betul sesuai sindiran Pak Dendi, guru/dosen 
kan harus urip sakmadya....hehehe... Yang namanya guru/dosen itu pekerjaan 
untuk mengabdi, jadi jangan berharap kehidupan yang layak....Jangan pernah 
berharap punya gaji yang cukup, karena guru/dosen kan pahalanya besar, jadi 
gaji tidak cukup tidak apa-apa, toh namanya juga mengabdi.....Lagipula buat apa 
gaji dinaikkan? Para guru/dosen hanya mengejar pahala, bukan upah berupa 
duit....Guru/dosen itu harus prihatin....kalau tidak mau hidup prihatin, ya 
siapa suruh jadi guru atau dosen? *senyum prihatin*
Anggaran pendidikan naik? Ah, ngapain naik, toh meskipun diberi jatah anggaran 
mepet, mereka akan tetap bekerja tulus ikhlas untuk memberikan yang terbaik 
bagi nusa dan bangsa....mereka sendiri juga tidak peduli kok naik atau 
tidak....jadi tidak usah naik saja...
...
hmm...anyway, kenapa juga peduli dengan pendidikan nasional? *tersenyum kecut*
 
-afie-
dosen yang juga anak dosen/guru


--- On Sun, 7/20/08, dewi yanti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: dewi yanti <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [dp] Depdiknas Belum Mampu Kelola Anggaran Pendidikan
To: [email protected]
Cc: "Friendster dewi" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sunday, July 20, 2008, 7:13 PM








gini aja mau anggarannya naik kek enggak kek... nga penting... yang penting 
adalah bagaimana kita berbuat yang terbaik bagi nusa dan bangsa ini melalui 
dunia pendidikan,. .. ya... misalnya mengajar dengan tulus n ikhlas.... karena 
upah yang sesungguhnya itu bukanlah uang tapi pahala dari yang diatas... nga 
bakalan habis... malahan bertambah... . ok....

. 
 














      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/dosen-peneliti/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/dosen-peneliti/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke