TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEKALIAN
"Apakah kita menjadi gembala upahan yang menjaga kawanan domba demi uang? Atau menjadi gembala sejati yang melakukan segala sesuatu berdasarkan kasih"
Rabu, 28 September
Berjalan ke Lemari Sapu
Sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat (Titus 1:7)
Bacaan: Titus 1:5-16
Setahun: Daniel 7-9
Penulis dan pendeta Stuart Briscoe menulis tentang acara pemakaman seorang veteran perang, di mana rekan-rekan militernya bertugas dalam acara itu. Mereka meminta sang pendeta agar memimpin mereka ke peti mati untuk mengheningkan cipta. Kemudian mereka akan mengikuti sang pendeta keluar melalui pintu samping.
Rencana itu dilaksanakan sesuai dengan ketepatan militer. Tetapi ternyata sang pendeta justru memimpin mereka berjalan menuju lemari penyimpanan sapu. Akibatnya, para prajurit itu mundur dengan ganjil.
Pendeta tersebut tidak sengaja melakukan kesalahan, tetapi hal itu mengilustrasikan bahwa para pemimpin harus tahu ke mana mereka pergi. Ke mana pun pemimpin pergi, ke situlah pengikutnya berjalan mengikuti.
Paulus meninggalkan Titus di Pulau Kreta untuk bersaksi mengenai Yesus Kristus. Titus harus menunjuk beberapa pemimpin bagi sekumpulan jemaat yang baru bertumbuh. Selain mengkhotbahkan Injil, tak ada hal yang dilakukan Titus bagi jemaat di Kreta yang lebih penting selain menemukan pemimpin yang tepat bagi mereka.
Para pemimpin gereja harus memenuhi standar yang ditetapkan dalam Titus 1:6-9 dan membimbing orang lain menuju kedewasaan yang lebih tinggi dalam hubungan mereka dengan Kristus. Dan para pengikutnya harus dengan penuh kasih memercayai pemimpin rohani mereka untuk mencapai tujuan itu.
Entah Anda seorang pemimpin atau pengikut, ketahuilah ke mana Anda pergi. Jika tidak, maka Anda akan berakhir di tempat yang salah –HWR
PEMIMPIN YANG LAYAK DIIKUTI ADALAH PEMIMPIN YANG MENGIKUTI KRISTUS
Titus 1:5-16
1:5 Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud ini, supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur dan supaya engkau menetapkan penatua-penatua di setiap kota, seperti yang telah kupesankan kepadamu,
1:6 yakni orang-orang yang tak bercacat, yang mempunyai hanya satu isteri, yang anak-anaknya hidup beriman dan tidak dapat dituduh karena hidup tidak senonoh atau hidup tidak tertib.
1:7 Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat, tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah,
1:8 melainkan suka memberi tumpangan, suka akan yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri
1:9 dan berpegang kepada perkataan yang benar, yang sesuai dengan ajaran yang sehat, supaya ia sanggup menasihati orang berdasarkan ajaran itu dan sanggup meyakinkan penentang-penentangnya.
1:10 Karena sudah banyak orang hidup tidak tertib, terutama di antara mereka yang berpegang pada hukum sunat. Dengan omongan yang sia-sia mereka menyesatkan pikiran.
1:11 Orang-orang semacam itu harus ditutup mulutnya, karena mereka mengacau banyak keluarga dengan mengajarkan yang tidak-tidak untuk mendapat untung yang memalukan.
1:12 Seorang dari kalangan mereka, nabi mereka sendiri, pernah berkata: "Dasar orang Kreta pembohong, binatang buas, pelahap yang malas."
1:13 Kesaksian itu benar. Karena itu tegorlah mereka dengan tegas supaya mereka menjadi sehat dalam iman,
1:14 dan tidak lagi mengindahkan dongeng-dongeng Yahudi dan hukum-hukum manusia yang berpaling dari kebenaran.
1:15 Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis.
1:16 Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.
28
R A B U
Dasar Kehidupan Kristen -- Yosua 1:1-9
Saya mendapatkan pelajaran berharga pada malam sebelum saya menyampaikan khotbah saya yang pertama. Ibu saya memberikan saya satu ayat yang ditaruh Tuhan di dalam hatinya: Yosua 1:9. Dengan cepat saya menghafal ayat tentang keberanian itu, karena memang saya sedang takut saat itu! Di kemudian hari saya membaca keseluruhan perikop tersebut dan menyadari bahwa kekuatan dan keberanian, keduanya muncul bersamaan ketika kita merenungkan firman Allah. Untuk alasan inilah, saat teduh pribadi dengan Dia harus menjadi prioritas dalam hidup kita.
Saat kita bersekutu secara pribadi dengan Tuhan, dengan mudah kita menerima kebenaran-kebenaran bahwa Dia mengendalikan hidup kita. Entah kita sedang diterpa oleh kemalangan atau diliputi oleh sukacita, Ia menggenggam segala keadaan kita dengan baik. Meluangkan waktu dengan teratur bersama Bapa memungkinkan kita untuk membawa segala hal yang kita pikirkan dan rasakan kepada-Nya. Dengan demikian kita dapat bersukacita dengan-Nya sebab Ia memenuhi kebutuhan kita.
Berdoalah sebelum merenungkan firman-Nya, mintalah agar Ia berbicara kepada kita tentang apa yang akan kita baca, itu adalah hak istimewa kita sebagai orang Kristen. Ketika kita teduh di hadapan Tuhan, kita memperoleh kesempatan untuk menerima bimbingan dan kuasa-Nya dalam mengendalikan segala keadaan kita. Hasilnya, Ia akan memulihkan jiwa kita yang lelah dan memperbaharui hidup kita setiap hari.
Saya menyarankan Anda setiap pagi, setialah untuk meluangkan waktu teduh di hadapan Tuhan. Sebab kita harus menyerahkan hari-hari kita ke dalam tangan-Nya, menyusun agenda kita dan menyerahkannya kepada Tuhan. Saat teduh di pagi hari adalah seumpama kemudi bagi hari-hari kita. Bersediakah Anda untuk menempatkan Allah menjadi kapten Anda?
RENUNGAN HARI INI
Rabu, 28 September 2005
PIKIRAN YANG BENAR
Bacaan: Filipi 4:2-9
"Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus" (Filipi 4:7).
Ada pemahaman sekuler yang menekankan betapa pentingnya suatu pola pikir yang positif (The positive thingking). Ini menjelaskan bahwa segala sesuatu dilakukan dengan dasar pemikiran positif. Tidak berprasangka buruk, atau mengambil makna yang baiknya saja terhadap sebuah kejadian.
Bila dalam pemahaman dunia saja ada perkataan seperti itu, maka dalam konteks rohani seharusnya lebih dalam. Sebab, berpikir positif saja dalam pemahaman rohani tidaklah cukup untuk membangun iman. Pikiran yang positif tanpa suatu tindakan dan perkataan yang benar berdasarkan firman Tuhan tidak menghasilkan apa-apa. Jadi, yang paling penting bagi kita umat percaya adalah bagaimana berpikir benar, dengan dilandasi oleh kebenaran firman Tuhan.
Mengapa kita perlu memahami dan membangun sebuah pikiran yang benar? Melalui pikiran orang bebas mereka-reka yang jahat untuk orang lain. Iblis mudah sekali masuk melalui pikiran, karena orang kerap berpikir bahwa apa saja yang dipikirkannya tak akan diketahui orang lain. Jadi pikiran merupakan tempat yang paling "empuk" untuk diserang Iblis, meyusup dalam pikiran orang yang kecewa, sakit hati, trauma atau nafsu. Polanya sangat sederhana namun licik. Pikiran kita dipengaruhi dengan berbagai cara, sampai akhirnya terperangkap dalam dosa.
Jadi, kesadaran kita untuk membangun sebuah pikiran yang berdasarkan kebenaranNya, adalah langkah efektif mencegah penyusupan Iblis. Bergiatlah mendengarkan dan membaca firmanNya, sehingga apa yang ada dalam pikiran kita selalu diperbaharui oleh Roh Kudus (Ef. 4:23). Selain itu pun, firmanNya menegaskan bahwa, "Iman tumbuh melalui pendengaran", berarti adalah sebuah sikap yang baik untuk terus belajar memahami firmanNya.
Sekarang kita mempunyai pilihan bagaimana mengisi pikiran kita. Apakah menjejalinya dengan berbagai asumsi duniawi, atau mengisinya dengan pemahaman tentang pengajaran firman Tuhan. Pilihan ada di tangan kita, tapi sebagai orang percaya dan mengerti firman Tuhan, adalah sebuah perbuatan bodoh bila kita mau memberikan kesempatan bagi Iblis memasuki alam pikiran kita. (TLT)
Doa:
Berikanlah kepada kami Tuhan kemampuan untuk memelihara firmanMu, agar kami memiliki pikiran yang positif. Amin!
PIKIRAN YANG BERISIKAN FIRMAN MAMPU MENJAUHKAN KITA DARI PERANGKAP IBLIS
================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "eben-net" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
