----- Original Message -----
From: shovie
Sent: Tuesday, December 07, 2004 10:41 PM
Subject: Modus Kejahatan Taksi Dalam Kota yang Baru

 

 

Cho,

Saya ingin sharing pengalaman mengerikan yang dialami oleh saya dengan
keluarga kecil saya semalam waktu naik taksi Prestasi. Ini adalah
pengalaman sendiri, bukan dari e-mail2 yang di-forward oleh pihak
lain. Saya bersedia dikonfirmasi ulang seputar kejadian tersebut.

Ceritanya begini:
Saat akan pulang ke rumahku di wilayah Cengkareng dari rumah orang tua
istriku pada kemarin malam (Minggu,
28 November 2004), seperti biasa
saya selalu harus mencegat taksi sendiri di Jalan Pemuda, karena
wilayah tempat tinggal mertua saya memang agak sedikit masuk ke daerah
perkampungan sehingga taksi tidak mungkin mampir ke dalam (tapi
jalanannya cukup luas untuk dilalui oleh satu mobil). Istri dan anak
saya yang baru berusia hampir 4 bulan saya suruh tunggu di dalam rumah
karena udara malam memang tidak baik untuk kesehatan bayi.

Setelah menunggu lebih dari setengah jam karena taksi yang lewat
selalu penuh (saya selalu mencegat taksi dari Blue Bird Groups atau
Kosti). Akhirnya dari kejauhan saya melihat ada sebuah taksi yang
memiliki lambang pada lampu atas dan warna yang sama dengan taksi dari
Grup Pusaka, dan mobilnya pun Toyota Limo keluaran terakhir. Saya
yakin sekali dengan penglihatan saya karena di depan taksi tersebut
tidak ada kendaraan lain yang menghalangi pandangan saya.

Tapi saat taksi tersebut mendekat hingga berjarak kurang lebih 10
meter, barulah saya sadar bahwa lambang di atasnya ternyata sedikit
berbeda dengan taksi langganan saya tersebut. Dan setelah benar-benar
berhenti, saya baru menyadari bahwa itu adalah taksi Prestasi dari
tulisan yang terdapat pada pintu mobil bagian depan (dan nama
perusahaan taksinya memang hanya ada di situ). Nomor induk taksinya
masih saya ingat, yaitu: 5757.

Logo perusahaan taksi langganan saya adalah belah ketupat dengan bulat
globe bergaris-garis di tengahnya (seperti pada gambar terlampir).
Taksi yang saya hentikan tersebut memiliki bentuk belah ketupat dan
warna yang sama persis dengan taksi langganan saya tersebut. Yang
berbeda adalah pada gambar globe bulatnya sedikit lonjong dan
menyerupai huruf 'P' dan juga memiliki garis-garis yang sama dengan
taksi langganan saya tersebut.

Bayangkan, saya yang sudah bertahun-tahun menggunakan jasa angkutan
taksi dari Blue Bird Groups masih bisa terkecoh oleh kemiripan symbol
pada lampu taksi, dan harus menunggu sampai taksinya berjarak 10 meter
untuk menyadari perbedaan pada symbol tersebut.

Singkat cerita, karena sudah terlanjur menghentikan taksi tersebut dan
saya sudah lama menunggu, akhirnya saya memutuskan untuk naik taksi
tersebut untuk menjemput istri dan anak saya yang sudah lama menunggu
di rumah orang tuanya. Supir taksi tersebut menyetujui arah tujuan
yang saya sebutkan.

Setelah menjemput istri dan anak saya (pembantu saya juga ikut),
kemudian taksi keluar dari komplek perkampungan tersebut. Saat
mencapai Jalan Pemuda kembali, saya memberi petunjuk arah yang harus
ditempuh (biasanya saya tidak lewat tol karena selain lebih mahal,
waktunya pun lebih lama). Supir taksi tersebut kemudian mengatakan
bahwa jalan yang saya usulkan tersebut dan jalan alternatif lainnya
macet total sehabis hujan, dan dia mengaku baru saja lewat sana. Dia
mengusulkan untuk lewat tol saja, dan mengatakan tidak akan
mengantarkan kami bila tidak lewat tol (perlu diketahui, sopir taksi
tersebut tidak memasang namanya di dashboard mobilnya seperti layaknya
sopir taksi dari perusahaan lainnya).

Karena kami yakin bahwa jalur yang kami tunjuk tidak memiliki hambatan
kemacetan yang berarti, maka kami tetap bersikukuh untuk mengambil
jalur tersebut. Namun karena sopir taksi tersebut tetap ngotot mau
lewat tol, kami memutuskan untuk turun di pinggir jalan saja dan
membatalkan niat untuk taksi tersebut.

Kami turun di pinggir jalan (masih di Jalan Pemuda), dan saya pun
membayar tarif yang tertera pada argo tersebut (masih kilometer
pertama). Saat menutup pintu taksi dan berjalan menjauhi taksi
tersebut, sopir taksi Prestasi tersebut ikut turun dan mulai
memaki-maki saya di depan umum (saat itu jalanan sepi, tapi ada
segelintir orang yang menunggu di halte dan berjalan lewat). Katanya
saya membayar ongkos dengan tangan kiri dan membanting pintu saat
menutup pintu. Saya yakin sekali bahwa saya menggunakan tangan kanan
untuk membayar ongkos taksinya dan pintunya pun saya tutup dengan
hanya sedikit mendorong. Tapi kita semua tahu bahwa pintu mobil yang
masih baru memang sering menutup dengan kencang karena mekanisme
pernya yang masih bagus.

Dari gelagatnya sepertinya sopir taksi tersebut memang berniat membuat
keributan dengan mencoba menjelek-jelek kami yang batal menaiki
taksinya. Bila tidak dicegah oleh istri saya yang masih menggendong
anak kami, tidak tertutup kemungkinan akan terjadi bentrok fisik. Dan
sepertinya bentrok fisik itu yang diincar oleh sopir taksi tersebut
karena dia terus memaki-maki saya, bahkan sampai membawa-bawa masalah
etnis.

Mungkin karena tidak berhasil memanas-manasi saya, akhirnya sopir
taksi itu kembali ke mobilnya dan terus melaju pergi.

Setelah berhasil menenangkan diri, kebetulan ada sebuah taksi
langganan kami melintas di hadapan kami. Kami langsung men-stop taksi
tersebut dan taksi tersebut langsung berjalan menuju arah dan tujuan
kami tanpa komentar.

Saat menceritakan pengalaman kami barusan, sopir taksi Blue Bird
tersebut langsung menimpali dengan perkataan yang membuat kami
berpikir. Ternyata ini adalah modus operandi kejahatan taksi yang
baru!

Bila saja kami menyetujui sopir taksi Prestasi tersebut untuk lewat
tol, maka tidak tertutup kemungkinan dia akan mematikan argonya selama
di tol dengan mengaku bahwa argonya rusak, dan kemudian meminta kami
untuk menyetujui tarif yang ditawarkan atau kami akan diturunkan di
tengah-tengah jalan tol! Atau bahkan lebih buruk lagi, kami bisa saja
diculik dan diajak berputar-putar, dan melalui radio panggilnya, sopir
taksi tersebut bisa saja mengontak teman-temannya untuk mendukung
kejahatannya (dan itu mungkin yang akan dilakukannya bila terjadi
keributan seperti yang saya paparkan di atas).

Modus operandi yang saya sebutkan di atas selama ini menimpa para
penumpang taksi yang naik dari Bandar Udara Soekarno-Hatta (pura-pura
argonya rusak dan menaikkan tarif setelah mencapai jalan tol). Tapi
tidak diduga modus tersebut sudah mulai diterapkan di jalanan ibukota.

Tapi dari semua kejadian perampokan yang diotaki oleh sopir taksi,
yang patut kita amini bersama adalah kejahatan bukanlah
diorganisasikan oleh perusahaan penyedian jasa layanan angkutan taksi
tersebut, tapi melainkan dari orang yang berada dibalik setir mobil
taksi tersebut.

Mekanisme 'sopir batangan' dan 'sopir tembak' yang dianut oleh hampir
semua pengemudi angkutan umum di Indonesia (bukan hanya di Jakarta)
kini sudah menjurus ke tindak kriminal fisik, terutama kejahatan yang
dilakukan oleh sopir taksi seperti yang saya sebutkan di atas. Itu
yang sudah sepantasnya disikapi oleh para petinggi kita di DPRD DKI
Jakarta umumnya dan Kanwil Dept. Perhubungan khususnya (mungkin juga
Pimprop DKI Jakarta).

Saya bersyukur bahwa saya dan keluarga belum pernah menemukan bukti
bahwa mekanisme tersebut dianut oleh para pengemudi taksi dari Blue
Bird Groups dan Kosti.

Namun untuk kenyamanan kita semua bersama, ada baiknya dari pihak Blue
Bird Groups juga mengambil tindakan hukum yang melarang penyedia jasa
angkutan taksi selain dari Blue Bird Groups untuk menggunakan atribut
taksi yang mirip dan menyerupai taksi dari Blue Bird Groups tersebut.
Sebut saja nama beberapa perusahaan seperti: Taksi Sepakat, Simpati,
dan terakhir Prestasi yang mulai menggunakan atribut menyerupai taksi
Pusaka dari Blue Bird Groups tersebut (dari ketiga perusahaan
tersebut, yang paling mirip justru adalah yang paling bermasalah:
taksi Prestasi).

BTW, untuk informasi tambahan, malam itu kami sekeluarga berhasil tiba
dengan selamat di rumah tanpa kekurangan sesuatu apapun. Dan jalur
yang kami tempuh sesuai harapan kami tidak mengalami kemacetan seperti
yang dikatakan oleh sopir taksi Prestasi tersebut.

Untuk informasi mengenai atribut taksi dari Blue Bird Groups yang
benar dapat diakses pada URL di bawah ini:
http://www.bluebirdgroup.com/taxis_in_jakarta.html


Salam,
Ronny & kel.


Do you Yahoo!?
Take Yahoo! Mail with you! Get it on your mobile phone.



================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke