Kirim kepada teman2 yang lain, agar lebih waspada.

Khususnya didaerah kejadian dibawah ini.

 

----- Original Message -----

From: Roni

To: redaksi Bisnis

Sent: Tuesday, December 21, 2004 12:57 PM

Subject: beware...

 

 

Waspadalah...

 

Terutama bagi teman-teman yang pulang malam dengan membawa kendaraan. Sepulang kantor semalam, sekitar pukul 10.45, seperti biasa saat menuju lampu merah perempatan slipi saya memilih lajur paling kanan. Ketika lampu mulai berganti merah, saya tidak memaksakan diri dan memilih berhenti di urutan paling depan dari deretan kendaraan.

Di perempatan itu biasanya ada polisi yang bertugas, namun semalam tidak terlihat. Setelah lampu hijau, semua kendaraan termasuk saya mulai bergerak maju, saya sempat melihat ada seorang laki-laki berdiri di pinggir jalan (spt mau menyeberang ke arah gedung JDC). 

Namun, saat posisi mobil mendekat orang itu, tiba-tiba orang itu mengganggu konsentrasi (dengan berlagak ragu-ragu mau menyeberang) lalu menghempaskan tubuhnya tepat di samping hidung kendaraan dan tangannya membanting keras kaca spion dan menggolekkan tubuhnya hingga ke samping bodi kendaraan (seperti orang kena tabrak lari). 

lalu (berpura-pura) kesakitan hingga tiduran di tanah pas dibawah fly over slipi yang gelap. Meski berada di posisi depan, saya yang kaget mulai menghentikan pelan-pelan kendaraan dan menyalakan lampu hazard, sambil membuka kaca dan mengecek mobil dan membenarkan spion yang terlipat. Dari dalam mobil saya tengok kondisi orang tadi, masih terlihat kesakitan, tetapi kendaraan dibelakang saya membunyikan klakson dan pengendara motor melambaikan tangannya meminta saya untuk terus jalan. Firasat saya mengatakan aksi tadi adalah akal-akalan orang itu saja, akhirnya saya jalan lagi. Lagi pula kondisi jalan tidak memungkinkan untuk menepi demi keamanan. Tetapi sampai di apartemen Park Royale Gatot Subroto, saya dipepet oleh Taxi dan orang yang kesakitan tadi meminta saya untuk berhenti. Karena saya tidak merasa salah saya berhenti dan turun. Taxi itu pergi, dan turun dua orang mendatangi saya. Orang yang mengaku saya tabrak itu tidak terluka sama sekali, kecuali pakaiannya yang kumuh.

Ciri-ciri bhw orang itu preman baru terlihat jelas dari pakaiannya yang kumal dan kotor, bersendal jepit, dan rambut yang awut-awutan ditemani seorang laki-laki berwajah sangar. Laki-laki itu dengan mata nanar dan gigi yang tidak terawat membentak-bentak dengan segala alasannya menyalahkan saya yang tidak berhenti saat kejadian.

Saya membalas menegaskan orang itu yang salah karena dari jauh dia berdiri seharusnya sudah tahu saat lampu hijau, tidak memaksakan menyeberang saat semua mobil bergerak maju karena tindakannya membahayakan pengemudi. Dia sepertinya tidak terima dan mengancam ke polisi, namun ketika saya sepakat ke polisi dia mulai mencurigakan karena seperti akan mengeluarkan sesuatu dari balik pakaiannya, sedangkan temannya malah menghadang mobil. Karena khawatir ditodong, saya mengalah dengan mengajaknya damai.

Dia meminta uang untuk pengobatan. Karena tidak luka dan saya mengaku tidak membawa uang, saya berikan Rp30.000 tetapi dia menolak. Akhirnya dia memaksa minta Rp50.000. Akhirnya saya berikan, saya baru masuk mobil sampai kedua orang itu  pergi. Anehnya orang yang tadinya pura-pura jadi korban itu tertawa-tawa dan membagi uang ke temannya. Akhirnya saya jalan lagi dan melaporkan kejadian itu kepada dua polisi bermotor yang sedang istirahat di tepi jalan. Polisi tadi berterima kasih dan mengatakan akan melakukan patroli ke daerah Slipi. 

Di Jakarta, modus operandi berpura-pura menjadi korban tertabrak sudah seringkali terjadi terutama di lokasi yang tidak jauh dengan lampu merah. Waspadalah, dimanapun kawan-kawan berada, terutama di lampu merah. Bagi preman itu, modus operandi itu boleh jadi lebih aman daripada menjadi penjahat kapak merah. Bayangkan, jika dalam sehari dia memperdayai beberapa korban saja maka berapa rupiah dihasilkan preman yang malas bekerja itu dalam sebulannya? Beware...!!!                          

 

Salam,

roy 

 

      

 

               



================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
Children International
Give a Child the gift of Hope this Holiday season
 
Click Here to meet a Boy
And Change His Life
Click Here to meet a Girl
And Give Her Hope are
Learn More


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke