|
Saat ini tidak seorang manusiapun yang benar,
bahkan semua manusia berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah, dan akan
menghadapi kematian yang kekal. Itulah sebabnya Kristus harus mengorbankan
diriNya, supaya manusia dapat diselamatkan dan dibenarkan kembali di
hadapan Allah. Jadi barangsiapa yang percaya kepada Kristus mereka akan
dibenarkan. (Roma 2:13;5:18-19). Ini menunjukkan hubungan yang absolut
antara kebenaran dengan pribadi Allah.
Allah mengampuni orang berdosa yang bertobat
dengan sungguh-sungguh. Allah memulihkan kita dalam kemurahan hatiNya dan
menempatkan kita dalam hubungan yang benar dengan diriNya. Rasul Paulus
menyatakan beberapa hal mengenai pembenaran ini. Pertama, dibenarkan di
hadapan Allah merupakan suatu karunia (Rm. 3:24; Ef. 2:8). Tidak ada
seorangpun yang dapat membenarkan dirinya melalui perbuatannya atau
mentaati segala hukum Taurat (Rm. 4:2-6).
Kedua, kita ketahui bahwa kita dibenarkan
dihadapan Allah oleh penebusan Kristus Yesus (Rm. 3:24). Tidak seoranpun
yang dibenarkan selain mereka yang ditebus Yesus dari dosa dan kuasanya.
Kemudian, kita dibenarkan melalui kasih karunia dan diterima karena iman
kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi (Rm.3:22-24).
Dibenarkan di hadapan Allah juga berkaitan dengan
pengampunan dosa kita (Rm.4:7). Orang berdosa dinyatakan bersalah dan akan
mengalami penghukuman, tetapi telah diampuni oleh pengorbanan Kristus yang
menjadi Jurudamai antarorang berdosa yang beriman dengan Allah.
Melalui pengalaman ini, kita sungguh-sungguh
menjadi benar dan mulai hidup bagi Allah (Gal. 2:19-21). Karya Kristus yang
mengubah kita melalui Roh Kudus tidak dapat dipisahkan dari karya
penebusanNya bagi kita (Bnd. 2 Tes. 2:13; 1 Pet. 1:2). Berbahagialah kita
yang sudah percaya dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Sebab oleh pengorbanan Kristus di atas kayu salib kita telah diperdamaikan
dengan Allah dan dibenarkan di hadapanNya. (FL)
|