Dear Haezerian,
 
Berikut artikel yang menarik...
Talking about teologi kemakmuran...
Talking about hadirat Allah...
Talking about kesaksian...
 
Enjoy
 

Bonnie Manuputty <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Date: Thu, 9 Dec 2004 05:12:11 +0000 (GMT)
From: Bonnie Manuputty <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Fwd: [i-kan-binaguru] Kunci Sukses Gereja di China
To: Bonnie Manuputty <[EMAIL PROTECTED]>



Fifi Christiany <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Subject: [i-kan-binaguru] Kunci Sukses Gereja di China
Date: Wed, 08 Dec 2004 17:52:44 -0800
From: "Fifi Christiany" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "Diskusi e-BinaGuru" <[EMAIL PROTECTED]>

>()< >()< >()< >()< >()< >()< >()< >()< >()< >()<
---------------------------------------------------------------------
e-BinaGuru -- MILIS DISKUSI PARA PELAYAN ANAK DAN GURU SEKOLAH MINGGU
---------------------------------------------------------------------
>()< >()< >()< >()< >()< >()< >()< >()< >()< >()<


Kunci Sukses > Gereja di China


> Suatu hari, saya pulang dari gereja. Di jalan saya ngobrol dengan
> teman-teman saya. Topik kita, apa bedanya gereja di China dengan gereja di
> Indo?!
>
> Di China saya beribadah di 1 gereja kecil tapi punya iman sangat besar.
> Punya iman yang bisa mengoncang surga. Tempat ibadah kita itu sempit
> sekali. kita harus duduk berdesak-desakan. Malahan sering banget saya
> kebagian tempat duduk persis di sebelah WC. Gereja saya ngga punya band.
> Kita cuman kebaktian pake piano. Yang maen piano juga biasa aja. Pemimpin
> pujiannya juga orang-orang biasa. Ada kasir rumah sakit, ada guru. Ngga
ada
> yang punya kemampuan MC yang wah ... yang bisa menarik jemaat.
Lagu-lagunya
> juga lagu-lagu biasa. Yang khotbah juga orang-orang biasa. Ngga ada yang
> lulusan STT. Mereka semua orang-orang 'awam'. Ada yang dokter, dosen.
> Pokoknya semua orang biasa.
>
> Tapi guys, suasananya luar biasa. Saya belum pernah di Indo dateng ke 1
> kebaktian yang suasananya bisa menandingi atmosfir penyembahan di gereja
> itu. Begitu jemaat berdiri dan kita nyanyi 1 lagu, suci-suci-suci, hadirat
> Tuhan langsung turun. Begitu pemimpin pujiannya membacakan 1 bagian dari
> mazmur, hati saya bisa langsung nyesss ... seolah-olah Tuhan sendiri yang
> berbicara. Kalau pas pengkhotbahnya yang notabene orang-orang awam
khotbah,
> semua jemaat diam. Saya sendiri bisa terheran-heran, apa yang mereka
> bicarakan, banyak yang saya sudah tau, tapi kalau mereka bicara itu beda.
> Mereka punya kuasa. Mereka tidak khotbah dengan bahasa yang tinggi-tinggi,
> mereka ngga pernah kutip kata-kata orang-orang terkenal, mereka khotbah
> dengan bahasa yang sangat sederhana sehingga saya yang mandarinnya
> pas-pasan
> aja bisa ngerti dengan jelas.
>
> Apa sih yang mereka khotbahkan?!
>
> Berkat?! Kesembuhan?! Bisnis lancar?! NGGA.
>
> Dari minggu ke minggu yang mereka khotbahkan intinya selalu sama.
> PENGABARAN INJIL. Topiknya bisa beda-beda, tapi intinya selalu sama. PI.
> Mereka juga bicara soal kasih Tuhan, soal pengampunan, soal tanggung
jawab,
>
> tapi mereka selalu membawa kepada PI. Berapa banyak orang yang sudah kamu
> bawa kepada Tuhan?! Apa semua keluargamu sudah percaya?!?!
>
> Dan kalau denger kesaksian mereka, saya dan temen-temen saya selalu
> terharu. Kesaksian mereka 'beda' dengan yang kita sebut dengan kesaksian
di
> Indo. biasanya di Indo orang bersaksi, dulu saya sakit. Puji Tuhan
sekarang
> sembuh. Bisnis saya dulu bangkrut, Puji Tuhan sekarang lancar. Tapi di
> China ...
>
> Ada kesaksian tentang seorang anak perempuan. Papa mamanya ngga percaya
> Tuhan. Tiap kali anaknya berdoa selalu diomelin. Kalau di Indo kita pasti
> berharap akhirnya papa mamanya percaya. Memang akhirnya papa mamanya
> percaya. Tapi papa mamanya percaya justru di hari PEMAKAMAN anak perempuan
> itu. Anak itu akhirnya mati karena kecelakaan yang tragis ... menurut kita
> itu ngga happy end ... tapi setelah papa mamanya percaya Tuhan, mereka
> selalu bawa orang ke gereja. Pernah di 1 kebaktian mereka bawa 8 orang!!
> Dan semuanya (8 org itu) percaya Tuhan! Ada kesaksian tentang seorang
> pensiunan kepala sekolah yang akhirnya bertobat. 4 hari sesudah dia
> bertobat, dia bawa 2 orang percaya Tuhan. 6 bulan kemudian, dia buka 1
> persekutuan di rumahnya! Kepala sekolah ini tiap kali baca alkitab pasti
> nangis ... dia menyesal kenapa ngga dari dulu percaya Tuhan!
>
> Ada lagi kesaksian tentang seorang yang bisnisnya bangkrut, karena stress
> dia sakit parah, lalu di rumah sakit dia percaya Tuhan Yesus (kalau di
Indo
> biasanya 'akhirnya happy ending' penyakitnya sembuh, bisnisnya lancar),
> tapi dia ngga. Setelah dia percaya Tuhan Yesus, sakitnya tambah parah.
> Akhirnya ... MATI. Ngga happy end kan?! Itu kan menurut kita ... menurut
> Tuhan itu happy END!
>
> Kesaksian yang laen tentang seorang suami, istrinya meninggal (ngga
> disembuhkan Tuhan loh!) Trus dia malah kesaksian. Selesai kesaksian dia
> nyanyi 1 lagu. You Yi Wei Shen (There's A God).
>
> Guys, can u see the difference?!
> Mereka TIDAK PERNAH MEMIKIRKAN KENYAMAN MEREKA! itu bedanya dengan kita.
> Yang mereka pikirkan itu kemuliaan Tuhan, jiwa-jiwa, bukan bisnis lancar!
> Bukan kesembuhan. Pikiran mereka selalu, gimana caranya supaya ada lebih
> banyak lagi orang yang percaya sama Tuhan.
>
> Fokus dari anak-anak Tuhan di China itu adalah jiwa-jiwa, jiwa jiwa dan
> JIWA-JIWA. Mereka ngga pernah berdoa minta sound system terbaru, mereka
> tidak pernah berdoa untuk mobil pastori yang baru ... boro-boro mikir
> mobil, punya sepeda aje udeh Haleluya Puji Tuhan! yang mereka doakan
> adalah, TUHAN NYATAKAN KEMULIAANMU. Tambahkan jumlah orang-orang yang
> percaya. Kau sudah berkati kami dengan kasih-Mu yang melimpah, kami mau
> orang-orang laen juga percaya, juga menikmati kasih-Mu.
>
> Ngga heran kalau jumlah orang percaya terus bertambah! Karena MEREKA TIDAK
> PERNAH MEMIKIRKAN DIRI SENDIRI. yang mereka pikirkan itu Tuhan! Gimana
> Tuhan ngga mengabulkan doa mereka, kalau mereka meminta apa yang jadi
> kerinduan Tuhan?!
>
> Guys, saya ngga bilang tidak boleh berdoa supaya bisnis lancar, bukan itu.
> tapi kemana fokus hati kita! Berapa sering di Indo kita khotbah soal
PI?!?!
> 1 bulan 1 kali ... itu udeh banyak. Mereka tiap minggu! Dan ngga ada yang
> bosen. Kenapa?! Karena siapa pun yang khotbah, ada kuasa Tuhan yang
> bekerja. Dan banyak yang bertobat.
>
> Hari ini, sebelon selesai kebaktian, ada seorang dokter yang bilang, bahwa
> dia yakin bahwa Tuhan PASTI akan menambah jumlah orang-orang percaya. Dia
> ngga bilang, semoga Tuhan menambah jumlah orang-orang percaya. Atau, Kalau
> Tuhan berkehendak. Dia bilang, Tuhan PASTI. Itu yang saya bilang iman yang
> bisa mengoncang surga. Mereka orang-orang yang sederhana, tapi mereka
> orang-orang yang mengerti hati TUHAN!
>
> Saya sih ngga heran kalau nanti di surga saya melihat ada encim-encim yang
> jualan sayur di pasar punya kedudukannya lebih tinggi daripada banyak
> pendeta. Karena dia mengerti hati Tuhan! Kemana hati Tuhan tertuju!
> Jiwa-jiwa. Itu hati Tuhan.
>
> Di Indo kita ribut soal transformasi ... tapi masalahnya itu ngga akan
bisa
> terjadi kalau orang-orang Kristen di Indo terus bersikap kayak anak-anak
> MANJA, yang cuman peduli dengan kesehatan saya, mobil saya, gereja saya,
> rumah saya, bisnis saya, anjing saya ... saya saya saya dan saya. selama
> gereja cuman peduli dengan KESEJAHTERAAN gerejanya ... non sense. Kalau
> gereja cuman peduli sama nama baik gereja, tata tertib gereja, mobil
> gereja, doktrin gereja, sound system gereja ... pernah ngga sih kita
> berpikir, apa Tuhan seneng denger doa yang isinya cuman berkati saya,
> berkati saya, berkati anjing saya!
>
> guys, GROW UP!! STOP MIKIRIN DIRI SENDIRI. pikirkan orang laen! Pikirkan
> gereja lain. Jangan cuman kebutuhan gerejamu! Pikirkan negaramu, jangan
> cuman dirimu!
>
> Guys, saya dan teman-teman saya di sini berpikir ... kapan yah, kalau kita
> balik ke Indo kita bisa liat gereja-gereja berubah. Ngga saling berantem.
> Ngga saling tuding-tuding, "Sesat loe! Gereja gue paling bener, paling
> sah."
>
> Kapan yah kita bisa liat anak-anak muda di banyak gereja, bisa puji Tuhan
> dengan semangat sekalipun tanpa musik ... kapan yah kita bisa liat
> anak-anak Tuhan di Indo punya semangat yang berkobar-kobar untuk PI ke
> orang-orang di sekelilingnya. Kapan yah kita bisa denger
> kesaksian-kesaksian yang lahir dari kesesakan ... bukan cuman karena dapet
> rejeki nomplok! Ujian lulus! Kapan ya ...
>
> Saya rindu, itu sudah terjadi sebelon Tuhan Yesus datang kembali ...
>
> Grace Suryani
> China, November 2004



Bonnie Manuputty
GPIB Eben Haezer Jakarta
0856 783 1271


Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today! Download Messenger Now


Bonnie Manuputty
Sekpel Diaspora
0856 783 1271


Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - now with 250MB free storage. Learn more.

================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke