TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEKALIAN
"Ingatlah! Bahwa Allah tidak pernah bertindak tidak adil kepada kita, sebab Allah tidak pernah melupakan kerja keras yang telah kita lakukan bagi Dia"
Senin, 28 November
Perubahan yang Menyegarkan
Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu! (2 Korintus 9:15)
Bacaan: 2 Korintus 8:1-9
Setahun: 2 Korintus 7-9
Mulai setiap Oktober, katalog yang menawarkan pakaian, alat rumah tangga, sepatu, lilin, buku, musik akan memenuhi kotak surat saya—melebihi yang saya perlukan atau inginkan untuk saya sendiri atau orang-orang terkasih pada hari Natal.
Tetapi ada satu katalog yang saya terima November lalu, membuat perubahan yang menyegarkan. Katalog itu berisi cara yang untuk berbagi dengan anak yatim piatu, orang miskin, kelaparan, sakit, dan cacat melalui pelayanan internasional kristiani. Tulisan di bagian depan katalog itu berbunyi: "Bagikanlah terang dan kasih Yesus Kristus dengan orang yang hidup penuh dengan kegelapan dan keputusasaan." Memikirkan hal lain selain membeli satu barang lagi untuk seseorang yang telah mempunyai begitu banyak barang adalah hal yang sangat melegakan!
Jemaat Makedonia adalah sebuah contoh tentang kemurahan hati (2 Korintus 8:1-6). Mula-mula mereka memberikan diri kepada Tuhan, kemudian mereka membantu orang-orang yang kekurangan di Yerusalem. Paulus pun kemudian mendorong jemaat Korintus untuk mengikuti teladan mereka dan teladan Kristus, yang telah memberikan diri-Nya dan "menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya" (ayat 9).
Apakah Anda menginginkan perubahan yang menyegarkan pada Natal tahun ini? Pertimbangkanlah cara baru untuk memberikan diri kepada Tuhan dan kepada mereka yang kekurangan. Inilah cara penuh arti untuk bersyukur kepada Allah atas "pemberian-Nya yang tak terlukiskan", yaitu keselamatan melalui Putra-Nya —AMC
Memberi adalah ukuran kasih yang sejati
2 Korintus 8:1-9
8:1 Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia.
8:2 Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.
8:3 Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka.
8:4 Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus.
8:5 Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.
8:6 Sebab itu kami mendesak kepada Titus, supaya ia mengunjungi kamu dan menyelesaikan pelayanan kasih itu sebagaimana ia telah memulainya.
8:7 Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, --dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami--demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini.
8:8 Aku mengatakan hal itu bukan sebagai perintah, melainkan, dengan menunjukkan usaha orang-orang lain untuk membantu, aku mau menguji keikhlasan kasih kamu.
8:9 Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.
28
S E N I N
Mengucap Syukur atas Segala Sesuatu --
I Tesalonika 5:16-18
Kita semua pasti setuju bahwa firman Tuhan lebih mudah dihafal daripada dipraktikkan. Termasuk ayat "bersukacita senantiasa" yang kita baca tadi. Kita mudah saja menjalankan perintah ini apabila segala sesuatu berjalan baik. Namun pada saat kita sedang berada dalam lembah yang kelam, maka kita mulai meragukan kebenaran itu, dengan berkata: "apakah saya mampu melakukannya?"
Guna memahami pentingnya mengucap syukur dalam segala keadaan, kita harus dapat menjawab dengan baik dua pertanyaan ini: Mengapa kita harus mengucap syukur dalam segala sesuatu? Dan, Bagaimana kita melakukannya?
Tuhan memberikan perintah untuk mengucap syukur senantiasa, karena Dia tahu ketika kita mampu menunjukkan rasa syukur, kita akan terus-menerus disadarkan akan pentingnya kehadiran Tuhan. Kadang Ia mengijinkan situasi yang buruk sekalipun terjadi di dalam kehidupan Anda karena satu alasan dan maksud tertentu. Hal ini akan meningkatkan rasa percaya kita kepada-Nya.
Bagi kita yang percaya, mungkin alasannya sudah cukup, tetapi bagi mereka yang belum, mengucap syukur dalam segala sesuatu adalah hal yang mustahil untuk dilakukan. Tetapi jangan sombong, Roh Kuduslah yang memampukan kita untuk melakukan hal-hal yang mustahil itu. Jadi, bila kita dapat menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana di atas, maka Allah akan memampukan kita untuk mengucap syukur dalam segala sesuatu. Itulah kemenangan kita! Rindukah Anda mengalaminya?
Bacalah bacaan kita sekali lagi, dan garis bawahi kata senantiasa.
RENUNGAN HARI INI
Senin, 28 Nopember 2005
HIDUP YANG BERBAHAGIA
Bacaan: Yohanes 15:9-17
"Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacitaKu ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh." (Yohanes 15:11).
Siapapun kita pasti mendambakan hidup yang berbahagia. Banyak ukuran yang digunakan untuk menyatakan sebuah kehidupan yang berbahagia. Ada yang mengukur kebahagiaan itu jika memiliki banyak harta kekayaan, memiliki wajah yang cantik atau tampan, hidup yang dipenuhi dengan berbagai fasilitas dan lain-lainnya.
Memang semua ukuran-ukuran yang dikenakan tidak salah, tetapi kebahagiann yang sejati tidak tergantung dengan hal-hal tersebut. Yesus memberikan sebuah jaminan hidup yang berbahagia, yaitu jika kita mau menuruti perintahNya, tinggal di dalam Dia, dan bertindak seperti yang dilakukannya yaitu hidup saling mengasihi. Jadi bagaimanakah hidup yang berbahagia itu?
1.
Kebahagiaan yang sejati tidak bergantung kepada apapun di dalam dunia ini. Jika kita hidup di dalam kebenaranNya, maka kebahagiaam yang ada pada kita tidak tergantung dengan keadaan yang terjadi dalam diri kita. Atau dengan kata lain jika kita ingin hidup kita memiliki kebahagiaan maka kita harus dapat mengucap syukur buat segala sesuatu yang terjadi (1Tes5:18). Baik diri kita ada atau tidak ada harta, makanan, fasilitas-fasilitas hidup yang baik, atau apapun juga, maka kebahagiaan tetap tidak dapat tercuri karenanya ( Mat.6:21; Luk 12:15).
2.
Kebahagiaan adalah hasil sebuah tindakan (Yoh.15:9-17). Tindakan seseorang yang dilakukan pada saat sekarang ini akan menentukan pada masa yang akan datang. Kebahagiaan yang sejati akan kita peroleh jika kita berani bertindak dan melangkahkan kaki kita untuk mengenal kasih Bapa ( ay.9), jika kita menuruti firman Tuhan (ay.10; Maz.1:2), jika kita sling mengasihi (ay.12), jika kita rela berkorban (ay.13; Mat.5:10), jika kita tahu posisi kita dalam Tuhan (ay.14:15), dan jika dalam hidup ini kita dapat melayani Tuhan ( ay.16).
3.
Kebahagiaan akan selalu kita rasakan jika kita memiliki sukacita yang dari Allah (Yoh. 15:11). Semua perintah yang diberikan oleh Tuhan kepada kita semuanya adalah untuk mengatur hidup kita agar lebih baik. OlehNya jika kita menuruti dan hidup seturut dengan perintahNya, maka Tuhan akan memberikan sukacitaNya yang merupakan kebahagiaan sejati dalam hidup kita.
Jadi kebahagiaan yang sejati tidak dapat kita peroleh dari dalam dunia ini. Segala kekayaan, kemewahan hidup, dan segala sesuatunya hanya menciptakan kebahagiaan sesaat. Apa artinya jika kita memiliki semuanya tetapi kasih dan sukacita Tuhan jauh dari dalam hidup kita? (Ariel)
Doa:
Ya Allah, Bapa yang baik, terima kasih atas berkat dan kasih karuniaMu. Beri kami kekuatan untuk memikul salibMu. Amin!
KEBAHAGIAAN SEJATI BUKAN DARI DUNIA INI KARENA KEBAHAGIAAN DUNIA HANYALAH SEMENTARA
================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================
SPONSORED LINKS
| Gpib | Gpib card | Gpib interface |
| Religion | Gpib board | Christianity |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "eben-net" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
