Dari milis tetangga
 
 
Hot Spot: Kamis, 22 September 2005

Kepada
Yth. Pendiri, Pengurus, dan Pendukung AGAP
Yth. Kapolda Jawa Barat
di manapun berada

Dengan segala hormat,

Membaca jawaban-jawaban anda selama wawancara dengan TEMPO 11 September
2005 di bawah ini, saya tidak mengerti apa sebenarnya dasar spiritual maupun hukum dari gerakan AGAP.

Kalau memang benar dalam beberapa tahun terakhir ada 10 ribu umat Islam di Jawa Barat yang murtad beralih ke agama Kristen, sementara di negara ini menjamin kebebasan beragama, lalu apa sebenarnya yang menjadi masalah?

Kalau memang benar sepuluh ribu orang tadi MURTAD dan berdosa, siapakah yang paling berhak memberi azab kepada yang murtad dan yang menyebabkan murtad?

Kalau Sang Maha Pencipta sendiri memberi kebebasan kepada ummatNya untuk beribadah kepadaNya di mana saja, sholat jamaah di mana saja, di rumah maupun di mesjid; pemerintah juga tidak melarang kaum muslim mengadakan pengajian dan yasinan di rumah pribadi sama-sama ummat ciptaan Sang Maha Pencipta, mengapa anda harus merasa terganggu dengan pemeluk agama Kristen yang beribadah secara berjamaah di rumah pribadi?

Kalau memang benar anda muslim yang percaya kepada ALLAH Swt sebagai Hakim Tertinggi di dunia dan akhirat, Sang Maha Pembalas, bukankah gerakan anda "yang kalau perlu harus menggunakan kekerasan itu" justru melanggar Hak Sang Maha Pembalas?  Kalau sekarang anda mengatakan bahwa gerakan anda ini demi membela hukum Allah, lalu hukum Allah yang mana yang anda pegang?  Allah yang mana yang anda sembah dan jadikan pegangan hidup?  Apakah Allah yang main kuasa dan main babat terhadap manusia?

Ada banyak penjahat dan manusia berdosa, bukan hanya sekedar murtad berpindah agama -- bahkan semua manusia berdosa dihadapan Sang Maha Pencipta. Apakah memang demikian juga perlakuan Sang Maha Kuasa main babat kepada yang berdosa kepadaNya?  Yang nota bene jauh lebih tinggi dan berkuasa dibanding jabatan kapolda dan pemimpin agama seperti anda?

Kalau cara yang mengatasi Sang Maha Kuasa seperti itu anda sebut sebagai cara untuk membela Islam, bukankah justru cara itu mempermalukan Islam sendiri sebagai agama yang mengajarkan kasih sayang, pengampunan,kedamaian, kerukunan, kesucian, dan kerendahanhati, saling menghormati kepada sesama manusia karena menghormati Penciptanya?  Anda mungkin tidak sadar justru gerakan anda ini seolah-olah sebagai muslim anda lebih berkuasa dibanding pemerintah dan Allah Swt.
Saya tidak sedang membela umat Islam, Kristen dan agama apapun.  Saya hanya melihat dari sisi pandang manusia biasa di hapadan Yang Maha Kuasa.
Siapakah anda dengan jabatan dan predikat anda sehingga anda merasa berhak melakukan segala cara untuk melakukan pembalasan melebihi Sang Maha Pembalas?

Kalau Abdurrahman Wahid mengatakan AGAP melanggar hak asasi manusia, saya mengatakan AGAP mempermalukan Islam dengan main kuasa melebihi Sang Maha Kuasa, melanggar hak pembalasan Sang Maha Pembalas!  Jangan-jangan justru arogansi anda yang mengatasnamakan Islam inilah yang mejadi salah satu penyebab terjadinya banyak pemurtadan seperti anda sendiri sudah katakan kepada TEMPO.

Kalau anda betul-betul ingin menegakkan Islam melalui gerakan anti pemurtadan, mestinya bukan dengan cara dan sikap yang justru berlawanan dengan kepribadian junjungan umat Islam:  Nabi Muhammad saw.  Arogansi dan sikap anda justru mencoreng nama besar Rasullulah dan Islam.  Jangan-jangan AGAP lah yang sebenarnya menjadi salah satu pihak yang bertanggungjawab sehingga banyak umat murtad dari Islam, tidak ada bedanya dengan pihak-pihak yang telah melakukan pengrusakan dan pembinasaan umat manusia dengan mengatasnamakan Islam.

Sekian, semoga hari ini juga Yang Maha Pencipta menerangi hati anda dan menyadarkan anda ke jalan yang benar-benar diridhoiNya.

Kitri Dewi Kurniati
Surabaya, Indonesia



================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke