Tayangan Mendatang! Kamis 23 Jun 2005 |
|
|
| Dari Lumpur Hingga Arah Yang jelas |
|
Untuk acara Solusi malam ini kami telah menyiapkan kisah-kisah nyata orang-orang yang mengalami jalan keluar dari persoalan berat yang mereka alami. Ini juga yang mungkin juga terjadi dalam kehidupan anda. Saksikan Solusi karena malam ini kami akan datang dengan ditemani oleh Egidia
Kisah pertama Solusi malam ini adalah tentang Hendra yang lahir dalam keadaan cacat, menjadi waria dan terjerumus ke dunia malam.
Seorang Hatta tidak kurang suatu apapun, kaya dan sukses dalam usahanya. Namun uangnya yang banyak itu bisa juga habis.
Ikuti kisah kebangkrutan pengusaha sukses yang hobby bermain judi ini. Mungkin terjadi dalam kehidupan anda atau sanak saudara anda? Pengaruh buruk dalam keluarga menyeret Yusak melakukan banyak tindak kejahatan. Siapa yang bisa memutus rantai kejahatan yang membelenggu hidup dia dan keluarganya?.
Tayangan kisah nyata pembaharuan hidup yang terjadi pada anak manusia dapat anda saksikan di Solusi, Kamis
tengah malam hari ini, 23 Juni 2005. Hanya di SCTV. |
|
|
Di Surga Kita Bertemu |
| Sumber Kesaksian: Hendra |
|
JAWABAN.com - Masih jelas tergambar kepedihan mendalam dari wajah Hendra, pria berusia 43 tahun ini. Gempa dahsyat yang mengguncang Nias 28 Maret lalu telah menorehkan kisah yang pilu dalam hidupnya.
Begitu saya rasakan ada guncangan, saya langsung berdiri dan mematikan televisi. Istri dan anak saya terbangun begitu saya membuka pintu. Mereka juga memang sudah merasa adanya guncangan gempa. Saya sendiri terjebak di lantai satu, tadinya berada di lantai dua. Kami berlari bersama kebawah, sampai di lantai dasar, lantai satu anak saya pertama ada di depan saya sekitar satu meter di depan saya, lalu saya, kemudian empat meter di belakang saya ada istri dan anak saya yang kedua.
Hanya dalam hitungan detik rumah berlantai tiga yang berada di jalan Jendral Sudirman Nias itupun roboh dan menghancurkan segenap isinya.
Istri saya saat
terjadi runtuhan itu terdengar berteriak aduh dan kemudian saya tidak mendengar lagi. Saya sadari dia sudah tertimpa karena suaranya tidak terdengar lagi. Hanya anak saya nomor satu yang masih terdengar suaranya, dan itupun hanya pada malam itu saja suara anak saya bisa saya dengar. Kami bisa ngomong disitu. Anak saya minta air dan sempat dia suruh saya nyanyi.
Papa nyanyi, Nina mau bobo. Papa nyanyi, Nina sudah tidak tahan, Nina ingin bobo. Suara-suara itu tidak bisa saya lupakan. Dia sempat minta bantal malah. Nina mau bobo pak, tapi Nina haus. Nina tidak tahan pak.
Saya suruh dia berdoa. Saya minta dia berdoa atas nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Hanya bisa bilang supaya dia bertahan dan sabar. Camkan di hatimu bahwa Tuhan Yesus itu sumber kehidupan, saya percaya. Lama kelamaan suara dia tidak terdengar lagi....
Hari itu Hendra kehilangan tiga orang yang paling berharga dalam kehidupannya. Istrinya, Caecilia dan kedua buah hatinya, Theresia
Bina Rahayu yang berusia sepuluh tahun dan Melissa Dewi yang berusia delapan tahun.
Saya hitung saya berada empat hari didalam reruntuhan tapi orang yang menolong saya mengatakan saya berada lima hari dalam reruntuhan.
Saya tahu semuanya dari yang punya, dari Tuhan. Semua yang sudah diambil Tuhan akan kembali ke Tuhan. Saya sadari kita hanya bisa berencana, tapi semuanya kembali pada kehendak Tuhan. Segala-galanya ada dalam kehendak Tuhan. Ibarat saya domba yang digembalakan oleh Tuhan. Kemana saya diarahkan, saya harus menerima. Saya percaya itu.
|
|
| |
|