TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEKALIAN

"Suatau hari kelak Tuhan Yesus pasti akan datang kembali untuk menghukum kejahatan didunian ini dan akan menyelamatkan mereka yang percaya kepadaNya"



Kamis, 6 Oktober
Keajaiban Hidup Pernikahan
Adam berkata, "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku"
(Kejadian 2:23)

Bacaan: Matius 19:1-8
Setahun: Zakharia 7-10

Ketika Pendeta Howard Sugden memimpin upacara pernikahan kami, ia menekankan bahwa kami sedang terlibat dalam sebuah mukjizat. Kami memercayainya, tetapi kami tidak memahami seberapa besar mukjizat yang diperlukan untuk mengikat dua orang, apalagi menjadikan keduanya satu.

Setelah 20 tahun, saya sadar bahwa kehidupan pernikahan, bukan upacara pernikahan, adalah mukjizat sejati. Setiap orang bisa menikah, tetapi hanya Allah yang bisa menciptakan sebuah kehidupan pernikahan yang sejati.

Sebuah definisi menikah adalah "membangun keterikatan dengan setia atau keras kepala". Bagi beberapa pasangan, istilah "keras kepala" lebih tepat menggambarkan keterikatan mereka daripada istilah "setia".

Allah memiliki definisi yang jauh lebih baik bagi kita mengenai pernikahan daripada mendefinisikannya sebagai keterikatan yang terus-menerus diusahakan agar tidak terjadi perceraian. Kesatuan dalam pernikahan itu begitu kuat sehingga kita menjadi "satu daging". Allah menginginkan hidup pernikahan berlangsung seperti ketika Dia menciptakan Hawa dari Adam pertama kali (Kejadian 2:21-24). Itulah penjelasan Yesus kepada orang-orang Farisi ketika mereka bertanya kepada-Nya, "Apakah diperbolehkan orang menceraikan istrinya dengan alasan apa saja?" (Matius 19:3). Yesus menjawab, "Sebab itu laki-laki akan … bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging" (ayat 5).

Menyerahkan hidup Anda kepada orang lain adalah tindakan iman yang benar-benar memercayai mukjizat. Puji syukur, Allah campur tangan dalam menciptakan kehidupan pernikahan —JAL



KEHIDUPAN PERNIKAHAN YANG BAHAGIA ADALAH BERSATUNYA DUA PENGAMPUN YANG BAIK



Matius 19:1-8
19:1 Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya itu, berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di seberang sungai Yordan.
19:2 Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan Iapun menyembuhkan mereka di sana.
19:3. Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?"
19:4 Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?
19:5 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
19:7 Kata mereka kepada-Nya: "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?"
19:8 Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.



06

K A M I S





Firman Tuhan -- Ibrani 4:12, Yesaya 55:10-11














Apakah hal-hal yang kita percayai itu penting? Ya, karena apa yang kita pahami sebagai kebenaran akan mempengaruhi setiap aspek kehidupan kita. Bila kita tidak memahami dengan jelas hal itu, maka iman kita akan terombang-ambing dan kita gagal menjadi duta Kristus bagi orang lain. Sayang, kebanyakan dari kita tidak mempermasalahkannya, walaupun hanya memiliki pengetahuan yang samar-samar tentang Kristus. Itu sebabnya, sungguh penting bagi kita untuk memahami kebenaran dasar yang seharusnya menguasai pikiran dan gaya hidup kita.

Marilah kita mulai dengan Alkitab, sebagai penyataan diri Allah yang disingkapkan-Nya bagi manusia. Setiap bagian Alkitab diilhamkan atau "dihembuskan oleh Allah" (II Timotius 3:16). Itu artinya Allah memilih orang-orang tertentu untuk menyampaikan pesan-Nya di waktu tertentu dalam sejarah. Ia memberikan mereka ingatan tentang segala hal yang dimaksudkan-Nya, lalu menuliskan apa yang mereka terima itu.

Karena manusia dilibatkan di dalam proses penulisan Alkitab, banyak orang mempertanyakan apakah Alkitab dapat diandalkan. Namun yang pasti, Alkitab benar-benar akurat dan dapat dipercaya, karena Allah sendiri yang berfirman dan mengawasi firman-Nya. Anda pasti telah mendengar tentang penemuan gulungan-gulungan kitab kuno. Tidak ada satu pun naskah temuan itu yang menentang keabsahan dari Alkitab yang kita gunakan sekarang ini.

Pada waktu Anda memegang Alkitab di tangan, sadarilah apa yang Anda pegang itu. Itu bukan sekadar paduan tinta dan kertas melainkan pedang bermata dua yang hidup, yang karena kasih-Nya telah diberikan kepada manusia, Ia rindu kita dapat membangun persekutuan dengan-Nya.



RENUNGAN HARI INI
Kamis, 6 Oktober 2005



SIKAP MENGHADAPI MASA-MASA SULIT

Bacaan: Habakuk 1:1-7, 12-13

Berapa lama lagi, Tuhan aku berteriak, tetapi tidak Kau dengar, aku berseru kepadaMu: "Penindasan" tetapi tidak Kau tolong? (Hab. 1 : 2)

Pada saat ini banyak terjadi kelaliman dan kejahatan. Seperti pada zaman Nabi Habakuk, hal seperti ini juga pernah terjadi. Saat itu ada dua keluhan Nabi Habakuk, yaitu mengapa doanya tidak didengar, dan Tuhan membangkitkan orang fasik untuk menganiaya orang benar?

Reaksi seperti ini yang paling sering muncul menghadapi situasi sulit. Sepertinya doa tidak didengar sementara orang fasik menganiaya orang benar. Akibatnya, timbul kekecewaan yang dapat merebak menjadi perbuatan tercela dan meninggalkan Tuhan. Tetapi Nabi Habakuk mengambil sikap yang benar sehingga dia tidak kecewa pada Tuhan.

Seperti Nabi Habakuk, kita pun hendaknya demikian. Jangan lemah iman lalu mundur dari pelayanan karena mengalami masa-masa sulit. Nantikan Allah turun tangan, tapi tidak pasif (Hab. 2:1-3). Firman Tuhan berkata "berjagalah dan berdoalah", berarti aktif. Orang yang dengan tekun menantikan Tuhan, pasti akan melihat kemenangan, seperti apa yang disediakan Tuhan bagi Ayub waktu ia tekun dalam penderitaan (Yak. 5:11).
Lalu, kita harus teguh bertahan dalam iman (Hab. 2:4-5). Sebagai orang Kristen seringkali kita terpengaruh dengan hal-hal duniawi. Jika kita bertahan dalam masa-masa yang sulit dengan tekun dan hidup kudus, maka mahkota sudah tersedia bagi kita. Kemudian, jangan lupa untuk selalu mengucap syukur (Hab. 3:17-19). Dalam keadaan yang sulit, memang terasa sukar mengucap syukur. Sebagian besar manusia akan mengeluh, tetapi jika kita sadar akan proses dari Tuhan dan, maka kita akan melihat pembelaan Allah bagi kita.

Dalam menghadapi masa-masa yang sulit seperti yang dialami oleh Nabi Habakuk, kita perlu sadari bahwa segala sesuatu ada dalam tangan Tuhan. Tuhan mengijinkan keadaan yang sulit terjadi dalam kehidupan kita supaya kita boleh menjadi orang Kristen yang dewasa, supaya kita terus bergantung dan bersandar pada Tuhan sehingga kita menjadi kuat dan supaya kita lebih bijaksana dalam menghadapi hidup ini. Oleh karena itu nantikan Tuhan turun tangan, pertahankan iman kita kepada Tuhan, jangan goyah dan mengucap syukurlah dalam segala keadaan. Maka kita akan melihat muzjizat, kemenangan, kesuksesan dan berkat-berkat Allah dinyatakan dan dicurahkan dalam kehidupan kita. (Dans)




Doa:

Tuhan Yesus, ajar kami untuk tetap setia dijalanMu. Haleluya, amin!






ORANG PERCAYA DAN TEGUH DALAM IMAN PASTI AKAN MELIHAT KEMENANGAN GEMILANG








================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




SPONSORED LINKS
Gpib Gpib card Gpib interface
Religion Gpib board Christianity


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke