Untuk diketahui dan didoakan! Beberapa cuplikan di bawah ini tolong di simak dan disikapi sambil mendoakannya!!
Tindakan anarkis terhadap rumah ibadah (Gereja) kembali terjadi. Kali ini terjadi di kota Semarang, hari Minggu kemarin (31/7) sekitar Pk. 08.00 WIB. Rumah Ibadah yang mengalami tindakan anarkis tersebut adalah sebuah Tempat Pembinaan Iman (TPI) di bawah naungan Gereja Isa Almasih (GIA) Pringgading, Semarang.
Seperti tiada henti-hentinya, peristiwa penutupan Gereja terus saja terjadi di negara yang berazaskan Pancasila dan UUD'45 ini. Gereja yang ditutup kali ini adalah Gereja Kristen Pasundan (GKP) yang berada di Desa Pangauban, RT 01/RW 08, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung
Pada hari Kamis, 21 Juli 2005, sidang berlangsung mulai pukul 10.30 ? 11.30 Wib, dimana didahului demo dari kelompok massa organisasi-organisasi Islam yang menurut rencana semula akan mengerahkan massa sebanyak 10 ? 15 truk, tetapi akhirnya yang datang hanya 2 truk saja, sedangkan dari umat Kristen yang datang sekitar 30 orang yaitu dari Kota Bandung, Jakarta dan Yogyakarta.
Hari Rabu, 27 Juli 2005 lalu, sebanyak 6 (enam) Gereja di kompleks Perum Permata Cimahi, Kel. Tani Mulya, Kec. Ngamprah, Kab. Bandung didatangi oleh RT/RW setempat dengan tujuan memberitahukan bahwa tempat ibadah Kristiani (Gereja, red) yang ada dilingkungan RT/RW tersebut agar segera ditutup dan bahwa pada hari Minggu, 31 Juli 2005 (kemarin, red)tidak boleh ada kebaktian lagi dengan alasan bahwa rumah tinggal tidak diperkenankan untuk tempat ibadah.
Tindakan anarkis terhadap rumah ibadah (Gereja) kembali terjadi. Kali ini terjadi di kota Semarang, hari Minggu kemarin (31/7) sekitar Pk. 08.00 WIB. Rumah Ibadah yang mengalami tindakan anarkis tersebut adalah sebuah Tempat Pembinaan Iman (TPI) di bawah naungan Gereja Isa Almasih (GIA) Pringgading, Semarang.
Sabtu lalu 2 gereja Katolik di Bandung ditutup, yaitu:
1. Stasi St. Antonius, Margahayu Raya, ditutup oleh FPI DAN BAP. Kejadian
setelah misa pkl. 18.30
2. Stasi Bunda Maria Tak Bercela (dipimpin Rm.Iwan), Margahayu Raya, ditutup oleh massa sekitar 200 orang yang datang bersama Wakapolres, Kapolsek dan Camat, yang langsung memaksa Pastor untuk menandatangai surat pernyataan tidak akan beribadah di tempat tsb. Massa dipimpin oleh H.Mumyn, pimpinan AGAP (Aliansi Gerakan Anti Pemurtadan), yang juga jadi tersangka penyerbuan sebuah toko. Kejadian pkl.20.00 ketika umat baru saja selesai misa.
Pagi ini (pkl.05.40, dari sms), saya diberitahu teman, GKI Cileduk Raya sedang dikepung massa. Pendeta dan Majelis2 masih berada dalam gereja. Ada kabar lebih lanjut?
Ada ajakan baik nih: Hadirilah:
"JALAN DAMAI DAN DOA BERSAMA GEREJA-GEREJA LINTAS AGAMA"
Tanggal : 3 September 2005, pkl.15.00, start dari Bunderan HI, finish di Monas.
Diisi orasi Gus Dur tentang Toleransi terhadap Gereja.
Tolong teruskan pesan ini.
================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "eben-net" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
