Beberapa waktu yang lalu,saya mendapatkan email seperti di bawah ini.

           Mohon Penjelasan & Benarnya Berita di bawah ini.

 

           Trim's

 

Yth. Bapak/Ibu,

Akhir-akhir  ini  sering  beredar informasi yang tidak tepat berupa artikel melalui  milis mengenai keamanan pangan produk mi instan. Untuk itu apabila Bapak/Ibu  menerima  email berupa artikel tersebut, maka kami mohon bantuan Bapak/Ibu  untuk  mem-forward  artikel di bawah ini kepada si pengirim guna meluruskan informasi yang tidak benar tersebut.
Atas bantuan dan kerja samanya kami ucapkan terima kasih.

Divisi Public Relations
PT. Indofood Sukses Makmur



MI INSTAN INDOFOOD AMAN UNTUK DIKONSUMSI


Sehubungan  dengan  sering  beredarnya  informasi  yang tidak tepat melalui milis  mengenai  keamanan pangan produk mi instan, maka PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. selaku produsen mi instan merk Indomie, Supermi, Sarimi, Sakura,  dan  lain-lain,  mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk memberikan informasi yang benar serta dapat dipertanggungjawabkan.

Beberapa hal yang perlu kami sampaikan adalah sebagai berikut :
1.    Mi instan Indofood tidak mengandung bahan pengawet.
Sebagai  salah  satu  makanan  kemasan  yang  popular  dan  digemari oleh berbagai  kalangan,  mi  instan  banyak dipertanyakan apakah menggunakan bahan  pengawet  dalam  proses  pembuatannya.  Memang  untuk mewujudkan berbagai  macam  makanan dan minuman kemasan, ada satu hal yang memiliki peranan  penting  yaitu  bahan  tambahan makanan (BTM).  BTM yang antara lain  termasuk  aroma,  pewarna,  zat  pengawet  dan senyawa kimia dapat membuat  makanan  tampak  lebih berkualitas, menarik serta
memiliki rasa dan tekstur yang lebih sempurna.
Proses  pembuatan  blok  mi  Instan  produksi Indofood tidak menggunakan bahan  pengawet apa pun, karena dibuat dengan cara digoreng dalam minyak bersuhu tinggi (deep frying) yang mengakibatkan kadar air maksimal dalam mi  relatif  sangat  rendah sehingga tidak memungkinkan mikroba pembusuk untuk   berkembang   biak.   Demi   keamanan,   sebaiknya   kita selalu memperhatikan  tanggal  kadaluarsa  yang  tertera pada kemasan mi
instan produksi  Indofood setiap akan membeli atau mengkonsumsinya.


2.    Mi instan Indofood tidak mengandung lilin.
    Dalam  pembuatan  mi instan dilakukan proses pengukusan yang menyebabkan pati menjadi tergelatinisasi. Mengkilatnya mi instan Indofood bila sudah dimasak menunjukkan bahwa mi tersebut telah tergelatinisasi dengan baik;
Jika  proses gelatinisasinya baik maka berarti patinya pun matang dengan baik.  Untaian  mi  yang mengkilat dan tidak lengket satu sama lain juga sebagai  dampak  dari  proses  penggorengan. Dengan demikian tidak benar bahwa proses pembuatan mi instan Indofood menggunakan lilin.

3.    Mi instan Indofood bergizi
    Pada  prinsipnya  tidak  ada satu jenis makanan pun di dunia yang secara tunggal mampu memenuhi seluruh zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Oleh karena  itu  keragaman  dan  variasi  dalam  mengkonsumsi makanan mutlak diperlukan  untuk  mendapatkan  menu  dengan  gizi  seimbang.  Mi instan Indofood  khususnya  Indomie  memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap seperti  energi,  protein,  vit  A,  C, B1, B6, B12, Niasin, Asam
Folat, pantotenat,  mineral  besi dan natrium. Dalam mi instan Indomie, protein yang  dominan  adalah  protein gandum yang kaya akan asam amino glutamat dan glutamin namun hanya sedikit mengandung lysin. Untuk memperkaya mutu protein  sebaiknya  makan Indomie dicampur dengan protein hewani seperti telur,  daging, keju, ikan, ayam dan lainnya agar tubuh mendapatkan asam amino yang lengkap.
    Untuk  menambah  serat  dalam  menu makan, kita bisa menambahkan sayuran seperti sawi hijau /caisim, kangkung, wortel, kapri dan sayuran lainnya. Kalau  hal tersebut dilakukan maka kandungan zat gizi Indomie akan makin lengkap.

4.    Mi instan Indofood tidak mengakibatkan kanker
Sejauh  ini, belum pernah dilaporkan suatu hasil penelitian dari lembaga penelitian  yang  kompeten  bahwa  produk  mi instan dapat mengakibatkan terjadinya penyakit apalagi menyebabkan terjadinya penyakit kanker.
    Mekanisme  terjadinya  kanker,  bukan merupakan suatu hal yang sederhana tetapi sangat kompleks. Diantaranya disebabkan adanya senyawa karsinogen dalam  suatu  produk  pangan.  Yang  perlu diketahui adalah belum pernah ditemukan  atau  dilaporkan adanya senyawa karsinogen di dalam produk mi instan.

    Demikianlah  hal-hal  yang  dapat  kami  sampaikan,  semoga bermanfaat. Apabila   Bapak/  Ibu/Sdr  memiliki  pertanyaan  ataupun  keluhan dapat langsung  menghubungi  consumer  service  di
PO. BOX. 1213 Jakarta utara 14430 atau email ke : [EMAIL PROTECTED]

    Terimakasih   untuk   partisipasi   Bapak/Ibu/Sdr  yang  berkenan untuk menyebarkan  informasi  yang  dapat  kami pertanggungjawabkan ini kepada keluarga, sahabat dan teman-teman lain.



    Hormat kami,

    Divisi Public Relations
    PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.


Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com





================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke