Note: forwarded message attached.
Do you Yahoo!?
Send a seasonal email greeting and help others. Do good.
================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================
| Yahoo! Groups Sponsor | |
|
|
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/eben-net/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
--- Begin Message ---
Empat Pulau Tenggelam di Nias
JAKARTA (Media): Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP)
mengungkapkan bencana alam gelombang tsunami yang melanda Provinsi
Nanggroe Aceh Darussalam, Minggu (26/12), telah menenggelamkan empat
pulau kecil di kawasan Kepulauan Nias, Sumatra Utara.
Sekjen DKP Andin Taryoto di Jakarta, kemarin, menyatakan bahwa empat
pulau yang tenggelam tersebut hingga saat ini belum diketahui apakah
berpenghuni atau tidak.
Oleh karena itu, kata dia, pada Rabu (29/12) tim dari DKP bersama
TNI Angkatan Laut akan menuju Nias untuk membuat pemetaan kondisi
geografis empat pulau yang tenggelam tersebut.
"Dengan pemetaan tersebut akan diketahui dampak ekonomi maupun
politis terhadap tenggelamnya empat pulau tersebut," katanya.
Andin mengakui, DKP selama ini lebih memfokuskan pemetaan terhadap
87 pulau-pulau kecil terluar dari wilayah Indonesia yang dinilai
memiliki posisi strategis secara nasional.
Mengenai kerugian yang ditimbulkan bencana gempa dan gelombang
tsunami terhadap usaha perikanan di Aceh, ia menyatakan hingga saat
ini belum ada perhitungan secara pasti, namun dia memastikan sangat
tinggi angkanya. "Tak hanya di sektor perikanan namun juga kelautan
umumnya banyak fasilitas DKP yang mengalami kerusakan," katanya.
Andin menyayangkan hingga saat ini dalam pengukuran gempa bumi hanya
menggunakan skala Richter yang memfokuskan pada kejadian bencana
alam saja.
Padahal, menurut dia, ada jenis pengukuran lain yang saat ini tak
pernah dipergunakan yakni skala Marcelli untuk mengetahui dampak
ekonomi dan sosial budaya yang ditimbulkan oleh bencana alam gempa
bumi.
Pada kesempatan itu, dia juga mengharapkan kepada nelayan agar tidak
melaut untuk sementara waktu karena kondisi alam belum cukup aman
untuk menangkap ikan di laut.
"Menurut ramalan BMG masih akan ada gempa susulan, oleh karena itu
nelayan jangan dulu melakukan kegiatan melaut," katanya.
Sementara itu, TNI segera membangun pusat informasi di Sultan
Iskandar Muda Banda Aceh, untuk memudahkan masyarakat dan aparat
berkoordinasi dalam evakuasi dan pendistribusian logistik.
"Melalui pusat informasi ini, kami akan mudah memantau situasi di
lapangan dan masyarakat dapat memanfaatkannya untuk mengetahui
kondisi daerah dan keberadaan keluarganya," demikian penjelasan
resmi Mabes TNI di Banda Aceh, kemarin.
Dijelaskan, sejumlah peralatan komunikasi seperti parabola dan
telepon satelit telah tiba bersama sejumlah bantuan kemanusiaan TNI
yang diangkut menggunakan pesawat Hercules.
Pembangunan pusat informasi itu segera dilakukan agar dapat
dimanfaatkan maksimal bagi upaya penyelamatan dan evakuasi korban
serta mayat-mayat yang masih berserakan di hampir setiap sudut kota
Banda Aceh.
Selain peralatan komunikasi, TNI juga memberikan bantuan berupa 120
ribu kaleng ransum dan tempat tidur untuk para pengungsi. Kodam
Iskandar Muda juga memberikan tambahan dua unit kendaraan truk untuk
mengangkut mayat-mayat yang masih belum dievakuasi serta
pendistribusian bahan-bahan pokok yang diperlukan pengungsi.
Komandan Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda Letkol Pnb Achmad
Sajili menambahkan, pusat informasi itu segera dibuat agar bisa
langsung dimanfaatkan aparat guna berkoordinasi dan masyarakat untuk
mengetahui kondisi daerah tempat tinggalnya.
"Pusat informasi itu, kami bangun di samping Base Ops Lanud Sultan
Iskandar Muda," katanya seraya menambahkan pihaknya telah menambah
satu truk Pasukan Khas (Paskhas) TNI-Angkatan Udara untuk
mengevakuasi korban dan mayat, serta distribusi bantuan kemanusiaan.
Dengan fasilitas stasiun bumi kecil itu, maka upaya penyelamatan dan
pendistribusian logistik dan bantuan kemanusiaan akan lebih optimal,
kata Achmad.
TNI-AL juga membuat posko di Sibolga, Sumatra Utara, sebagai pusat
operasi tanggap segera yang digelar TNI-AL untuk menanggulangi
bencana gempa bumi dan tsunami di Aceh.
KSAL Laksamana Bernard Kent Sondakh di Jakarta, kemarin, menjelaskan
bahwa penanggulangan bencana terutama akan dilakukan di Meulaboh,
Aceh, karena diduga terdapat korban paling banyak dan terjadi
kerusakan paling parah di daerah tersebut. Selain itu, sampai saat
ini belum ada kontak yang bisa dilakukan ke Meulaboh. (Nur/Ant/P-1)
http://www.mediaindo.co.id/cetak/berita.asp?id=2004122903411424
-----------------------------------------------------
Wadah komunikasi Budaya,Sosial,Politik,Moral,
Keluarga,Agama,Tehnologi, berdasarkan Iman Kristiani.
= Gunakanlah selalu kata-kata sopan dan lemah lembut =
KCC-USA: Kristian Culture Center
PUSAT BUDAYA KRISTIANI
Subscribe: [EMAIL PROTECTED]
--- End Message ---
