|
|
KEKAYAAN
PRIBADI
1
Yohanes 3: 11- 18
"Mereka
memberikan diri mereka,…" (2 Kor. 8:5)
Hadiah terbesar yang dapat
kita berikan adalah diri kita sendiri. Sayangnya, ini sering kita lupakan.
Kita hanya berpikir tentang bakat-bakat, pengetahuan dan
kemampuan-kemampuan yang ada pada diri kita. Memang, semua itu baik dan
bermanfaat bila dibagikan. Tetapi yang jauh lebih penting adalah membagikan
kekayaan pribadi kita. Barangkali bakat dan kemampuan kita sedikit, tapi
pribadi kita kaya.
Menurut Henri Nouwen, kekayaan pribadi ialah wujud-wujud yang menyatakan
kemanusiaan kita. Yang menyatakan siapa sebenarnya kita: persahabatan,
kebaikan hati, kesabaran, kegembiraan, kedamaian hati, pengampunan, kasih,
pengharapan, kepercayaan, dan masih banyak yang lain.
Nouwen terpanggil untuk hidup dalam komunitas orang-orang cacat mental
L'Arche, Toronto. Dalam diri saudara-saudari yang cacat itu, Nouwen menemukan
kekayaan pribadi. Bill yang sangat menderita karena keluarganya berantakan,
mempunyai rasa persahabatan yang besar. Linda, yang tidak mampu berbicara
dengan baik, sangat pandai menyambut kedatangan orang dengan hati gembira.
Ia membuat orang merasa betah. Adam yang tak dapat berbicara, berjalan atau
makan sendiri tanpa bantuan, adalah pembawa damai bagi orang-orang di
sekitarnya.
Kehadiran Yesus dalam hidup kita memperkaya pribadi kita. Jika kita mempersilakan
Yesus akan bertindak melalui hidup kita, maka kita akan mampu tersenyum
dengan tulus hati seperti Yesus. Kita akan mampu memaafkan seseorang yang
mencemarkan nama baik kita, karena pengampunan-Nya menguasai hati kita.
Kita akan mampu menghadapi peristiwa mengejutkan dengan ketenangan hati
yang mengagumkan, atau membagikan penghiburan kepada mereka yang terbenam
dalam lembah airmata. Masih banyak yang dapat kita bagikan.
Refleksi:
Tuhan,
lipat gandakanlah kekayaan pribadi kami! Amin
Menelusuri
Alkitab satu tahun: Bilangan 15-17
|