TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEKALIAN
"Allah sangat mengasihi kita dengan mengirimkan Yesus Kristus untuk mati bagi kita, bukan karena kita baik bagi Allah, tetapi karena Allah sangat mengasihi kita"
Rabu, 7 September
Dosaku
Apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut (Yakobus 1:15)
Bacaan: Kejadian 3:1-6
Setahun: 2 Tawarikh 23-25
Hawa menjelaskan aturan kepada setan, si penggoda. Menurut aturan yang ditetapkan Allah, ia dan Adam boleh memakan buah dari pohon mana pun di Taman Eden, kecuali buah dari pohon yang terletak di tengah taman. Katanya, dengan menyentuhnya saja bisa mengakibatkan maut.
Saya dapat membayangkan Setan memalingkan mukanya, dan sambil tertawa meremehkan ia berkata, "Sekali-kali kamu tidak akan mati" (Kejadian 3:4). Lalu ia mengelabui dengan mengatakan bahwa Allah menyembunyikan hal yang baik dari Hawa (ayat 5).
Selama ribuan tahun, si musuh telah mengulangi strategi itu. Bahkan ia tidak peduli jika Anda percaya terhadap kedaulatan Alkitab, selama ia dapat membuat Anda tidak percaya bahwa yang berada di antara Anda dan Allah adalah dosa.
"Sekali-kali kamu tidak akan mati," katanya. Itulah tema dalam banyak novel modern. Lakonnya hidup dalam ketidaktaatan kepada Allah, namun tidak menerima konsekuensinya. Dalam tayangan televisi dan film, para lakonnya memberontak terhadap hukum moral Allah tetapi hidup bahagia selamanya.
Bahkan ada parfum bermerek "My sin" (dosaku). Aromanya "sangat menggoda, menarik, dan menggairahkan", begitu bunyi iklannya, "maka sebutan yang paling cocok baginya adalah 'My Sin'." Anda tidak akan pernah menduga bahwa dosa adalah bau yang memuakkan bagi Allah.
Ketika pencobaan menghadang, apakah Anda akan Anda memercayai dusta Setan? Atau akankah Anda menaati peringatan Allah? —HWR
SATU GIGITAN DOSA MENINGGALKAN RASA YANG PAHIT setelahnya
Kejadian 3:1-6
3:1. Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,
3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."
3:6. Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
07
R A B U
Strategi Setan -- Efesus 6:10-11
Iblis sudah sangat ahli dalam menyerang pikiran kita. Dia terus memperhatikan cara hidup kita, ia terus mencari celah dan waktu yang akurat untuk menjatuhkan dan menguasai kita. Untung ia tidak mahatahu, ia hanya sekadar tahu cara-cara untuk menjatuhkan kita.
Misalnya, ia mengarahkan perhatian kita kepada sesuatu yang kita ingini, atau membuat kita merasa begitu terdesak oleh kebutuhan-kebutuhan, sehingga kita melupakan banyak perkara indah yang telah dibuat Bapa. Dan ketika kita mulai mengalihkan fokus kita untuk kepuasan pribadi, maka ia akan semakin memperlancar serangannya, membujuk kita untuk segera mengejar apa yang kita ingin miliki atau rasakan.
Kita perlu waspada, iblis akan melakukan apapun untuk menjauhkan kita dari Bapa dengan mengalihkan perhatian kita, bahkan pada waktu kita sedang berdoa. Ia juga sangat memahami keadaan emosi kita, dengan mencari celah ketika kita kesepian, sangat lelah, atau keadaan-keadaan lain. Setan membujuk kita untuk dikuasainya sekarang juga dengan menutup pandangan kita terhadap setiap akibat yang akan terjadi.
Dia giat sekali bekerja dengan melemparkan keraguan ke dalam pikiran kita. Ia ingin agar kita meragukan kebenaran Firman, dan bahkan keselamatan kita. Sekali keraguan menghinggapi kita, sebagaimana yang dialami oleh Adam dan Hawa (Kejadian 3:1-6), maka pikiran kita akan mulai menafsirkan Alkitab secara subyektif untuk membenarkan sikap dan perilaku kita.
Memang kita sangat rentan terhadap serangan si jahat, namun kita tidak perlu takut (II Timotius 1:7). Bapa selalu siap melindungi kita, Ia selalu bersyafaat bagi kita, dan Roh Kudus membimbing kita ke dalam kebenaran
Sentuhan Hati Vol 6 No 11 September 2005
RENUNGAN HARI INI
Rabu, 7 September 2005
DIBENARKAN DIHADAPAN ALLAH
Bacaan: Roma 3:27-30
"Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat" (Roma 3:28).
Saat ini tidak seorang manusiapun yang benar, bahkan semua manusia berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah, dan akan menghadapi kematian yang kekal. Itulah sebabnya Kristus harus mengorbankan diriNya, supaya manusia dapat diselamatkan dan dibenarkan kembali di hadapan Allah. Jadi barangsiapa yang percaya kepada Kristus mereka akan dibenarkan. (Roma 2:13;5:18-19). Ini menunjukkan hubungan yang absolut antara kebenaran dengan pribadi Allah.
Allah mengampuni orang berdosa yang bertobat dengan sungguh-sungguh. Allah memulihkan kita dalam kemurahan hatiNya dan menempatkan kita dalam hubungan yang benar dengan diriNya. Rasul Paulus menyatakan beberapa hal mengenai pembenaran ini. Pertama, dibenarkan di hadapan Allah merupakan suatu karunia (Rm. 3:24; Ef. 2:8). Tidak ada seorangpun yang dapat membenarkan dirinya melalui perbuatannya atau mentaati segala hukum Taurat (Rm. 4:2-6).
Kedua, kita ketahui bahwa kita dibenarkan dihadapan Allah oleh penebusan Kristus Yesus (Rm. 3:24). Tidak seoranpun yang dibenarkan selain mereka yang ditebus Yesus dari dosa dan kuasanya. Kemudian, kita dibenarkan melalui kasih karunia dan diterima karena iman kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi ( Rm.3:22-24).
Dibenarkan di hadapan Allah juga berkaitan dengan pengampunan dosa kita (Rm.4:7). Orang berdosa dinyatakan bersalah dan akan mengalami penghukuman, tetapi telah diampuni oleh pengorbanan Kristus yang menjadi Jurudamai antarorang berdosa yang beriman dengan Allah.
Melalui pengalaman ini, kita sungguh-sungguh menjadi benar dan mulai hidup bagi Allah (Gal. 2:19-21). Karya Kristus yang mengubah kita melalui Roh Kudus tidak dapat dipisahkan dari karya penebusanNya bagi kita (Bnd. 2 Tes. 2:13; 1 Pet. 1:2). Berbahagialah kita yang sudah percaya dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Sebab oleh pengorbanan Kristus di atas kayu salib kita telah diperdamaikan dengan Allah dan dibenarkan di hadapanNya. (FL)
Doa:
Tuhan Yesus Kristus, terima kasih buat pengorbananMu di atas kayu salib, sehingga kami diperdamaikan dan dibenarkan dihadapan Allah, amin!
ORANG YANG HIDUP DALAM KEBENARAN KRISTUS AKAN DIBENARKAN DI HADAPAN ALLAH
================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "eben-net" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
