TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEKALIAN

"Kadang kita sering berharap adanya pengakuan yang pantas atas hasil kerja kita dari orang lain. Padahal FirmanNya ingin kita mengerjakan sesuatu dengan tulus"



Jumat, 30 September
Misteri Agung
Tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan (2 Korintus 5:8)

Bacaan: Lukas 16:19-31
Setahun: Ester 1-3

Banyak orang menggemari kisah-kisah misteri. Memang menyenangkan berperan sebagai detektif dan mencoba menebak "siapa pelakunya" pada saat kita membaca novel misteri. Tetapi ada kasus yang tidak akan pernah kita pecahkan—sebelum kita mengalaminya sendiri.

Kita yang telah menyaksikan dengan perasaan sedih kematian orang yang kita kasihi, mungkin akan bertanya-tanya mengenai keberadaan baru mereka. Hati kita sangat ingin mengetahui apa yang mereka lakukan atau di mana mereka berada saat ini. Jika mereka telah mengakui Yesus Kristus sebagai Juru Selamat, kita tahu bahwa mereka berada di surga. Namun, pada saat ini, ada sebuah selubung yang memisahkan kita dari orang-orang yang kita kasihi dan kita tidak dapat melihat apa yang berada di balik selubung tersebut.

Akan tetapi, kita memiliki beberapa petunjuk mengenai misteri ini. Kita tahu bahwa orang-orang terkasih yang telah meninggal sedang menikmati hadirat Allah (2 Korintus 5:8). Kita juga tahu bahwa mereka dikenali dan mengenali sekeliling mereka—sama seperti orang kaya dan pengemis yang dibicarakan Yesus dalam Lukas 16:22,23. Dan kita pun tahu bahwa mereka saat ini belum menerima tubuh sempurna yang akan mereka miliki kelak ketika Yesus kembali (1 Tesalonika 4:13-17).

Lebih dari itu, kita telah diberi kebenaran ini: Allah, di dalam kasih dan kuasa-Nya yang tiada taranya, sedang merancang pertemuan yang mulia. Selanjutnya, sukacita kekal kita akan dimulai. Halaman terakhir dari misteri agung ini berakhir dengan bahagia —JDB



UMAT ALLAH TIDAK PERNAH BERPISAH pada akhirnya



Lukas 16:19-31
16:19 "Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.
16:20 Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,
16:21 dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
16:22 Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
16:23 Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
16:24 Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.
16:25 Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
16:26 Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.
16:27 Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,
16:28 sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.
16:29 Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.
16:30 Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.
16:31 Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."



30

J U M A T





Tekun -- Ibrani 10:35-36














Ibrani 12:1 mendorong kita untuk berlomba dengan tekun. Dalam perlombaan ini tentu kita akan menghadapi berbagai kesukaran dan penderitaan. Kita berlomba melewati berbagai musim, baik musim yang indah, atau masa penuh kesedihan, juga hari-hari ketika lintasan lari berubah menjadi kasar, dan sebagainya. Dia tahu bahwa di saat-saat tertentu kita akan tersandung dan kehabisan tenaga. Dia tahu saat kita berada di lintasan untuk memenuhi rencana-Nya yang spesifik, sehingga hidup kita menjadi bermakna.

Berlomba dengan tekun juga berarti bahwa kita senantiasa waspada terhadap 'jerat' yang dipasang oleh si jahat. Bila kita mengijinkan dia untuk menginjakkan kakinya di dalam hidup kita, itu berarti kita sedang melangkah ke luar lintasan dan membiarkan diri kita terperosok ke dalam lumpur. Berbeda dengan rintangan, yang adalah kebiasaan, hobi atau sikap hidup yang memperlambat kita, 'jerat' itu adalah dosa yang benar-benar dapat menghentikan kita. Namun kita harus memperlakukan keduanya dengan sama, yaitu meminta Tuhan menyadarkan kita, dan mohon pertolongan-Nya.

Kita dapat mempercayai Dia, karena Ia telah menyediakan seorang Penolong dalam perlombaan itu. Yesus menjamin bahwa kita tidak pernah berlomba sendirian. Ia selalu berada satu langkah di depan dan satu langkah di belakang untuk mendahului dan mengangkat kita pada waktu kita jatuh. Ia juga selalu berada di sisi kita, mendorong dan memberi kita semangat.

Apakah Anda sedang tersandung di dalam perlombaan Anda? Arahkanlah mata Anda pada Yesus sehingga Anda dapat hidup dalam kepenuhan dan mampu menyelesaikan perlombaan dengan baik. Yang diperlukan dari kita adalah ketekunan, maukah kita melakukannya?



RENUNGAN HARI INI
Jum'at, 30 September 2005



MENGERTI DAN MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH

Bacaan: Roma 8:1-17

"Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah" (Roma 8:14).

Banyak orang Kristen masih sering menyalahkan Tuhan jika sedang menghadapi masalah. Kita cuma bisa menyalahkan, mencari "kambing hitam", padahal Tuhan mampu melakukan segala perkara, tetapi Tuhan tidak akan mengambil keputusan yang salah buat kita, Dia akan membimbing kita. Jadi, kita mempunyai tanggung jawab untuk menentukan pilihan, meski bukan otoritas bisa melakukan sesuka hati, sehingga kita bisa mengerti dan melakukan kehendak Allah.

Untuk itu, kita sangat membutuhkan pimpinan Roh Allah (Rm. 8:14). Hidup dalam pimpinan Roh Allah, kita harus menerima dan menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi. Selain itu, akan memerdekakan dan menjadikan kita anak-anak Allah, memberi pikiran dan keinginan yang baru (ayat 5,6), serta memberi kebebasan dari rasa ketakutan dan melepaskan dari belenggu perbudakan dosa (ayat 15). Jadi, jangan biarkan hidup kita terbawa arus keinginan daging semata, karena itu akan menyesat dan mengelabui pandangan hati kita pada kebenaran.

Kemudian, kita harus meluangkan waktu dalam hadirat Tuhan (Kis. 16:9). Berikan waktu khusus bagi Tuhan, berarti kita juga menghargai kuasaNya, dan kita juga menundukkan kepentingan yang ada di dalam diri kita. Kita juga harus memiliki jam-jam doa dan waktu membaca dan merenungkan firmanNya (bersaat teduh). Dengan demikian, kita dapat lebih memahami pelbagai hal yang terkandung dalam firman Tuhan.

Lalu, biarkan damai Kristus yang memerintah (Kol. 3:15-17). Penyerahan diri kepada damai Kristus untuk memerintah di dalam diri kita, adalah suatu panggilan yang telah Allah rancangkan di dalam hidup kita. Menyerahkan diri dalam damai Kristus kita akan dapat mengerti dan dapat memahami maksud dan kehendak Allah.

Itulah sebabnya, kita sebagai pribadi-pribadi yang telah memperoleh kemerdekaan dan status sebagai anak-anak Allah, merupakan suatu keharusan bahwa kita harus hidup seturut dengan kehendak dan firmanNya. Karena hidup yang demikianlah, maka kita akan dapat memahami dan mengerti kehendak Allah dalam hidup kita. (GL)




Doa:

Allah Bapa kami yang ada di dalam sorga, berilah kepada kami hati yang selalu mengasihiMu, agar kami dapat memahami kehendakMu, amin.






KEPUTUSAN YANG PALING BAIK ADALAH KEPUTUSAN YANG SESUAI DENGAN KEHENDAK TUHAN








================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




SPONSORED LINKS
Gpib Gpib card Gpib interface
Religion Gpib board Christianity


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke