Sehubungan dengan kelangkaan BBM yg terjadi di Indonesia, serta makin
mahalnya harga minyak mentah dunia (issue-nya bakal sampai USD 80/barrel)
kita dari komunitas milis juga musti ikut prihatin dan IKUT BERHEMAT. Ayo
kita sama-sama meringankan kesulitan ini.

Hemat dari sudut perilaku.
1. Kebiasaan keluar kantor makan siang/malam, sementara ini dikurangi  dulu,
sebaiknya bawa bekal/delivery supaya bensin mobil nggak terbuang
 sia-sia
terkena macet, dll.
2. Jika mau bepergian, ajaklah keluarga/rekan kantor yg mau pergi juga
sehingga tidak perlu pakai dua mobil
/lebih.
3. Manfaatkan angkutan umum seperti busway, KA, metromini sebisa mungkin.
4. Dalam kondisi jalan macet (luar
kota), sebaiknya menepi saja,
sekalian makan/buang air/isi bensin serta istirahat, tunggulah sampai
jalanan  tidak macet lagi baru berangkat.
5. Cara mengemudi harus smooth, kurangi frekwensi pengereman. Antisipasi
traffic di depan anda, kalau di depan ada lampu merah, nggak perlu
menggeber gas, biarkan mobil meluncur toh kena lampu merah juga. Ingat,
jangan  nge-gas
 lalu nge-rem, energi terbuang sia-sia di ban dan kampas rem.
6. Carilah rute/jalan alternatif yg tidak macet, agak jauh sedikit tidak
apa-apa tetap lebih irit asal lancar.

Hemat dari sudut teknis:
1. Tekanan ban di angka 32-34 psi (sedikit diatas rekomendasi pabrik)  
2.
 Lebar telapak ban jangan lebih dari 215
3. Saat meluncur/turunan, persneling jangan di posisi N, biarkan di D.
Efek engine brake terbukti lebih menghemat bbm daripada stasioner.
4. Nyalakan AC seperlunya saja. Tapi saat ditol, justru nyalakan AC,
jangan buka jendela.
5. Turunkan muatan-muatan tak berguna yg selalu ada di mobil. Pilih karpet
 
 mobil yg ringan tapi kuat.
6. Minta bengkel melakukan setting timing yang tepat sesuai dengan BBM
(Premium/Pertamax/Pert+) untuk mobil Anda. Timing terlalu maju bisa
menyebabkan ngelitik-boros. Timing terlalu mundur juga bisa boros. 
7.Bersihkan saringan udara (bisa dilakukan sendiri) per 2500 km atau
tergantung kondisi.

Hemat dari sudut pandang teoritis
1. Jangan memanaskan mobil terlalu lama, maksimum 2 menit saja.
Warming-up mesin selama 30 menit, sama artinya dengan terjebak macet
selama 30  menit juga. Bandingkan dengan, jika Anda menjalankan mobil
tersebut dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam, selama 30 menit, maka Anda
sudah
 mencapai jarak 30 km.
- Kasus I.  Manasin mesin 30 menit, jarak tempuh 0 km.
- Kasus II. Mobil berjalan 30 menit dengan speed rata-rata 100 km/j,
jarak tempuh 50 km. Konsumsi BBM juga fungsi dari waktu, bukan hanya
fungsi dari jarak  loh... 
Jika diasumsikan mobil Anda rata-rata
 konsumsi BBM-nya 10 km/l, maka untuk
- Kasus II akan menghabiskan 5 liter BBM
- Kasus I, tergantung cc mobil Anda, makin besar cc-nya maka makin  boros.
 Untuk < 1000 cc, selama 30 menit akan menghabiskan sekitar 0,5-1
 liter BBM
 Untuk 1000 cc - 2500 cc, selama 30 menit akan menghabiskan sekitar 1-1,5
liter BBM
 Untuk > 2500 cc, selama 30 menit akan menghabiskan sekitar > 1,5 liter BBM
Semakin tinggi cc mobil Anda, maka konsumsi BBM cenderung melawan
waktu daripada melawan jarak. Sebaliknya, jika cc mobil Anda kecil,
maka konsumsi BBM cenderung ber-korelasi dengan jarak, bukan waktu.

Pengalaman pribadi:
BDG-JKT via puncak (170km), makan waktu sekitar 5 jam, konsumsi BBM
sekitar
 22 liter.
BDG-JKT via cikampek (160km), makan waktu sekitar 3,5 jam, konsumsi BBM
sekitar 19 liter.
BDG-JKT via cipularang (130km), makan waktu sekitar 1,5 jam, konsumsi  BBM
sekitar 12 liter.

Silahken email ini di-forward biar konsumsi BBM bisa turun drastis.  Atau
barangkali ada yg mau menambahkan?
Seandainya 1 mobil bisa berhemat 2 liter per hari,
bayangkan berapa banyak motor yg tertolong... :-)

Salam hemat BBM,
Carlos



================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke