%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
e-Santapan Harian
Sarana untuk menggumuli makna Firman Tuhan bagi hidup
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Tanggal: Senin, 16 Mei 2005
Ayat SH: Kisah Para Rasul 13:26-41
Kabar baik-buruk
Bersaksi dan menginjil itu tidak mudah. Kita harus setia kepada
Yesus Kristus dan karya-Nya, juga memelihara kepekaan akan
kondisi dan kebutuhan pendengar. Bila kedua hal itu tidak
seimbang, kita dapat tergelincir pada kekeliruan. Entah kita
akan ngotot menyaksikan hal yang tidak dipahami pendengar, atau
kita akan sangat disukai pendengar karena yang kita sampaikan
sesuai dengan pemahaman mereka.
Penginjilan ternyata adalah bercerita. Bercerita yang menarik
melibatkan imajinasi. Inilah yang dilakukan Paulus saat ia
memaparkan kisah hidup, kematian, dan kebangkitan Yesus secara
gamblang. Cara Paulus menceritakan kisah Yesus luar biasa sebab
menyentuh hati dan ingatan pendengar secara mendalam (ayat
27-34). Bercerita yang menarik tentu juga harus jujur, tanpa
tendensi membela atau menghakimi siapa pun. Ini yang dilakukan
Paulus waktu ia memaparkan segala penderitaan yang telah Yesus
tanggung. Kedua unsur bercerita ini saja belum cukup tanpa
diikuti dengan makna cerita itu menurut Allah. Menyampaikan
makna kisah Yesus itulah inti berita Injil Paulus (ayat
35,38-39). Itu yang seharusnya menjadi ciri kesaksian kita pada
masa kini. Injil adalah tawaran Allah agar manusia bersedia
diselamatkan. Di akhir ceritanya, Paulus menantang pendengarnya
untuk merespons Injil dengan benar (ayat 40-41).
Kisah Injil adalah cerita tentang kebaikan Allah terhadap manusia
itu kabar baik. Namun, jangan abaikan sisi lain, yaitu adanya
peringatan bagi pendengar agar tidak mengabaikan kebaikan Allah
karena akan berakibat buruk. Itulah sisi buruk yang harus ikut
diceritakan saat bersaksi. Karena itu, bersaksi lebih daripada
sekadar bercerita. Bersaksi karena kasih kepada Allah dan
manusia berarti memperhadapkan orang kepada Allah dan
mendesaknya untuk menentukan sikap terhadap Allah dengan segala
konsekuensinya.
Renungkan:
Pertimbangan maksud Allah dan nasib kekal manusia haruslah
mengalahkan segala hal yang merintangi kita untuk bersaksi.
e-SH versi web: http://www.sabda.org/publikasi/sh/2005/05/16/
e-SH versi web: http://www.in-christ.net/sh/16.htm
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Ayat Alkitab: http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Kisah+13:26-41
Kisah 13:26-41
26 Hai saudara-saudaraku, baik yang termasuk keturunan Abraham,
maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah
disampaikan kepada kita.
27 Sebab penduduk Yerusalem dan pemimpin-pemimpinnya tidak
mengakui Yesus. Dengan menjatuhkan hukuman mati atas Dia, mereka
menggenapi perkataan nabi-nabi yang dibacakan setiap hari Sabat.
28 Dan meskipun mereka tidak menemukan sesuatu yang dapat
menjadi alasan untuk hukuman mati itu, namun mereka telah meminta
kepada Pilatus supaya Ia dibunuh.
29 Dan setelah mereka menggenapi segala sesuatu yang ada
tertulis tentang Dia, mereka menurunkan Dia dari kayu salib, lalu
membaringkan-Nya di dalam kubur.
30 Tetapi Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati.
31 Dan selama beberapa waktu Ia menampakkan diri kepada mereka
yang mengikuti Dia dari Galilea ke Yerusalem. Mereka itulah yang
sekarang menjadi saksi-Nya bagi umat ini.
32 Dan kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu,
yaitu bahwa janji yang diberikan kepada nenek moyang kita,
33 telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan
membangkitkan Yesus, seperti yang ada tertulis dalam mazmur
kedua: Anak-Ku Engkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari
ini.
34 Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan Ia
tidak akan diserahkan kembali kepada kebinasaan. Hal itu
dinyatakan oleh Tuhan dalam firman ini: Aku akan menggenapi
kepadamu janji-janji yang kudus yang dapat dipercayai, yang telah
Kuberikan kepada Daud.
35 Sebab itu Ia mengatakan dalam mazmur yang lain: Engkau tidak
akan membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
36 Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya, lalu ia
mangkat dan dibaringkan di samping nenek moyangnya, dan ia memang
diserahkan kepada kebinasaan.
37 Tetapi Yesus, yang dibangkitkan Allah, tidak demikian.
38 Jadi ketahuilah, hai saudara-saudara, oleh karena Dialah
maka diberitakan kepada kamu pengampunan dosa.
39 Dan di dalam Dialah setiap orang yang percaya memperoleh
pembebasan dari segala dosa, yang tidak dapat kamu peroleh dari
hukum Musa.
40 Karena itu, waspadalah, supaya jangan berlaku atas kamu apa
yang telah dikatakan dalam kitab nabi-nabi:
41 Ingatlah, hai kamu penghina-penghina, tercenganglah dan
lenyaplah, sebab Aku melakukan suatu pekerjaan dalam zamanmu,
suatu pekerjaan, yang tidak akan kamu percayai, jika
diceriterakan kepadamu."
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Diterbitkan dan Hak Cipta(c) oleh Persekutuan Pembaca Alkitab
e-SH Ditulis oleh penulis-penulis Indonesia
(e-SH) [EMAIL PROTECTED]
---
Anda terdaftar dalam i-kan-akar-santapan-harian sebagai
[EMAIL PROTECTED]
Untuk berhenti, silakan forward pesan ini ke
[EMAIL PROTECTED]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Would you Help a Child in need?
It is easier than you think.
Click Here to meet a Child you can help.
http://us.click.yahoo.com/sTR6_D/I_qJAA/i1hLAA/.1VolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/eben-net/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/