|
-----Original
Message----- Dear cosmoners, Saya ingin menceritakan
apa yang dialami guru agama saya saat melahirkan pada hari Jum'at lalu
(23/7) di RS Husada. Guru agama saya, yaitu
pasangan suami-istri (sebut saja HR dan ER) sedang menantikan kelahiran anak
pertama mereka. Jum'at pagi, mereka berada di rumah sakit karena ER mulai
merasa akan melahirkan. Siang harinya, dokter yang menanggani ER (salah satu
dokter terkenal, tidak perlu disebutkan namanya) datang mengontrol, dan
mengatakan 'tenang saja, masih belum saatnya' walaupun ER sudah
merasakan sakit perut. Kemudian dokter tersebut pergi (sepertinya praktek di
tempat lain) dan hanya mengontrol lewat telepon, ketika disuruh datang, tidak
muncul-muncul. Karena melihat istrinya
semakin sakit, HR menelpon dokter tersebut untuk datang, meminta untuk
di-caesar saja. Tetapi dokternya mengatakan 'tenang saja, istri anda
cukup sehat untuk melahirkan secara normal' Sebelumnya (pada
check-up), mereka pernah meminta untuk di-caesar, karena ER hanya mempunyai 1
ginjal, tetapi dokternya bilang bahwa kondisi tubuh ER sangat sehat, jadi tidak
perlu di-caesar. Tentu semua wanita ingin melahirkan secara normal. Akhirnya pada sore
harinya, ER merasakan sakit yang luar biasa dan tidak tahan lagi, dan minta
di-caesar, tetapi dokter yang tidak ditempat itu melalui telepon mengatakan
'itu hal yang biasa, tenang saja'. Pada saat itu air ketubannya
sudah pecah. Kemudian suster datang
ingin memberikan sebuah suntikan. Tentu saja dengan rasa tidak yakin HR dan ER
menolak untuk disuntik. Tetapi menurut suster ini prosedur yang harus dilakukan
dan akan membantu kelahiran. Lalu ER disuntik, hanya beberapa saat setelah
disuntik, sekujur tubuhnya mulai kejang-kejang, membengkak dan membiru. ER
berteriak-teriak jantungnya sakit, lalu tiba-tiba diam tidak bergerak, sang
suami HR langsung histeris, dan berteriak meminta pertolongan yang tanpa
disadarinya ER, istrinya telah meninggal dunia. Sekarang anaknya masih di
ruang ICU, dalam kondisi paru-paru yang tidak berfungsi. Sampai saat ini dokter
tersebut tidak dapat dihubungi untuk diminta pertanggung-jawabannya, ntah kabur
atau apa... So, sebaiknya hati-hati
saat memilih dokter kandungan, kejadian dokter yang datang terlambat saat akan
melahirkan mungkin sudah sering didengar, tetapi jangan sampai merenggut jiwa
manusia. Hati-hati saat akan disuntik saat melahirkan, sebaiknya ajak seseorang
yang berpengalaman (atau pernah melahirkan) agar tahu apakah suntikan atau obat
(mungkin) benar-benar harus digunakan. Dokter yang terkenal tidak
menjamin keselamatan, yang diperlukan dokter yang bertanggung jawab. Thanks Bu Mod, udah
diposting... -mew- -- http://ketawa.com/
Yahoo! Groups Links
|
