TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEKALIAN
"Untuk melatih diri kita menjadi berkualitas dalam Tuhan, kita harus mengembangkan iman kita dengan menggunakan kemampuan yang Allah berikan kepada kita dalam pelayanan"
Senin, 17 Oktober
Waspadai Roh Menghakimi !
Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi (Matius 7:1)
Bacaan: Matius 7:1-5
Setahun: Matius 8-11
Seorang laki-laki muda yang sudah menikah mulai pergi ke toko pornografi. Ketika orangtuanya mengetahui hal ini, mereka menegurnya dengan lembut dan bijak, tetapi tidak menghakimi. Sang anak menanggapi dengan marah dan me-ngatakan bahwa ia tidak melihat bahwa apa yang diperbuatnya itu berbahaya. Ia menuduh orangtuanya suka menghakimi. Dengan hati remuk mereka hanya bisa diam dan melihat ketika putranya meninggalkan istri dan keluarganya, kehilangan pekerjaan, dan akhirnya hidupnya hancur.
Banyak orang zaman sekarang akan mengatakan bahwa orangtua tidak berhak untuk menegur bahwa mereka salah. Mereka bahkan mungkin mengutip kata-kata Yesus, "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi" (Matius 7:1).
Tetapi Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa kita bertanggung jawab untuk dengan rendah hati menegur sesama orang percaya ketika kita melihatnya berbuat dosa (Galatia 6:1,2). Orangtua ini melakukan tanggung jawabnya dengan penuh kasih.
Yesus tidak mengatakan kita tidak boleh menentang dosa. Dia mengatakan kita harus hati-hati dalam menghakimi. Paulus menulis bahwa kasih itu tidak menyimpan kesalahan orang lain (1 Korintus 13:5). Kita harus menerapkan prinsip praduga tak bersalah, dan mengenali keterbatasan kita sendiri. Dan kita harus menolak perasaan superioritas rohani apa pun. Kalau tidak, kita juga akan jatuh ke dalam dosa.
Menegur orang lain merupakan tanggung jawab yang serius. Lakukan dengan hati-hati, dan waspadalah selalu agar jangan menghakimi —HVL
HAKIMILAH DIRI ANDA SENDIRI SEBELUM MENGHAKIMI ORANG LAIN
Matius 7:1-5
7:1 "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
7:2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
7:3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
7:4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.
7:5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
17
S E N I N
Janji-Janji Allah -- Ibrani 6:11-12
Bapa tidak akan memberikan janji-janji-Nya bila Ia tidak mau memberikan berkat bagi anak-anak-Nya. Namun kita tidak boleh egois dan menganggap bahwa semua janji itu secara otomatis hanya ditujukan bagi kita. Jadi bagaimana kita dapat menerima janji-janji Allah itu?
Ada beberapa pertanyaan yang harus kita ajukan untuk menguji setiap Bapa.
Apakah janji ini memenuhi kebutuhan atau keinginan pribadiku? Pada waktu aku meminta Allah untuk menggenapi janji ini, apakah aku memintanya dengan roh yang berserah kepada kehendak-Nya? Dapatkah Allah menggenapi janji ini bagiku tanpa merugikan orang lain atau mempengaruhi kehendak-Nya dalam kehidupan orang lain? Apakah Roh Kudus memberikan kesaksian di dalam rohku bahwa Allah berkenan dengan permohonanku? Akankah Allah ditinggikan dengan menggenapi janji ini? Apakah permintaanku ini berlawanan dengan firman Allah? Jika Allah menggenapi janji ini, akankah hal ini menumbuhkan kerohanianku?
Bila kita dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas dengan memuaskan, maka hal itu tinggal bergantung pada tiga persyaratan ini. Pertama, kita perlu memiliki iman. Bapa kita menghendaki kita untuk mempercayai-Nya, dan Ia memberikan upah kepada mereka yang melakukan hal itu (Kejadian 15:6; Ibrani 11:6). Kedua, kita harus taat kepada apapun yang kita tahu merupakan kehendak Allah bagi kita kita tidak akan pernah mencapai yang terbaik dari-Nya apabila kita dengan sengaja tidak mau menaati-Nya. Dan ketiga, kita harus memiliki kesabaran dan bersedia menunggu waktu Tuhan yang sempurna.
Ingatlah selalu bahwa Allah senantiasa rindu untuk mencurahkan berkat-Nya bagi dan demi kebaikan kita.
RENUNGAN HARI INI
Senin, 17 Oktober 2005
WAKTU YANG TEPAT MENCARI TUHAN
Bacaan: Hosea 7:8-12
Mereka semua sudah panas seperti dapur perapian, dan memakan habis para hakim mereka. Semua raja mereka sudah tewas, tidak ada seorang di antara mereka yang berseru kepada-Ku. (Hos. 7:8)
Banyak orang berpikir bahwa mencari Tuhan adalah hal sia-sia dan buang-buang waktu. Ketika mereka muda, mereka lebih mementingkan karier dan mencari uang sebanyak-banyaknya agar di hari tua, mereka bisa menikmati kebahagiaan. Pada saat mereka tualah, mereka baru mencari Tuhan. Mereka mulai aktif di gereja, dan terlibat banyak pelayanan. Tetapi sayang, sudah tidak banyak yang bisa di kerjakan. Berbeda sekali keadaannya apabila dari masa muda mereka sudah mencari Tuhan. Pertanyaannya, kapan waktu yang tepat bagi kita untuk mencari Tuhan?
1.
Ketika kita menyadari kelemahan serta kesalahan-kesalahan kita. Sebagai manusia, tua atau muda pasti punya kelemahan dan kesalahan-kesalahan. Itu adalah suatu hal yang biasa karena kita masih manusia. Tetapi sebagai orang percaya kita dapat datang kepada Yesus minta ampun dan pemulihan, maka kesalahan-kesalahan kita akan dihapuskan, dan pemulihan serta kekuatan akan diberikan kepada kita.
2.
Ketika musuh berada disekitar kita. Sebelum dunia ini lenyap, musuh tetap ada dan berkeliling di sekitar kita untuk mencari kelemahan agar kita bisa dijatuhkannya. Tetapi kalau kita terus mencari Tuhan, walaupun musuh mencari-cari kelemahan kita, kita akan tetap dilindungi. Musuh tidak akan dapat menjamah kehidupan kita kalau kita berada dekat dengan Yesus.
3.
Ketika tawaran kesenangan-kesenangan dunia dekat kita. Kesenangan-kesenangan dunia ada di mana-mana menawarkan kenikmatan dan kebahagiaan yang semu. Kelihatannya memang bisa melepaskan dari segala kesulitan, tetapi itu hanya berlangsung sementara. Tetapi kalau kita mencari Tuhan yang adalah sumber damai sejahtera, maka selamanya kita akan bahagia.
4.
Ketika kita menyadari janji-janji yang disediakan bagi kita. Ditengah-tengah tantangan yang terasa berat bagi kita, jika kita mengingat akan janji-janji Tuhan, maka akan timbul kekuatan baru sehingga kita bisa menghadapinya dan memenangkannya. Kalau kita tidak mencari dan bersandar pada Tuhan, maka janji-janji Tuhan, tidak akan kita raih sehingga di dalam setiap tantangan dan masalah, kita akan selalu lihat kekalahan.
Oleh sebab itu, siapapun kita, tua atau muda, selagi kita masih hidup, marilah kita cari Tuhan dengan sungguh-sungguh karena firman Tuhan mengatakan dalam Matius 7:7, "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu".(Dans)
Doa:
Tuhan Yesus, beri kami kekuatan dan karuniaMu untuk menghadapi pelbagai tantangan dalam kehidupan ini. Amin!
ORANG YANG TEGUH DAN SETIA DALAM TUHAN AKAN DIKUATKAN MENGHADAPI PELBAGAI TANTANGAN
================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "eben-net" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
