Seorang Bayi Mungil Hanya Mampu Hidup Selama 6 Jam, Tetapi ...
================================================================

Sepasang suami istri hidup bahagia. Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri
terlibat aktif dalam kegiatan untuk menentang ABORSI, karena menurut
pandangannya, aborsi berarti membunuh seorang bayi.
Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang istri hamil,
sehingga pasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan kabar baik
ini kepada famili, teman2 dan sahabat2, dan lingkungan
sekitarnya. Semua orang ikut bersukacita dengan mereka.

Tetapi setelah beberapa bulan, sesuatu yang buruk terjadi. Dokter
menemukan bayi kembar dalam perutnya, seorang bayi laki2 dan
perempuan. Tetapi bayi perempuan mengalami kelainan, dan ia mungkin tidak
bisa hidup sampai masa kelahiran tiba. Dan kondisinya juga
dapat mempengaruhi kondisi bayi laki2. Jadi dokter menyarankan untuk
dilakukan aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki2 nya.

Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik. Baik sang suami maupun sang
istri mengalami depressi. Pasangan ini bersikeras untuk tidak menggugurkan
bayi perempuannya (membunuh bayi tsb), tetapi juga
kuatir terhadap kesehatan bayi laki2nya. "Saya bisa merasakan
keberadaannya, dia sedang tidur nyenyak", kata sang ibu di sela
tangisannya.

Lingkungan sekitarnya memberikan dukungan moral kepada pasangan
tersebut, dengan mengatakan bahwa ini adalah kehendak Tuhan. Ketika sang
istri semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, tiba-tiba dia
tersadar bahwa Tuhan pasti memiliki rencanaNya dibalik semua ini.
Hal ini membuatnya lebih tabah.
Pasangan ini berusaha keras untuk menerima fakta ini. Mereka mencari
informasi di internet, pergi ke perpustakaan, bertemu dengan banyak
dokter, untuk mempelajari lebih banyak tentang masalah bayi mereka. Satu
hal yang mereka temukan adalah bahwa mereka tidak sendirian.
Banyak pasangan lainnya yang juga mengalami situasi yang sama,
dimana bayi mereka tidak dapat hidup lama. Mereka juga menemukan
bahwa beberapa bayi akan mampu bertahan hidup, bila mereka mampu
memperoleh donor organ dari bayi lainnya. Sebuah peluang yang sangat
langka. Siapa yang mau mendonorkan organ bayinya ke orang lain?

Jauh sebelum bayi mereka lahir, pasangan ini menamakan bayinya,
Jeffrey dan Anne. Mereka terus bersujud kepada Tuhan. Pada mulanya, mereka
memohon keajaiban supaya bayinya sembuh. Kemudian mereka
tahu, bahwa mereka seharusnya memohon agar diberikan kekuatan untuk
menghadapi apapun yang terjadi, karena mereka yakin Tuhan punya
rencanaNya sendiri.

Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne cukup sehat untuk
dilahirkan, tetapi ia tidak akan bertahan hidup lebih dari 2 jam.
Sang istri kemudian berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika sesuatu yang
buruk terjadi pada Anne, mereka akan mendonorkan organnya. Ada dua bayi
yang sedang berjuang hidup dan sekarat, yang sedang
menunggu donor organ bayi. Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata.
Mereka menangis dalam posisi sebagai orang tua, dimana mereka bahkan tidak
mampu menyelamatkan Anne. Pasangan ini bertekad untuk tabah menghadapi
kenyataan yg akan terjadi.

Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan kedua bayinya
dengan selamat. Pada momen yang sangat berharga tersebut, sang suami
menggendong Anne dengan sangat hati-hati, Anne menatap ayahnya, dan
tersenyum dengan manis. Senyuman Anne yang imut tak akan pernah
terlupakan dalam hidupnya.

Tidak ada kata2 di dunia ini yang mampu menggambarkan perasaan
pasangan tersebut pada saat itu. Mereka sangat bangga bahwa mereka sudah
melakukan pilihan yang tepat (dengan tidak mengaborsi Anne), mereka sangat
bahagia melihat Anne yang begitu mungil tersenyum pada mereka, mereka
sangat sedih karena kebahagiaan ini akan berakhir
dalam beberapa jam saja. Sungguh tidak ada kata2 yang dapat mewakili
perasaan pasangan tersebut. Mungkin hanya dengan air mata yang terus jatuh
mengalir, air mata yang berasal dari jiwa mereka yang terluka..

Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat famili memiliki kesempatan
untuk melihat Anne. Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap bertahan
hidup setelah lewat 2 jam. Memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi
keluarga tersebut untuk saling berbagi kebahagiaan. Tetapi Anne tidak
mampu bertahan setelah enam jam.....

Para dokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur pendonoran organ.
Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan tsb bahwa donor tsb
berhasil.
Dua bayi berhasil diselamatkan dari kematian.

Pasangan tersebut sekarang sadar akan kehendak Tuhan. Walaupun Anne hanya
hidup selama 6 jam, tetapi dia berhasil menyelamatkan dua
nyawa. Bagi pasangan tersebut, Anne adalah pahlawan mereka, dan sang Anne
yang mungil
akan hidup dalam hati mereka selamanya...

============================================
Ada 3 point penting yang dapat kita renungkan dari kisah ini :

1. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama kita hidup, satu hari
ataupun bahkan seratus tahun. Hal yang benar2 penting adalah apa
yang kita telah kita lakukan selama hidup kita, yang bermanfaat bagi orang
lain.

2. SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama perusahaan kita telah
berdiri, satu tahun ataupun bahkan dua ratus tahun. Hal yang benar2
penting adalah apa yang dilakukan perusahaan kita selama ini, yang
bermanfaat bagi orang lain.

3. Ibu Anne mengatakan "Hal terpenting bagi orang tua bukanlah
mengenai bagaimana karier anaknya di masa mendatang, dimana mereka
tinggal, maupun berapa banyak uang yang mampu mereka hasilkan.
Tetapi hal terpenting bagi kita sebagai orang tua adalah untuk
memastikan bahwa anak2 kita melakukan hal2 terpuji selama hidupnya,
sehingga ketika kematian menjemput mereka,mereka akan menuju surga".


================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




SPONSORED LINKS
Christianity Beliefs Religion
Beyond belief Christianity today Mere christianity


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke