Rekan-rekan, sekedar berbagi pengalaman yang semoga
bermanfaat:
Kemarin sore 5 September 2005, sekitar jam
19:25, saya melintasi jalan
Jend. Sudirman yang super macet. Sekitar 100
meter setelah Gedung Danamon,
saat saya berada di jalur kedua dari kanan,
sekelompok pemuda tanggung
mengitari kendaraan saya dan menyebar. Yang saya ingat 2
berada di kanan
dan satu dari arah kiri berusaha berdiri di depan. Saya sudah curiga
sejak
kelompok ini masih di belakang dan semakin curiga setelah mereka
terlihat
sangat konsentrasi melihat ke dalam mobil saya.
Perkiraan saya, mereka
berjumlah 6-7 orang dan mungkin ada ! ; lagi yang berjaga-jaga di pinggir jalan.
Setelah salah seorang yang di
sebelah kanan menyempatkan mengintip saya
dari arah samping depan, dia
lalu mundur sedikit ke arah kaca sopir dan
bertepatan saat akan beraksi
dengan menggedor kaca depan kanan dengan
sangat keras, mobil di depan mulai bergerak.
Karena sudah curiga, kejadian
ini tidak membuat saya panik dan saya
mememajukan kendaraan mengikuti
kecepatan mobil di depan lalu mengerem mendadak. Mobil
di belakang saya
tidak maju sama sekali mungkin karena sudah melihat kejadian yang
menimpa
saya, dan kondisi ruang yang cukup baik ini saya manfaatkan dengan
mundur
mendadak, dan bermanuver kanan kiri sedikit
seolah ingin menjepit dan
menabrak mereka. Reaksi saya ini! membuat mereka menyebar meninggalkan tempat kejadian dan saya
pun maju perlahan sambil tetap memperhatikan sekitar. Ternyata
tidak ada satu orang pun, baik pengendara lain atau pun orang-orang yang menunggu
kendaraan umum perduli dengan kejadian ini.
Di pintu keluar ke jalur
cepat, saya membuka kaca dan berteriak ke arah
petugas PJR bahwa ada beberapa penjahat
yang berupaya melakukan kejahatan
di belakang. Salah satu dari mereka
bereaksi dengan berlari ke arah yang
saya tunjuk. Yang jelas penutupan pintu-pintu
keluar ke jalur cepat di
sepanjang jalan Jend. Sudirman membuat kemacetan yang terjadi sangat
ideal
untuk para penjahat sejenis beroperasi.
Tips dari saya untuk mengantisipasi kejadian serupa adalah:
1.. Selalu waspada di jalan, dan jangan melamun.
2.. Jangan bertelepon! ria, untuk memastikan kita selalu waspada. Lagi pula telepon
genggam adalah juga sasaran utama mereka.
3.. Jika macet, jangan terlalu
dekat dengan kendaraan depan. Sisakan
sekitar 1-2 meter untuk antisipasi agar kita bisa
menggerakkan kendaraan
kita jika sesuatu terjadi.
4.. Kondisi di kelilingi oleh kendaraan-2 besar tentunya tidak kita
sukai
karena asumsinya kita tidak terlihat oleh
orang lain, tetapi ternyata
kondisi ini paling tidak disukai oleh para
penjahat tersebut. (Mungkin
mereka takut kalau kita gencetkan ke kendaraan jenis tersebut)
5.. Jika kejadian serupa menimpa kita, usahakan jangan
panik dan jangan
berusaha membuka jendela atau keluar dari kendaraan. Tetap di dalam
adalah
pilihan yang paling aman. Tetap perhatikan posisi mas! ing-2 pelaku, dan segera gerakkan kendaraan
maju atau mundur dengan manuver ekstrim. Jika perlu diulang terus sesuai dengan ruang
yang tersedia. Menabrak salah satu pelaku
mungkin menjadi pilihan terpaksa jika diperlukan.
Alhamdulillah - saya tidak mengalami kerugian
material apa pun dari
kejadian ini, hanya istri yang ada bersama
saya
sedikit shock karena
kejadian ini.
Semoga sharing di atas bermanfaat dan membuat kita semakin
waspada bahwa
jalan-jalan di Jakarta semakin tidak aman dan kitalah yang
harus menjaga
diri serta harta benda kita sendiri - jangan harapkan orang lain.
Salam,
Harjadi Setyanto.