TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEKALIAN
"Kehendak Allah adalah untuk kebaikan kita. Jika kita memilih dan menerima kehendak Allah, maka kebaikan Allah akan terlaksana didalam kehidupan kita"

         Senin, 5 Desember
Secercah Kemuliaan
Meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibarui dari sehari ke sehari (2 Korintus 4:16)
Bacaan: 2 Korintus 4:16-18
Setahun: Kisah Para Rasul 23-25

Proses penuaan memiliki kesulitan sendiri—pendengaran dan penglihatan menurun, pikun, sakit punggung, atau encok di tangan. Inilah tanda bahwa kita semakin lemah. Namun, Paulus menegaskan bahwa secara batiniah kita "dibarui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya" (2 Korintus 4:16, 17). Bagaimana bisa demikian?
Proses penuaan dan kelemahan akan memusatkan pikiran kita kepada Allah. Kita belajar memusatkan pandangan kepada-Nya dan pada fakta-fakta yang tidak kelihatan; kita belajar membedakan antara hal-hal yang kekal dan hal-hal yang fana. Kita ditarik oleh kasih Allah untuk mengarahkan kasih kepada hal-hal di atas dan bukan kepada hal-hal yang ada di bumi.
Karena itu kita memusatkan pandangan pada hal-hal "yang tak kelihatan" (ayat 18). Pandangan kita harus melampaui kelemahan kita saat ini, dan mengarahkannya pada keberadaan kita nanti—makhluk-makhluk agung, yang memancarkan kecantikan yang bersinar dan energi yang tak terhingga!
Sebab itu "kami tidak tawar hati" (ayat 16). Kita dapat "bekerja sama" dengan penderitaan kita dan terus melayani, berdoa, mengasihi, bersikap peduli hingga akhir hidup kita. Kita dapat memiliki karakter yang kuat meskipun kemanusiaan kita lemah; kita dapat menunjukkan ketabahan dan kasih bagi orang lain di tengah kegelisahan kita. Meskipun kita memiliki kesulitan sementara, kita dapat terus melangkah maju, karena kita telah memandang secercah kemuliaan yang jauh melebihi semuanya itu —DHR

JIKA TIDAK ADA PENGHALANG DI ANTARA KITA DAN ALLAH WAJAH KITA DAPAT MENCERMINKAN KEMULIAAN-NYA

2 Korintus 4:16-18
4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
4:18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

                                     05
           S E N I N


             Prioritas Orang Percaya -- Matius 6:31-34








   Dalam hidup setiap orang biasanya ada satu hal yang mendominasi kehidupannya; entah uang, keluarga, atau kekuasaan. Namun dalam kehidupan kita prioritas utamanya adalah mencari kerajaan Allah dan kebenaran-Nya.(Matius 6:33) Artinya kita harus menyerahkan diri kita sepenuhnya pada perintah-Nya. Kebanyakan orang berkata, "Yesus telah menjadi bagian hidupku," tapi ini belum cukup. Yesus haruslah hidup di dalam hidup pengikut-Nya. Tanpa Dia, hidup kita tidak akan ada artinya.

Memang Alkitab meminta kita mengasihi keluarga dan bekerja dengan tekun, tapi hal itu akan menjadi berhala bila Tuhan di kesampingkan. Itu sebabnya kita perlu waspada akan hal ini.
Prioritas biasanya menuntut kita untuk menginvestasikan waktu dan uang kita. Sedangkan perhatian kita seharusnya bertumbuh lewat hubungan yang dalam dengan Tuhan. Setiap keputusan harus lolos saringan ilahi terlebih dahulu. Mencari kehendak-Nya memang tidak mudah; butuh ketekunan. Mereka yang menjalani hidup dengan seadanya akan kehilangan kesempatan indah mengenal Yesus Kristus.
Doa pribadi dan pendalaman Alkitab dapat menolong kita mengenal pimpinan Tuhan dan membentuk kita semakin serupa dengan Kristus. Dan bila suatu saat kita keluar jalur, kita dapat segera kembali kepada-Nya. Sekali kita mengecap kebaikan Tuhan maka segala hal di dunia ini akan menjadi sampah dan pudar pengaruhnya.
Lihatlah jadwal harian Anda dan jawablah pertanyaan ini dengan jujur: Apa prioritas hidupmu saat ini? Jika jawabannya Yesus maka Anda telah di jalan yang benar. Kalau belum, kembalilah! Lepaskan semua kekuatiran Anda di kaki-Nya, dan hadapilah perjalanan hidup ini bersama Dia.

                 RENUNGAN HARI INI
Senin, 5 Desember 2005

     KARAKTER ORANG KRISTEN 2
     Bacaan: Titus 2: 3-5
Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik (Titus 2 : 3)
               Karakter Kristen yang menjadi sorotan kita dalam renungan hari ini berkaitan dengan para perempuan tua (dewasa). Hal ini cukup penting kita pahami, sebab para perempuan tua mempunyai peran penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Pemahaman tentang kedewasaan para perempuan secara harfiah menag hampir sama dengan seorang pria, yakni bukan sekedar perubahan fisik dan bertambahnya usia. Tetapi, lebih dalam lagi, yakni tentang kedewasaan pikiran dan tindakan yang cukup mempengaruhi. Ini dikaitkan dengan keberadaannya yang memiliki posisi strategis di tengah keluarga dan masyarakat.
Perempuan tua Kristen hendaknya bisa menjadi motivator dalam komunitasnya. Karakter yang tergambar hendaknya menunjukkan keinginan atas persekutuan.Setiap pertemuan harus merupakan "ibadah suci", sehingga kebijaksanaannya dalam bertutur dan bertindak mencerminkan kasih Allah.
Karakter perempuan tua Kristen yang bijaksana dan menyejukkan mampu meredam kemarahan, keirian dan kedengkian. Bahkan dalam komunitas gereja yang kerap dirasuki perpecahan, peran kaum perempuan tua sangat besar untuk mempersatukannya kembali. Kematangan usia dan pikiran, turut membantu orang lain yang lebih muda untuk menghormatinya.
Alkitab dengan tegas mengatakan agar para perempuan tua Kristen tidak melakukan perbuatan fitnah dan menyebarkannya. Sebab, kecenderungan orang mengulang perkataan buruk, lalu ditambahi. Kemudian menyebar menjadi berita buruk dan fitnah. Selain itu, sebagai perempuan dewasa, ia harus selalu menjaga kekudusan hidupnya. Tidak boleh ada lelaki lain dalam kehidupan pribadi, kecuali suaminya. Mereka menjadi tiang penyangga utama dalam pemeliharaan kehidupan rumah tangga. Motivator sekaligus mengawasi pertumbuhan anak-anaknya, sehingga terbentuk sebuah komunikasi yang aktif dan membangun. Begitu pula terhadap suaminya, mampu mengambil peran yang sesuai dengan porsinya. (tlt)


                                 Doa:
   Ya Allah, ampuni dosa kami, beri kami kekuatan untuk mampu melewati berbagai tantangan dalam kehidupan ini. Amin!



     PRILAKU ORANG DEWASA TENTU HARUS BERBEDA DENGAN PRILAKU KANAK-KANAK







================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke