Subject: RE: Fw: Hati2 terhadap penelpon tak dikenal.

  

Beberapa hari yang lalu saya dan suami sama-sama telat pulang kantor

Sampai hampir tengah malam. Dan kami menjadi sangat kuatir ketika anak kami

Yang kecil (7 th) menceritakan ada telpon yang sangat tidak wajar yang

diterimanya pada sekitar jam 7-8 malam. Kami masih cukup bersyukur

karena anak ini cukup cepat tanggap terhadap situasi dan ingat benar

pesan-pesan kami. Saya langsung teringat sharing rekan Bu Irma minggu

lalu mengenai penipuan lewat HP. Mungkin seperti inilah cara si penipu

mendapatkan data calon korbannya. Berikut ini percakapan telepon yang

terjadi seperti yang diceritakan anak kami secara lengkap pada kami.

 

'Selamat malam'

'Selamat malam, mama ada ?'

'Belum pulang, ini dari siapa ?'

'Papa ada ?'

'Ini dari siapa ?'

'Ini om Aswir (kalau dia tidak salah dengar) masa tidak ngenalin ? Ada

siapa di rumah ?'

 

Karena anak kami merasa yakin tidak ada tetangga ataupun kenalan kami

Yang bernama Aswir, dia langsung ingat pesan kami untuk tidak memberi jawaban

apapun untuk penelpon yang tidak dikenal, jadi dia jawab :

 

'Tidak tahu, mau titip pesan ?.

'Om perlu sekali data keluarga, kamu aja yang bantu jawab ya'

'Besok saja telpon lagi'

'Tidak bisa, data keluarga ini harus diisi sekarang juga, kamu saja yang

bantu jawab pertanyaan om satu per satu dan om yang tulisin jawabannya,

karena ini penting sekali. Nama papa siapa ?'

 

Begitu si penelpon tanya nama papanya, anak kami langsung merasa aneh,

kok tidak tahu nama papa ? Hal ini membuat dia langsung tanggap

terhadap situasi dan yakin bahwa si penelpon pasti orang yang tidak

kenal kami.

Jadi dia jawab 'Tidak tahu'. Tapi si penelpon benar-benar gigih, walau

selalu dijawab tidak tahu, dia tetap melontarkan berbagai pertanyaan

antara lain :

 

- siapa nama mama, kakak, adik, nenek, kakek, om, tante.

- Alamat rumahmu dimana ? No. HP papa berapa ? No. HP mama berapa ?

- Rumah kakek, om, tante dimana ? Nomer telponnya rumahnya berapa ?

- No. HPnya berapa ?

- Nama kamu siapa ? Umur berapa ? Tanggal lahirmu ? Kelas berapa ?

Sekolah di mana ?

- Siapa nama kakakmu ? Umur berapa ? Tanggal lahir ? Kelas berapa ?

Sekolah di mana ?

- Papa dan mama punya uang berapa ? Punya tabungan tidak ? Ada

buku tabungannya tidak ? Kamu dan kakak punya tabungan berapa ?

 

- Kakek dan nenek punya uang berapa ? Punya tabungan tidak ? Punya

harta apa aja ?

- Om dan tante punya tabungan berapa ? Punya mobil berapa ?

 

Menurut pembantu kami, percakapan tsb. Berlangsung lebih dari 15 menit.

Anak kami selalu menjawab tidak tahu dan berkali-kali bilang 'sudah ah,

jangan tanya terus, besok aja telpon lagi'. Sampai akhirnya telpon tsb

dia tutup karena merasa capek ditanyain macem-macem.

 

1-2 bulan terakhir memang beberapa kali ada telpon masuk yang kami rasa aneh. Kalau yang menerima saya atau suami, si penelpon langsung menutupnya. Kalau yang menerima anak-anak atau pembantu (masih remaja dan suaranya terdengar lugu) si

penelpon tanya 'mama ada ?' Begitu dijawab 'ada' telpon langsung ditutup.

 

Semoga sharing ini bisa menjadi masukan buat rekan-rekan.

 

<--------------------------------------------------------------------------->



================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke