TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEKALIAN
"Didalam Alkitab, Allah memandang hubungan suami & istri secara serius. Tujuan didalam perkawinan seyogyanya lebih dari persahabatan; tetapi haruslah menjadi keSATUan"
07, S A B T U
Ranjau Dosa Seksual -- I TESALONIKA 4:1-8
Banyak orang berusaha membenarkan dosa seksual dengan berbagai alasan. Salah satu yang paling populer adalah: "Tubuhku adalah milikku." Bukan, itu bukan milik Anda. Bukan Anda yang menciptakan tubuh Anda, melainkan Allah. Karena itu tubuh Anda adalah milik-Nya. Dosa seksual menawarkan tipu daya berupa kenikmatan sesaat, padahal itu adalah dusta, karena Allah tidak menciptakan kita untuk tujuan itu.
Seks pada asalnya bukan dosa. Keintiman fisik adalah suatu hak istimewa yang berupa kenikmatan yang diberikan Allah kepada kita dalam batasan-batasan tertentu. Seks hanya dirancang untuk dinikmati oleh sepasang suami-isteri. Alkitab mengajarkan, hubungan seksual tidak dimaksudkan bagi dua orang pria, atau dua orang wanita, atau mereka yang belum terikat dalam pernikahan (Imamat 20:13, Keluaran 20:14).
Hubungan fisik hanyalah jembatan untuk membawa pasangan masuk kepada keintiman yang lebih dalam, yang diekspresikan dalam komitmen pernikahan yang kudus. Pernikahan itu sendiri memberikan gambaran akan persekutuan kita yang intim dengan Tuhan. Hanya Dia yang dapat memberikan kepada kita keintiman yang sempurna. Kepuasan fisik sama sekali tidak dapat menggantikan kebutuhan akan keintiman yang sejati.
Akibat dosa seksual sungguh membahayakan. Biasanya orang menganggap sepele hal itu, menutupi atau mengabaikannya, namun tetap perasaan bersalah itu sulit untuk dihapuskan. Perasaan itu akan terus menggerogoti, seperti rumah yang diserang rayap: pada mulanya kelihatan baik-baik saja, namun pada akhirnya kerusakan dan kehancuran akan jelas terlihat. Itulah sebabnya Allah mengingatkan kita untuk menjauhi dosa seksual. Dia tahu efeknya sangat berbahaya dan dapat menghancurkan kita.
Bacaan kita di ayat yang ke 8, mengajak kita untuk menghormati Tuhan, sebab kalau kita menolaknya berarti kita menolak Dia. Kalau Anda mengabaikannya, itu berarti Anda menginjak ranjau ini!
Sabtu, 7 Januari
Rela Berbagi
Menjadi kaya dalam perbuatan baik, suka memberi dan membagi (1 Timotius 6:18)
Bacaan: 1 Timotius 6:6-10,18
Setahun: Kejadian 18-19; Matius 6:1-18
Para pengikut Yesus haruslah "kaya dalam perbuatan baik, suka memberi dan membagi" (1 Timotius 6:18). Sikap seperti ini tampak tidak lama setelah bencana tsunami terjadi dan melanda wilayah Asia Tenggara. Melihat kejadian itu, orang-orang kristiani segera mengirimkan uang, barang, dan tenaga kerja untuk meringankan penderitaan. Bantuan tersebut telah berlanjut.
Orang-orang percaya juga menunjukkan kemurahan hati seperti ini di dalam komunitas lokal mereka. Suatu kali, ada sebuah keluarga yang kehilangan rumah dan harta akibat kebakaran. Tidak lama kemudian datanglah bantuan melimpah yang berupa uang, makanan, pakaian, tempat tinggal sementara dari saudara-saudara seiman di daerah itu untuk menolong mereka melalui krisis tersebut.
Suatu kali, ketika ada seorang suami meninggalkan istri dan ketiga anaknya setelah menguras tabungan mereka dan meninggalkan tagihan yang sangat besar, orang-orang dari gereja sang istri segera melibatkan diri lewat dukungan rohani, emosional, dan keuangan yang mereka butuhkan. Selain itu, beberapa wanita dari gereja tersebut dengan setia memberikan dukungan berupa doa dan penghiburan.
Orang-orang percaya ini telah mengikuti rancangan Allah bagi kehidupan kristiani. Ada kebutuhan-kebutuhan di sekitar Anda, dan Anda dapat turut mengambil bagian yang penting untuk memenuhinya.
Apakah Anda "kaya dalam perbuatan baik, suka memberi dan membagi"? —DCE
Jika Anda benar-benar peduli Anda tentu ingin berbagi
1 Timotius 6:6-10,18
6:6 Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.
6:7 Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.
6:8 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.
6:9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.
6:18 Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi
RENUNGAN HARI INI
Sabtu, 7 Januari 2006
DAMAI SEJAHTERA
1 Petrus 5:7
"Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu".
Banyak orang percaya dapat mentaati Firman Allah yang menyangkut kata "jangan" (jangan mencuri, jangan membunuh, jangan berzina, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan menyembah berhala, dll). Namun setiap manusia, dalam kedudukan apapun dia berada, pastilah tidak dapat mengelak dan menghindar dari apa yang Firman Tuhan katakan tentang "kuatir". Kekuatiran adalah benih yang kecil, namun merupakan benih unggul yang tidak kita sadari. Benih yang kecil tersebut jika tidak buang, akan bertumbuh dan berkembang sehingga dapat merampas sukacita dan damai sejahtera kita.
Kekuatiran dan damai sejahtera tidaklah dapat berjalan bersama-sama. Karena kedua hal tersebut sangat bertolak belakang. Kita tidak akan mendapat damai sejahtera jikalau kita kuatir.
Kapan kita dapat membuang kekuatiran tersebut sehingga damai sejahtera itu dapat kita miliki :
1.
Waktu kekuatiran itu kita serahkan kepada Tuhan (1 Petrus 5:7). Allah adalah Allah yang bertanggung jawab. Dalam kekuatiran yang kita hadapi, Allah akan memelihara kita, dan memberikan jalan keluar.
2.
Waktu kita menyadari, bahwa Allah selalu memelihara semua ciptaanNya (Matius 6:25-34). Kalau saja burung di udara, bunga bakung di padang Allah memeliharanya, apalagi kita sebagai manusia yang diciptakan serupa dan segambar denganNya.
3.
Waktu kita dapat bertindak dan berserah kepadaNya (Filipi 4:6-7). Dengan meyakini untuk menerima apa saja pemberian yang dari Tuhan dalam pemahaman yang benar, bahwa segala sesuatu yang datang dari Allah, pastilah yang terbaik bagi kita.
Prinsip hidup bagi orang percaya adalah bahwa kita harus memiliki damai sejahtera Allah. Allah mau hendaknya kekuatiran akan permasalahan yang kita hadapi dapat kita serahkan sepenuhnya kepada Dia, maka damai sejahtera yang dari Allah yang melampaui segala akal akan memelihara hati dan pikiran kita. (dns)
Doa:
Ya Tuhan, ajar dan bimbinglah agar kami tidak kuatir akan apapun dan tetap memandang janji-janjiMu sehingga damai sejahtera menjadi bagian kami. Amin
DAMAI SEJAHTERA TIDAK AKAN DIDAPATKAN JIKA ADA KEKUATIRAN
================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "eben-net" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
