TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEKALIAN

"Dizaman ini uang, kemasyuran/kenikmatan bisa menjadi illah ketika kita terlalu banyak berkosentrasi pada salah satu hal tersebut untuk keamanan pribadi kita"

 

Rabu, 12 Oktober
Ada di Tangan Allah
"Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan," firman Tuhan (Roma 12:19 )

Bacaan: Roma 12:9-21
Setahun:
Nehemia 7-9

Seluruh dunia merasa takut ketika para pemberontak Chechen membunuh ratusan orang yang terkurung di sebuah sekolah di Beslan, Rusia. Kebanyakan korbannya adalah anak-anak, termasuk enam anak dari Totiev bersaudara, yang aktif dalam pelayanan kristiani. 

Salah satu dari Totiev bersaudara itu memberikan reaksi yang bagi kebanyakan kita merupakan pilihan yang sulit. Ia berkata, "Ya, kami mengalami kehilangan yang tak dapat digantikan oleh apa pun, tetapi kami tidak melakukan balas dendam." Ia memercayai apa yang dikatakan Tuhan, yang tercatat dalam Roma 12:19, "Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan."

Beberapa di antara kita sulit menghilangkan kepahitan atas ketidakadilan kecil, dan tidak berkata apa-apa terhadap kejahatan besar seperti yang dihadapi oleh keluarga ini. Totiev mengambil sikap untuk mengikhlaskan kepahitan dan tidak membalas dendam. Sikap tersebut menunjukkan bahwa mereka membenci yang jahat (ayat 9), tetapi tidak membalas kejahatan dengan kejahatan (ayat 17). Alangkah berbedanya keadaan pernikahan, keluarga, gereja, dan semua hubungan kita apabila Roh Kudus sendiri yang memampukan kita untuk memiliki sikap seperti Kristus sehingga dapat meletakkan semua ketidakadilan yang kita terima di tangan Allah.

Berdiam dirilah sejenak dan telitilah hati Anda. Jika ada kepahitan terhadap orang lain atau keinginan untuk membalas dendam, mintalah kepada Roh Kudus untuk membantu Anda supaya tidak "kalah terhadap kejahatan, tetapi mengalahkan kejahatan dengan kebaikan" (ayat 21) —VCG

 

SUATU HARI NERACA KEADILAN AKAN BENAR-BENAR SEIMBANG

 

Roma 12:9-21
12:9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.
12:10 Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.
12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
12:12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!
12:13 Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan!
12:14 Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!
12:15 Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!
12:16 Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!
12:17 Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!
12:18 Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!
12:19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.
12:20 Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.
12:21 Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

 

12

R A B U

Kuasa Hubungan -- Yohanes 15:15

 

 

Allah telah memilih untuk menciptakan Anda, dan Ia telah melakukan langkah yang sangat luar biasa untuk menyelamatkan Anda dari dosa. Ia menghendaki agar Anda diubahkan menjadi serupa dengan Anak-Nya Yesus Kristus, dan Ia telah berjanji akan turut bekerja dalam segala sesuatu demi kebaikan Anda (Roma 8:28). Mengapa Ia mau melakukan semua itu? jawabannya sederhana: Allah rindu untuk memiliki hubungan pribadi dengan setiap kita. Sungguh merupakan tragedi bahwa banyak orang menjalani kehidupan mereka tanpa menyadari bahwa Allah begitu mengasihi mereka.

Di dalam Yohanes pasal ke 13 sampai 16, kita melihat beberapa contoh dari saat-saat yang paling intim antara Tuhan dan murid-murid-Nya. Banyak orang Kristen hanya menganggap Yesus sebagai pendoa syafaat mereka yang duduk di sebelah kanan Allah, Bapa. Padahal Ia juga rindu untuk menjadi sahabat kita, yang siap menyertai dan membimbing kita. Allah menciptakan kita agar kita memiliki hubungan yang intim dengan-Nya. Ia tidak membutuhkan kita; Ia menginginkan kita. Seberapapun banyaknya orang-orang di dunia ini mengasihi Anda, tidak akan ada artinya bila Anda tidak mengenal kasih Allah.
Satu-satunya hal yang merintangi antara kita dan Allah adalah dosa kita. Karena dosa, manusia tidak berdaya untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Itulah sebabnya Bapa turun tangan Ia mengutus Anak-Nya Yesus, yang adalah Allah sejati, untuk mengambil rupa manusia dan mati di kayu salib. Bapa di surga tidak bisa menerima kita dengan keberdosaan atau pelanggaran tetap melekat pada kita; sehingga Ia perlu menghapuskan dosa kita dan membuang pelanggaran kita sejauh timur dari barat (Mazmur 103:12). Kemudian ia mengundang kita untuk menjadi sahabat-Nya.

 

RENUNGAN HARI INI
Rabu, 12 Oktober 2005

MEMAHAMI KEHENDAK TUHAN

Bacaan : Efesus 3: 14-21

"Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus". (Ef. 3:18)

Jemaat di Efesus adalah jemaat yang dilayani dan digembalakan Paulus. Ia membimbing mereka agar dapat bertumbuh secara rohani. Hal ini dapat kita jumpai dalam pengajaran melalui suratnya kepada jemaat Efesus. Ia melatih mereka tentang cara hidup berjemaat yang benar, diantaranya termasuk menjelaskan tentang karunia-karunia Roh dan fungsinya bagi kehidupan gereja Tuhan, sehingga mereka dapat mempergunakan karunia Roh tersebut dengan benar.

Di samping itu Paulus juga membimbing dan melatih jemaat dan sekaligus memperlengkapi mereka dengan segenap senjata Allah supaya mereka dapat melakukan peperangan rohani melawan iblis. Suatu hal yang menarik kita pelajari disini, ternyata jika sekedar menerima pengajaran, juga dilatih dan dididik secara rohani, itu belumlah cukup untuk jemaat bisa hidup dan berjalan dalam kebenaran. Paulus dalam ilham Roh menghendaki agar jemaat dapat memahami tentang kehendak Tuhan. Allah tidak mengharapkan kita sekedar mengambil keputusan untuk hidup dalam Dia, tapi Ia juga menghendaki agar kita dapat mengerti kehendak-Nya untuk dapat berjalan dalam kebenaran.

Di dalam ayat renungan kita hari ini, minimal ada tiga perkara penting yang dapat kita jumpai bertalian dengan "kehendak Tuhan" ditengah-tengah umat-Nya, yaitu:

1.

Allah berkehendak agar Roh Kristus menguatkan kita untuk selamanya (ayat 16).

2.

Allah menghendaki agar dapat memahami kasih-Nya didalam situasi yang sulit dalam hidup kita (ayat 18,19). Ada tiga hal yang perlu kita perhatikan bertalian dengan situasi yang sulit ini; pertama, disaat Allah sedang mendisiplinkan kita, kemudian di saat Ia sedang menegur kita karena dosa, dan di saat Allah menjawab tidak terhadap doa kita karena tidak berkenan.

3.

Allah berkehendak agar kita mengalami seluruh kepenuhan Allah, artinya kita hidup dalam Kuasa, Kasih bahkan selalu diliputi hadirat-Nya (Yoh. 14:16).

Melalui renungan hari ini, marilah kita menyadari bahwa Allah menghendaki kita untuk dapat mengerti kehendakNya, sehingga kita dapat hidup dan meraih berkat-berkat yang Allah telah sediakan bagi, juga dapat hidup berkenan serta dapat mempermuliakan Tuhan. Haleluyah. (Jhw)

Doa:

Tuhan berikanlah kami hikmat untuk dapat mengerti kehendak-Mu, sehinggga akhirnya dapat hidup di dalamnya. Amin.

MENGERTI KEHENDAK TUHAN DASAR UNTUK DAPAT HIDUP DALAM TUNTUNAN-NYA



================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke