Tayangan Mendatang!
Kamis 24 Feb 2005

Kelam Tidak Selamanya

Suatu hari Romauli mendapati seluruh tubuhnya dipenuhi koreng, sungguh aneh!. Dokter dan juga dukun yang ia datangi tidak mampu menyembuhkan sakitnya. Apa yang sebenarnya terjadi dalam hidupnya?.

Separuh tubuh ibu Erie Sitompul mengalami kelumpuhan. Beberapa hari kemudian ia tidak lagi dapat berbicara dengan normal dan bahkan kakinya tidak dapat digerakkan. Namun pilihan langkahnya membawanya mengalami satu jawaban. Apakah itu?

Johny Pangaribuan yang mampu menjabat Kepala Dinas Kebakaran DKI Jakarta mempunyai masa kecil yang sulit. Ia hidup dalam kekurangan. Perjalanan macam apa yang membawanya mengalami kesuksesan?

Semua tayangan yang memberikan inspirasi bagi anda ini dapat anda saksikan di tayangan Solusi, Kamis malam ini, 24 Februari 2005 pukul 24.00. Hanya di SCTV


Ujung Penantian Panjang
Sumber Kesaksian: Sam Mulyono & Ana Suparni

JAWABAN.com - Nama saya Sam Mulyono dan istri saya Ana Suparni. Saya tinggal di Bayan, Tadikiro di Solo. Pekerjaan saya serabutan, saya tinggal di rumah yang sederhana dan itupun bukan rumah saya sendiri tapi hanya rumah kontrakan. Saya menikah dengan istri saya sejak tahun 1983. Namun lama kami tidak mempunyai anak yang sangat kami rindukan.

Selama 13 tahun Sam Mulyono dan Ana menikah, pasangan ini mendambakan kehadiran seorang anak. Berbagai upaya telah mereka tempuh namun tidak membuahkan hasil.

Kerinduan Ana Suparmi dan suaminya untuk memiliki anak sangatlah besar.
Kalau ditanya, saya kepingin sekali punya anak. Kalau melihat ibu-ibu hamil berjalan di jalan, timbul keinginan saya untuk memiliki anak. Saya sempat berpikir, kok saya tidak bisa seperti ibu-ibu lain yang bisa hamil.

Saya kadang-kadang kalau pergi ke rumah kakak saya dan saya sering bawa anaknya ke rumah dan tidur di rumah saya. Saya juga mengunjungi rumah keponakan dan saya ajak datang ke rumah. Itu saya lakukan karena istri saya ingin sekali mempunyai anak. Saya juga berusaha kesana kemari agar segera mempunyai anak. Sampai akhirnya saya bosan pergi ke dokter atau melakukan pijat karena semua usaha itu tidak membuahkan hasil.

Kerinduan mempunyai anak sangat kuat dalam hati keluarga Sam Mulyono dan Ana. Selang beberapa waktu kemudian mereka memutuskan untuk mengadopsi seorang anak. Namun hal yang tidak dapat diduga datang pada anak yang mereka adopsi. Anak adopsi mereka yang bernama Elisabeth ternyata menderita suatu penyakit.

Kata dokter anak saya Elisabeth ini menderita sakit pada syarafnya. Dokter mengatakan penyakit Hidrosiphalus. Akhirnya anak saya disarankan untuk mengikuti operasi. Namun saat saya tanya pada dokter, apakah dengan operasi dokter dapat menjamin anak saya Elisabeth akan jadi baik?. Saat itu dokter tidak dapat menjanjikan apa-apa, lima puluh persen saja tidak dan bahkan ada kemungkinan lebih buruk dari kondisi semula.

Dambaan keluarga Sam Mulyono untuk memperoleh kebahagiaan dari mendapatkan anak saat itu sepertinya terhadang oleh derita penyakit Elisabeth. Namun ternyata ini tidak membuat Ana Suparni dan Sam Mulyono kecewa.

Saya tidak pernah merasa kecewa atau menyesal kenapa Tuhan memberi anak yang seperti ini. Saya tidak merasa menyesal sama sekali. Saya hanya merasa sedih dengan kondisi Elisabeth. Saat ini saya masih kuat merawat dia karena saya masih sehat. Tapi bagaimana kalau saya sudah tua dan Elisabeth ini tidak mempunyai saudara, akan kasihan sekali keadaannya. Harus ada orang yang merawat dia segenap hati, kalau tidak kasihan sekali dia. Karena itu saya lalu berdoa minta Tuhan memberi Elisabeth seorang adik. Saya bergumul dengan Tuhan dalam doa untuk dua hal ini yaitu kesembuhan Elisabeth dan hadirnya seorang adik yang dapat merawat kakaknya.

Demikian juga penerimaan bapak Sam Mulyono untuk anaknya Elisabeth.
Bagaimanapun keadaan Elisabeth, saya tidak akan menyesalinya. Kasih sayang saya tetap seperti kepada anak kandung sendiri. Saya terus berdoa kepada Tuhan agar memberikan kesempurnaan pada anak saya ini. Saya juga selalu minta dukungan doa setiap minggu dari hamba-hamba Tuhan maupun pendeta untuk pemulihan anak saya Elisabeth. Saya juga sering bergumul dengan Tuhan agar diberikan satu anak bagi keluarga saya supaya ada yang mengasuh kakaknya.

Dalam keadaan memiliki anak yang mempunyai penyakit serius, pasangan Sam Mulyono tetap setia merawat dan mengasihi Elisabeth. Disamping itu mereka juga tetap bertekun untuk berdoa dan meminta Tuhan memberi apa yang mereka rindukan. Dan Tuhan melihat ketekunan, kesetiaan dan kerinduan pasangan Sam dan Ana. Setelah penantian selama 19 tahun, jawaban penantian itu akhirnya menjadi nyata. Ana Suparni hamil.

Saat saya memeriksakan diri ke dokter, ternyata saya positif hamil. Saya langsung minum obat dan saya juga berdoa. Saya bersyukur karena Tuhan mendengar dan menjawab doa kami walau baru satu dari dua kerinduan hati kami. Saya bersyukur dan percaya bahwa suatu saat Tuhan pasti akan menyembuhkan Elisabeth.

Namun kehamilan Ana Suparni yang berusia diatas 35 tahun, tepatnya 37 tahun adalah kehamilan yang beresiko. Dokter mengatakan agar Ana sering mengontrol dirinya ke dokter dan tidak melakukan aktivitas yang berlebihan. Karena kehamilan ini merupakan anak mahal, anak yang ditunggu sejak lama maka harus dijaga dengan baik.

Dokter mengatakan bahwa jika saya mengalami keguguran maka saya kemungkinan tidak dapat mempunyai anak lagi. Namun saya tidak takut sama sekali mendengar kekuatiran dokter. Saya punya dokter diatas segala dokter yaitu Tuhan Yesus. Saya percaya Tuhan menjaga dan menyelamatkan kehamilan ini. Saya percaya kerena hal ini adalah rencana dari Tuhan.

Pasangan Sam Mulyono 48 tahun dan Ana Suparni 37 tahun, orang tua yang berjuang dalam penantian panjang akhirnya bisa bersorak bahagia.

Akhirnya anak saya, Gloria lahir tanggal 7 Februari 2001. Ternyata benar Tuhan menolong kami, saya melahirkan dengan selamat dan normal. Setelah ada Gloria ini keluarga kami penuh kebahagiaan. Tuhan menjawab doa agar kita selalu percaya dan berpegang teguh pada janji Tuhan. Saya yakin saya diberi anak adalah karena kehendak Tuhan. Saya bersyukur pada Tuhan atas anugerahnya yang besar itu

Yang BARU :
Hidup Dengan Bunuh Diri
Ketika melihat hidup bukan sesuatu yang layak dijalani


Inilah Bulan Menikah
Inilah bulan saat komitmen anda diperingati di seluruh dunia.


Dominan Boleh, Tapi...
tradisi klasik itu mulai bergeser seiring perkembangan jaman



Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. (Ibrani 11:6)


ALL-NEW Yahoo! Messenger - all new features - even more fun!

================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke