10 Makanan Sehari-hari Antikolesterol
Food:
Friday, 17 Sep 2004 14:50:58 WIB

Ketika  kadar  kolesterol darah kita meninggi, selama ini kita hanya diberi
tahu harus berpantang makanan ini-itu untuk mengendalikannya. Padahal, akan
lebih   efektif  hasilnya  jika  kita  juga  mengonsumsi  makanan  bersifat
antikolesterol. Apa sajakah?

Cara  mengendalikan  kadar  kolesterol  dengan metode terapi nutrisi adalah
makan  lebih banyak bahan nabati dan mengganti lemak berbahaya dengan lemak
sehat.  Mengonsumsi  lebih  banyak  makanan nabati akan meningkatkan asupan
protein  nabati, yang bekhasiat menurunkan kadar kolesterol berlebih. Lemak
jenuh  (contohnya  lemak  hewan, mentega), lemak trans, (misalnya margarin,
minyak  jelantah),  dan  kolesterol  dalam  makanan  (seperti kuning telur,
daging  berlemak)  secara  nyata  menaikkan  kadar kolesterol darah. Contoh
lemak  sehat  diantaranya  minyak  canola,  minyak  zaitun, alpukat, kacang
tanah, almond.

Nah, guna membantu mengendalikan kadar kolesterol agar tetap sehat, cobalah
mulai lebih sering memasukkan makanan berikut dalam menu harian Anda.

1.                                                                    Jamur
Kaya   kromium,   mineral  yang  membantu  memecah  lemak  menjadi  senyawa
sederhana,  yakni asam-asam lemak. Aktivitas ini membantu menyusutkan kadar
"lemak  jahat"  LDL  dan  meningkatkan kadar "lemak baik" HDL. Cukup asupan
vitamin  C  bermanfaat meningkatkan penyerapan kromium. Sumber lain kromium
adalah  kacang-kacnagan, seperti kenari, kacang tanah, kacang mete, almond.
2.                                Kuaci                               tawar
Selama  ini  kuaci  kita  sepelekan, padahal banyak mengandugn zat tembaga.
Pola makan rendah asupan tembaga berkaitan dengan naiknya kadar "kolesterol
jahat"  LDL dan terbatasnya "kolesterol baik" HDL. Karena itu, lebih sering
nikmati  kuaci, terutama yang tawar, baik kuaci biji labu maupun biji bunga
matahari.
3.                                Jeruk                               nipis
Diantara  beragam  jenis  jeruk,  jeruk  nipis atau jeruk lemon adalah yang
paling  banyak  mengandung flavonoid. Senyawa ini mampu menghambat produksi
"kolesterol  jahat"  LDL  berlebihan,  sehingga  mengurangi risiko serangan
jantung.  Flavonoid bisa pula diperoleh dalam teh, brokoli, tomat, kedelai,
bawang  berlapis-lapis  seperti  bawang  merah  dan  bawang bombai, delima.
Bagaimana  mengonsumsi  jeruk nipis atau jeruk lemon? Mudah saja. Campurkan
sesendok    makan    air   jeruk   dalam   air   putih   atau   jus   buah.
4.                                                                     Apel
Serat  larut  yang banyak terdapat dalam apel, apalagi yang dimakan bersama
kulitnya,  merupakan  sumber  betaglukan  (beta  glucan).  Di  dalam tubuh,
betaglukan  ikut  berperan  mengontrol  penyerapan dan produksi kolesterol.
Makin  tinggi  mengendalikan  kadar  kolesterol  dalam  darah. Sumber lain:
pepaya,  buah-buahan  yang  dimakan  bersama  kulitnya (apel pear), wortel,
kapri  dan  sayuran  polong-polongan  lain  pada  umumnya (buncis, kecipir,
kacang panjang), polong-polongan kering (kacang hijau, kacang merah, kacang
tolo),                             beras                             merah.
5.                                 Ikan                                tuna
Termasuk  sumber  asam  lemak  mega  3 yang populer, selain ikan salmon dan
makarel.  Dalam  satu  hasil penelitian terhadap penduduk yang secara alami
pengosumsi  banyak  ikan,  jumlah  mereka  yang  menderita penyakit jantung
ternyata  sangat  rendah.  Omega-3  secara khusus melindungi tubuh terhadap
kenaikan           kadar          "kolesterol          jahat"          LDL.
6.                             Jambu-biji                             merah
Sama  seperti  semangka  merah  dan  tomat merah, jambu-biji merah ini kaya
likopen.  Dalam  sebuah  riset,  sejumlah  pengidap  hiperkolesterol diberi
makanan  sumber  likopen  secara  rutin setiap hari. Setelah 3 bulan, kadar
"kolesterol  jahat" LDL mereka menyusut 14 persen. Likopen berkaitan dengan
kerja  enzim  HMGCoA-reduktase,  yang  ikut  berperan  dalam  mengendalikan
produksi kolesterol.
7.                                                                  Alpukat
Asam  pantotenat  merupakan  senyawa  paling  menonjol  dalam  alpukat yang
berperan  meredam  kadar  kolesterol  darah.  Asupan  asam pantotenat, yang
disebut  juga  vitamin  B5,  di  dalam  tubuh akan diubah menjadi pantetin.
Ketika   seseorang   banyak   mengonsumsi   bahan  makanan  berlimpah  asam
pantotenat,  pantetin  dalam darahnya meningkat. Pada itu juga, kadar lemak
darah   menurun,   khususnya  "kolesterol  jahat"  LDL.  Sebaliknya,  kadar
"kolesterol  baik"  HDL-nya  meningkat.  Sumber lain asam pantotenat: kuaci
tawar    biji    bunga    matahari,    jamur,    yogurt,    ikan    salmon.
8.                                                                   
Tempe
Makanan  rakyat  ini  berlimpah  dengan senyawa fitokimiawi isoflavon, yang
bersifat  antikolesterol. Banyak juga terdapat dalam tahu dan susu kedelai.
Berkhasiat  menyusutkan  kadar  "kolesterol jahat" LDL, termasuk kolesterol
total.  Sebaliknya,  isoflavon  menggenjot kadar "kolesterol baik" HDL yang
berperan               mencegah              penyakit              jantung.
9.                               Kacang                               tanah
Kacang  kulit,  yakni  kacang  tanah  berkulit  yang dipanggang dalam oven,
mungkin  ada  baiknya  dijadikan  camilan  sehat.  Bukan karena terpengaruh
iklan,  tapi  kacang  panggang  berkulit  ini  memang berlimpah lemak sehat
sekaligus  kaya vitamin E. Sumber lain vitamin E; alpukat, kuaci tawar biji
bunga  matahari,  almond.  Vitamin  E  "mengunci"  radikal bebas agar tidak
merusak  "kolesterol  jahat"  LDL  sehingga  pembentukan  plak  di  dinding
pembuluh   darah   dapat   dihindari   dan   mencegah   serangan   jantung.
10.                                                                  Mangga
Vitamin  C  banyak  terdapat dalam mangga. Sumber lainnya: belimbing, aneka
jenis  jeruk  (jeruk bali, jeruk keprok, dll), kedondong, pepaya, rambutan,
strawberry,  kiwi. Selain buah, beberapa jenis sayuran yang disantap mentah
pun  merupakan  sumber  vitamin C yang potensial, seperti kol, terutama kol
merah,  cabai  merah,  paprika merah. Vitamin C mencegah "kolesterol jahat"
LDL  teroksidasi,  sehingga  menghindarkan  terbentuknya  plak  di  dinding
pembuluh  darah.  Sebaliknya,  vitamin  C mampu membantu meningkatkan kadar
"kolesterol  baik" HDL. Vitamin C juga memperkuat peranan vitamin E, sesama
senyawa   antioksidan   kuat   sebagaimana  vitamin  C,  dalam  menghalangi
meningkatnya              kadar              kolesterol              darah.

Sumber: Majalah Nirmala







================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




SPONSORED LINKS
Christianity Beliefs Religion
Beyond belief Christianity today Mere christianity


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke