Kis 18:9-18
Yoh
16:20-23

Semalam secara tidak sengaja ketika membuka
TV, saya disuguhkan dengan sebuah kisah tentang kesatriaan seorang gadis remaja Joan D'Arc yang dengan gagah berani berjuang mempertahankan Prancis dari kekuasaan tentara Inggris. Namun kebesaran gadis remaja ini dalam gereja tidak ditentukan oleh keperkasaannya melindungi tanah Prancis, tetapi lebih ditentukan oleh keteguhan bathinnya mendengarkan suara ilahi yang tersalur lewat perantaraan para kudus dan Malaekat Agung. Ia akhirnya dituduh oleh kuasa gereja sebagai seorang gadis yang mempraktekan kekuatan sihir, sebagai seorang gadis yang menghojat Allah dan sebagainya. Karena kekerasannya untuk bertekun dalam imannya, ia akhirnya dibunuh dengan cara dibakar hidup-hidup. Di tahun 1920, gadis yang dilahirkan pada tahun 1412 ini digelarkan kudus oleh gereja.

Hari ini dalam bacaan pertama kita mendengar bagaimana Paulus diborgol dan dibawa ke hadapan pengadilan dengan suatu tuntutan aneh; "Ia ini berusaha meyakinkan orang untuk beribadah kepada Allah..." Usaha untuk membantu seseorang agar hidup sesuai dengan kehendak Allah dianggap sebagai suatu tindakan yang berbahaya, suatu tindakan yang harus berakhir dengan suatu penghukuman. Aneh!!! Namun apa yang kita anggap aneh ini sungguh terjadi.

Berhadapan dengan tuduhan tersebut, Paulus tidak merasa takut sedikitpun. Demikian pula Joan D'Arc ketika dibawa ke hadapan pengadilan gereja. Ia secara berani berbicara tentang kebenaran. Mereka, Paulus dan Joan D'arc, tak dapat dibutakan oleh tuntutan palsu, dan patuh pada tuntutan hati nurai mereka untuk berbicara tentang kebenaran, dan bertindak secara benar. Apa akibat dari ketekunan dan kekokohan iman mereka? Joan D'Arc akhirnya dibakar hidup-hidup. Paulus akhirnya harus menerima rahmat kemartiran dengan mempersembahkan darahnya sendiri.

Dalam bacaan Injil hari ini kita mendengar bagaimana Yesus memberikan suatu ramalan tentang apa yang akan dihadapi para pengikutNya. "Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita." (Yoh 16: 20). Kisah Paulus dan Joan D'arc sungguh membenarkan kata-kata ini. Hal yang sama juga akan kita hadapi dalam hidup kita setiap hari. Namun hendaknya kita selalu ingat bahwa "sukacita" merupakan jaminan akhir yang akan kita terima. Jangan takut! Mari kita terus berbicara tentang kebenaran.


Tarsis Sigho �V Taipei
http://
www.pondokcerita.org

 

 



================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke