|
Do you Yahoo!? <--------------------------------------------------------------------------->
================================================ Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12) ================================================
Yahoo! Groups Links
| ||||||||||||||||||||||||
--- Begin Message ---
Buat yang habis fitness, trus pengen makan ayam, ati-ati bro, fyi
Awas! Beli Bangkai Ayam
16 Maret 2005 08:44:18
Ini peringatan serius bagi warga Jakarta yang hobi mengonsumsi ayam potong.
Sebab, setiap harinya sekitar 300 ribu ayam mati diperjualbelikan di
pasar-pasar tradisional ibu kota. Agar tidak mengeluarkan bau busuk, ayam
bangkai itu diberi obat pengawet bangkai (formalin).
Peringatan tersebut datang dari Kepala Dinas Peternakan dan Kelautan DKI
Jakarta, Edy Setiarto. Dia mengatakan, hingga kini, masih terdapat ribuan
ayam mati yang beredar di pasar. "Kalau dihitung nominalnya bisa mencapai
300 ribu ekor per hari. Namun, kami juga sedang berusaha menghilangkan
peredaran ini," tegasnya.
Biasanya, sambung Edy, tanda-tanda ayam bangkai dapat diketahui dari warna
yang cenderung memerah. Sedangkan ayam yang diberi formalin mempunyai ciri
kondisi daging yang sedikit keras. "Memang tidak menjadi patokan kalau
warna
merah adalah ayam bangkai tetapi bisa menjadi dasar pertimbangan,"
terangnya. Masih menurut Edy, berdasarkan survei di lapangan, ayam bangkai
yang memakai formalin biasanya dijual dengan harga berkisar Rp 5-10 ribu
per
ekor.
"Pastinya, kami akan melakukan koordinasi untuk membasmi peredaran ayam
bangkai itu. Pokoknya, masyarakat harus berhati-hati sebelum membeli atau
mengonsumsi ayam potong," tambah Edy. Sementara itu, di Jakarta Pusat jenis
ayam berformalin juga marak beredar. Seperti diakui Kepala Suku Dinas
Peternakan dan Perikanan Jakpus, Sigit Budihardjo. "Selama Februari, kami
sudah menyita sebanyak 750 ekor ayam potong berformalin. Hasil sitaan itu
langsung dimusnahkan dengan di-incenerator (dibakar, Red.) memakai alat
milik Sudin Peternakan dan Perikanan," aku Sigit.
Berdasarkan informasi, daging ayam bangkai tersebut dikirim dari kawasan
Jabotabek seperti Bogor, Bekasi, dan Depok. Sigit mengaku kesulitan dalam
mengendalikan dan mengawasi peredaran ayam potong berformalin dari luar
Jakarta. Namun, sebagai langkah antisipasi, pihaknya mengerahkan petugas ke
lapangan untuk memonitori sejumlah pasar. "Jika kalah cepat, risikonya ayam
bangkai akan diambil penampung. Jika sudah demikian, pasti akan beredar dan
dijual di pasaran," katanya.
Berdasarkan pengecekan di lapangan, lanjut Sigit, pihaknya hanya mampu
menyita 50 hingga 150 ekor ayam bangkai per hari. Jumlah itu tidak
sebanding
dengan yang beredar di pasaran.
"Ciri ayam yang sudah mati sebelum dipotong adalah, selain tidak segar
dagingnya juga berwarna kebiru-biruan dan biasanya dijual lebih murah,"
ungkapnya.
Sumber : Jawa Pos
Cheers,
GBR
Please don't post any junk mails to this mailing list!
--- End Message ---
