TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEKALIAN

"Janganlah kita membiarkan perbedaan sosial atau ras menjadi penghalang untuk injil Kristus disampaikan, karena itu beritakan Firman Allah kesemua bangsa!"



Selasa, 4 Oktober
Sengaja
Segala sesuatu … mendatangkan kebaikan … bagi mereka yang terpanggil sesuai rencana Allah (Roma 8:28)

Bacaan: Kejadian 50:15-21
Setahun: Hagai 1–2; Zakharia 1–2

Ketika seorang koboi mendaftar untuk sebuah polis asuransi, sang agen asuransi bertanya kepadanya, "Apakah Anda pernah mengalami kecelakaan?" Setelah merenung beberapa saat, ia kemudian menjawab, "Belum, tetapi pada musim panas yang lalu seekor kuda liar menyepak dan mematahkan dua rusuk saya, dan beberapa tahun yang lalu seekor ular menggigit pergelangan kaki saya."

"Bukankah itu namanya kecelakaan?" sahut sang agen dengan keheranan. "Bukan," jawab si koboi, "kedua binatang tersebut melakukannya dengan sengaja!"

Kisah ini mengingatkan saya akan kebenaran Alkitab bahwa tidak ada kecelakaan di dalam kehidupan anak-anak Allah. Dalam bacaan Kitab Suci pada hari ini, kita membaca bagaimana Yusuf memahami suatu pengalaman sulit yang tampaknya seperti bencana besar. Ia dilemparkan ke sumur, kemudian dijual sebagai budak. Ini merupakan ujian yang berat bagi imannya, dan apabila dilihat dari kacamata manusiawi, maka hal ini merupakan kasus ketidakadilan yang tragis, bukan sarana rahmat ilahi. Tetapi, di kemudian hari Yusuf akhirnya mengerti bahwa "Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan" (Kejadian 50:20).

Apakah Anda saat ini sedang melalui badai pencobaan dan kekecewaan? Apakah segala sesuatu sepertinya sedang melawan Anda? Semua kemalangan itu bukanlah kecelakaan. Tuhan mengizinkan hal-hal demikian untuk suatu tujuan yang mulia. Karena itu, percayalah kepada-Nya dengan sabar. Jika Anda betul-betul mengenal Tuhan, suatu hari nanti Anda akan memuji-Nya karena semuanya itu! —RWD



ALLAH MENGUBAH PENCOBAAN MENJADI KEMENANGAN



Kejadian 50:15-21
50:15 Ketika saudara-saudara Yusuf melihat, bahwa ayah mereka telah mati, berkatalah mereka: "Boleh jadi Yusuf akan mendendam kita dan membalaskan sepenuhnya kepada kita segala kejahatan yang telah kita lakukan kepadanya."
50:16 Sebab itu mereka menyuruh menyampaikan pesan ini kepada Yusuf: "Sebelum ayahmu mati, ia telah berpesan:
50:17 Beginilah harus kamu katakan kepada Yusuf: Ampunilah kiranya kesalahan saudara-saudaramu dan dosa mereka, sebab mereka telah berbuat jahat kepadamu. Maka sekarang, ampunilah kiranya kesalahan yang dibuat hamba-hamba Allah ayahmu." Lalu menangislah Yusuf, ketika orang berkata demikian kepadanya.
50:18 Juga saudara-saudaranya datang sendiri dan sujud di depannya serta berkata: "Kami datang untuk menjadi budakmu."
50:19 Tetapi Yusuf berkata kepada mereka: "Janganlah takut, sebab aku inikah pengganti Allah?
50:20 Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.
50:21 Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga." Demikianlah ia menghiburkan mereka dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya.



04

S E L A S A





Pentingnya Iman? -- Efesus 4:11-16a














Bacaan hari ini mengajak kita menghargai dan menghormati apa yang Tuhan sudah sediakan bagi kita. Khususnya dalam membangun dasar iman kita. Semua susunan itu akan terasa manfaatnya jika kita menaruh dan membiarkannya berperan di tempat yang benar.

Ingatkah Anda bahwa Iblis menjadikan pikiran kita medan peperangannya? Ia ingin membuat lubang sebanyak-banyaknya pada ketopong "pemikiran alkitabiah" kita. Bila kita mengijinkan pemikiran duniawi bercampur dengan kebenaran alkitabiah, maka akan semakin banyak celah yang dapat dikuasai oleh iblis. Siular berhasil menipu Adam dan Hawa dengan menyembunyikan dustanya ke dalam sebagian kebenaran (Kejadian 3:1-7). Ia pun berusaha menipu kita dengan cara serupa. Itu sebabnya, kita perlu memiliki kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, melalui orang-orang yang dipercayakan-Nya. (Efesus 4: 11-13)

Oleh sebab itu, sangat penting bagi kita untuk mengetahui apa yang kita percaya dan mendasari iman kita di atas kebenaran firman Tuhan saja. Iman juga akan melindungi kita dari rasa takut dan intimidasi. Bila kita berpijak dengan kuat di atas kebenaran-Nya, maka kita dapat berdiri teguh. Tanpa itu, kita akan mendapatkan diri kita dipenuhi dengan rasa takut dan kita akan terintimidasi untuk diam pada waktu pertanyaan-pertanyaan yang "sulit" diajukan kepada kita.

Oleh sebab itu, sangat penting bagi kita untuk mengetahui apa yang perlu kita percaya dan mendasari iman kita di atas kebenaran firman Tuhan saja. Jangan cara yang lain, milikilah iman yang sejati dan jangan campurkan dengan pikiran duniawi. Milikilah pikiran yang benar sekarang juga.



RENUNGAN HARI INI
Selasa, 4 Oktober 2005



NANTIKAN WAKTU TUHAN

Bacaan: Pengkotbah 3:1

"Segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya"

Penantian merupakan hal yang paling menjemukan. Begitu banyak orang menggunakan istilah untuk menggambarkan kejenuhan selama penantian. Apalagi, ketika kita disuruh menunggu sesuatu yang tidak pasti, sungguh sangat menggelisahkan dan menjemukan.Bayangkan, kalau kita janjian dengan seseorang, tetapi kita tak diberitahu jam berapa dia akan muncul menemui kita.

Dalam konteks keimanan Kristen hal ini tidaklah berlaku. Sebab, kita tahu pasti bahwa apa yang menjadi penantian kita adalah sebuah kepastian. Kita tahu persis bahwa Allah akan bertindak tepat pada waktunya. Jadi, sebagai orang percaya tak layak rasanya kita harus bersungut-sungut atau gelisah menunggu jawaban Tuhan.

Banyakorang bertindak salah dan berbuat sesuatu yang merugikan bagi dirinya sendiri. Kita bisa gambarkan seorang petani yang dengan tekun menantikan hasil panennya. Ia tidakbisa mempercepat tanamannya untuk berbuah usaha apapun yang ia lakukan tidak akan mempercepat tanamannya berbuah ia harus tunduk dengan hukum alam yang berlaku.

Demikian pula dengan proses alami yang dialami oleh Yesus. Ia memasuki proses-proses alami yang tidak bisa ditentang, Ia harus dikandung dalam rahim, lahir, menanti proses pertumbuhan hingga tiba waktunya Ia melayani dengan dahsyat. Namun sering kali kita tidak sabar terhadap proses-proses yang harus kita jalani. Kita bertindak semaunya sendiri dengan dasar pemikiran sendiri, serta target-target yang kita tentukan sendiri.

Dalam kekristenan, waktu Tuhan bukanlah waktu manusia. Begitu pula rancangan manusia, bukanlah rancanganNya. Berarti, segala sesuatu haruslah didasarkan pada rancanganNya dan disesuaikan dengan waktuNya. Kita sebagai hambaNya harusnya tetap teguh menantikan. Karena, pada saat yang tepat segala sesuatunya pasti dapat kita raih. Bila itu merupakan rancangan Tuhan, pasti pula akan mendatangkan kebaikan. (AS/TLT)




Doa:

Tuhan Yesus, pimpin hati dan pikiran kami untuk berkata-kata dan bertindak. Jangan biarkan kami dalam kegelapan dunia ini, kami percaya tanganMu yang kuat akan selalu melindungi kami. Amin!






ORANG YANG SETIA BERJALAN DALAM FIRMAN TUHAN AKAN MELIHAT DAN MERAIH KEMENANGAN GEMILANG








================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke