Haezerian,
Mari membaca lagi, nih! Judulnya diganti, biar lebih akurat. Point penting bahwa ada masukan untuk dept. litbang
bonniemanuputty <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
bonniemanuputty <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Date: Tue, 07 Dec 2004 11:13:11 -0000
From: "bonniemanuputty" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Fwd: Masukan buat Dep. Litbang GPIB
--- In [EMAIL PROTECTED], "argopandoyo tri hanggono,"
<[EMAIL PROTECTED]>wrote:
Salam Dalam Kasih Tuhan,
Aduuuh.... Bagaimana mungkin... GPIB yang dipercayakan PGIW Jakarta,
dgn bantuan GKI dan GBI mempertunjukan cara kerja yang miskordinasi
dari sebuah organisasi gereja yang terkenal dengan kedisiplinan dalam
melayani masyarakat bagi Tuhan... banyak bekas tentaranya lagi...
Semua orang gpib bisa menutupi dengan banyak cara dan tulisan yang
bagus-bagus, tapi kalangan pers tidak bisa menutup mata atas kesan
ketidak-welcome-an panitia dengan masyarakat pers (yang kebetulan
bersama dgn saya, Gatra, Heart FM, Suara Pembaruan, Bahana,
Victorius, dan Reformata). Belum lagi dari media lokal Bogor, Spt
radar Bogor, Metropolitan Bogor atau bahkan Kompas, Indosiar, El
shinta dll...
Panitia Tidak Terkoordinasi
JAKARTA - Suksesnya penyelenggaraan Sidang Raya Persekutuan Gereja-
gereja di Indonesia (SR-PGI) XIV di Villa Kinasih Cemerlang,
Cicaringin, Bogor pada tanggal 29 November hingga 4 Desember 2004
yang lalu tercoreng, akibat panitia pelaksana yang tidak kompak dan
tidak adanya koordinasi antara bidang-bidang dalam kepanitiaan itu.
Mulai dari nama-nama panitia yang tidak sesuai dengan buku yang
tertulis pada Buku Panduan SR PGI XIV 2004.
Ketidak kompakan yang ditunjukan oleh panitia ini sungguh melunturkan
kesan akan keseriusan dan kemampuan Gereja Protestan di indonesia
bagian Barat (GPIB) yang dipercayakan untuk mengkoordinasi panitia
pelaksana dengan bantuan Gereja Kristen Indonesia (GKI) dan Gereja
Bethel Indonesia (GBI).
Sejak hari pertama diselenggarakan acara sidang raya bertaraf
nasional itu cenderung menampakan ketidakbecusan para pelaksana. Meja
pendaftaran yang dikisahkan seorang wartawan dalam surat kabarnya,
dilukiskan memiliki jarak yang sangat berjauhan dengan gedung utama
sidang.
Memang aneh juga, acara persidangan yang tampak berjalan mulus dan
menghasilkan keputusan bagi gereja-gereja dan bangsa di Indonesia
itu, lagi-lagi tercoreng karena akibat perlakuan panitia pada
kalangan pers. SR PGI XIV ini memunculkan kesan yang menutupi setiap
keputusan-keputusan sidang. Bayangkan, penyelenggaraan acara bertaraf
nasional seperti itu, sama sekali tidak menyediakan media center,
yang akan mempermudah para wartawan yang meliput kegiatan tersebut
dalam menginformasikan kepada masyarakat.
Selain tidak adanya media center, para wartawan juga tidak pernah
diberikan press realease, yang berkaitan dengan keputusan-keputusan
yang diambil ditiap-tiap sidang. Dan hal ini menandakan keberadaan
PGI yang sangat eksklusif bagi orang-orang Indonesia. Yang
mengherankan lagi, Id pass (tanda pengenal ijin liputan) yang
diberikan tiap media oleh Koordinator Keamanan Hendrik Lokra, hanya
satu untuk satu media. Jadi bila wartawan yang berpasangan dengan
wartawan fotonya, hanya wartawan atau wartawan fotonya yang
mengenakan id pass tersebut.
Tapi yang lucunya, hal itu tidak diketahui oleh pelaksana keamanan
yang lain, juga bidang-bidang terkait yang lainnya. Hingga pada suatu
ketika, seorang pelaksana keamanan, menggiring salah seorang wartawan
sebuah media yang mengirimkan dua orang pencari berita. Tentu saja,
sang komandan akhirnya "sedikit berdiskusi" dengan anak buahnya, di
depan wartawan yang masih tersenyum-senyum.
Hal ketidak kompakkan dan tidak adanya koordinasi yang baik sungguh
sangat memperburuk citra dari kinerja gereja-gereja yang tergabung
sebagai panitia penyelenggara dimata masyarakat. Kemampuan untuk
sehati dan sepikir dalam perwujudan pada pelayanan selanjutnya tentu
perlu lebih dipertimbangkan.
===== Kiranya litbang mau memperbaiki kinerja yang seperti ini...
supaya GPIB tidak lagi jadi pergunjingan media non PGI bahkan
sekularian.
--argopandoyo-petani yahya jakarta-Op:+62215637444Cp:+62818153297--
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - Find what you need with new enhanced search. Learn
more.
--- End forwarded message ---
Bonnie Manuputty
Sekpel Diaspora
0856 783 1271
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - Helps protect you from nasty viruses.
================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================
| Yahoo! Groups Sponsor | |
|
|
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/eben-net/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
