Sejumlah Organisasi Kaum Nasrani Berdialog dengan FPI

 

 

03/9/2005 15:34 — Wakil dari umat Kristen mengeluhkan sulitnya memperoleh izin untuk membangun gereja. Sedangkan Ketua FPI menyatakan siap untuk menjaga keamanan gereja selagi pembangunannya tidak bermasalah.

 

Perwakilan umat Kristen yang terdiri dari beberapa organisasi melakukan dialog dengan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Pertemuan yang berlangsung sejak Sabtu (3/9) pagi itu digagas oleh Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), Persekutuan Injil Indonesia (PII), dan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI). Dalam pertemuan yang berlangsung cukup akrab tersebut, kedua pihak saling mengungkapkan sejumlah fakta tentang kabar adanya penutupan tempat ibadah di sejumlah tempat.

 

Sekretaris Umum PGI, Weinata Sairin misalnya, mengungkapkan penyebab mengapa masih ada rumah toko (ruko) maupun rumah tinggal yang digunakan sebagai tempat ibadah. "Ada banyak persoalan yang dihadapi untuk memperoleh izin pembangunan gereja. Bahkan bisa menghabiskan waktu belasan tahun. Habib (Rizieq) mungkin baru sekarang mendengar adanya permasalahan seperti ini," jelas Weinata.

 

Sementara dari pihak FPI, Habib Rizieq membantah pemberitaan yang menyebutkan organisasi di bawah pimpinannya berada di balik penutupan tempat ibadah umat Kristen di Jawa Barat. Rizieq menegaskan, pada dasarnya FPI tidak pernah bermusuhan dengan umat Kristiani. "Kami dari FPI menyatakan, seluruh aktivis kami dari Sabang sampai Merauke, bila diperlukan siap untuk menjaga keamanan rekan-rekan kami umat Nasrani. Kami bahkan siap menjaga gereja mereka sekali pun, selama gereja itu tidak bermasalah," tegas Rizieq.

 

Pekan silam, FPI sempat menuding mantan Presiden Abdurrahman Wahid sebagai pihak yang menyebarkan kabar keterlibatan FPI dalam penutupan sejumlah tempat ibadah di Jawa Barat. Karena itu, organisasi kemasyarakatan Islam ini berencana mengajukan gugatan terhadap Gus Dur. Sebaliknya, Gus Dur yakin FPI yang mendalangi aksi tersebut dan menyatakan siap menghadapi gugatan yang akan diajukan

 

 

 

Gus Dur Siap Menghadapi FPI

 

 

 

26/8/2005 09:28 — Front Pembela Islam menuduh Abdurrahman Wahid menyebarkan fitnah terkait penyegelan sejumlah tempat ibadah di Jawa Barat. Dia balik menuding FPI berada di belakang penutupan tempat ibadah itu.

 

Abdurrahman Wahid alias Gus Dur siap menghadapi gugatan dari Front Pembela Islam (FPI) yang menuding dirinya menyebar fitnah terkait penutupan sejumlah tempat ibadah di Jawa Barat. Sebaliknya, mantan presiden RI itu juga yakin FPI mendalangi aksi penutupan tempat ibadah tersebut. "Silakan tuntut," tegas Gus Dur di Jakarta, Kamis (25/8).

 

Gus Dur menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terlalu lunak menghadapi kelompok radikal. Menurut Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa ini, seharusnya pemerintah berani menindak kelompok-kelompok yang berperilaku melanggar hukum. Jika pemerintah takut, Gus Dur mengaku siap mengerahkan Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Nahdlatul Ulama.

 

Penegasan Gus Dur tersebut menyusul maraknya aksi penyegelan masjid dan gereja. Kasus aktual adalah ancaman larangan beribadah yang diarahkan kepada Persekutuan Gereja Indonesia (PGI). Penutupan sejumlah rumah ibadah itu antara lain terjadi di Garut dan Bandung, Jawa Barat yang dilakukan oleh kelompok tertentu  

Di mata Gus Dur, pelarangan beribadah sangat merugikan agama lain, bahkan telah melanggar undang-undang. Pelarangan terhadap kelompok Ahmadiyah juga disayangkan seperti tertuang dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia

Hingga kini, anggapan Ahmadiyah sebagai aliran terlarang masih menjadi perdebatan.(KEN/Carlos Pardede dan Muhammad Guntur)

 

 

Gus Dur Meminta Masjid Milik Ahmadiyah Dibuka

 

Beberapa tokoh lintas agama hadir dalam perayaan ulang tahun ke-65 Abdurrahman Wahid di Jakarta, Kamis (4/8) malam. Sebelum menggelar doa bersama, para sahabat Gus Dur membacakan petisi yang dengan tegas menolak fatwa Majelis Ulama Indonesia yang mengharamkan aliran Ahmadiyah. Mereka menilai fatwa tersebut tidak menghargai nilai-nilai keagamaan dan kemajemukan bangsa Indonesia [baca: Tokoh Lintas Agama Menolak Fatwa MUI].

 

Dalam kesempatan itu, mantan presiden Republik Indonesia ini memerintahkan barisan Garda Bangsa untuk membuka kembali setiap masjid Ahmadiyah yang sempat ditutup. "Orang-orang yang menutup dan mengunci setiap masjid Ahmadiyah masih belum mau membuka. Besok dibuka," tutur Gus Dur.

 

Sementara itu, 200 anggota Satuan Tugas Garda Bangsa Partai Kebangkitan Bangsa kubu Muhaimin Iskandar menggelar latihan fisik di Pantai Ria, Kenjeran Surabaya, Jawa Timur, Jumat ini. Mereka datang dari Ponorogo, Madiun, Malang, Jombang, Pasuruan, Sidoarjo, dan Surabaya. Ketua Dewan Pengurus Nasional Garda Bangsa Imam Nachrowi menjelaskan, apel tersebut sebagai wujud kesetiaan terhadap Gus Dur yang telah memerintah kadernya untuk menolak adanya penyegelan kantor Ahmadiyah.

 

Imam menambahkan, ia telah menyerukan kepada anggotanya untuk bertindak tegas terhadap segala bentuk penindasan atas kebebasan beragama. "Karena ini sudah instruksi langsung dari Gus Dur, maka kita harus mengikuti langkah-langkah itu," tutur dia.

 

Di lain pihak, Hidayat, Ketua Pengurus Wilayah Garda Bangsa Jawa Timur versi Alwi Shihab menegaskan, kasus penyegelan Ahmadiyah adalah wilayah pemerintah bukan wewenang massa. Bahkan ia menjamin seruan Gus Dur itu tidak akan diikuti sekitar 60 ribu kader Garda Bangsa Jatim yang masih setia kepada PKB Alwi Shihab. Apalagi, mereka sebelumnya diminta untuk tidak bertindak di luar garis yang sudah ditetapkan pemerintah.


To help you stay safe and secure online, we've developed the all new Yahoo! Security Centre.

================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




SPONSORED LINKS
Gpib Gpib card Gpib interface
Religion Gpib board Christianity


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke