TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEKALIAN
"Kristus adalah pokok anggur & Allah Bapa adalah pengusaha yang memelihara ranting2Nya agar berbuah banyak. Ranting2 adalah orang yang mangaku pengikut Kristus"

                                     14
           S A B T U


             Kemalasan dalam Pandangan Allah --
EFESUS 2:8-10








   Orang malas biasanya hanya memikirkan diri sendiri. Satu-satunya yang penting bagi mereka adalah bahwa mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Hal ini jelas sangat bertentangan dengan Alkitab, yang mengatakan bahwa kita harus menganggap yang lain lebih utama daripada diri kita sendiri (Filipi 2:3). Misalnya, bila kita bersikap santai dalam pekerjaan di kantor, berarti kita tidak menganggap bos kita lebih utama.
Kita dipanggil untuk bekerja dengan disiplin dan penuh pengabdian kepada Allah, sehingga Ia pasti kecewa bila kita menjalankan pekerjaan dengan sikap yang masa bodoh (Yeremia 48:10). Apapun yang kita jalani di dalam hidup ini, Allah akan memberikan kita upah. Dia rindu kita melakukannya dengan sungguh-sungguh. Dulu saya harus bekerja mengemas bahan makanan atau mencuci mobil agar dapat memeroleh uang untuk biaya sekolah. Meski pekerjaan ini tampaknya remeh, saya selalu mengerjakannya sebaik mungkin. Hal itu saya pelajari dari ibu saya, yang selama 40 tahun bekerja di tempat penenunan kain dengan tidak pernah mengeluh.
Banyak orang membuat 1001 alasan bagi kemalasan mereka. Misalnya dengan menyalahkan lingkungan, atau kemampuan mereka, atau fasilitas yang mereka miliki. Namun Allah tidak ingin mendengar alasan apapun. Bagi para pemalas, ada guru yang telah disediakan-Nya: "Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak" (Amsal 6:6). Semut-semut bekerja, mengumpulkan dan mempersiapkan, demikian juga kita. Kita bertanggung jawab memberikan usaha kita yang terbaik kepada Tuhan.

Kalau semut saja bisa berbuat yang terbaik, apalagi kita bukan? Paulus menegaskan kita, agar sebagai ciptaan_nya kita mau melakukan perbuatan yang baik di dalam hidup ini.

                 RENUNGAN HARI INI
Sabtu, 14 Januari 2006

     PENTINGNYA BERPUASA
     Bacaan : Matius 6: 16-18
"Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa......" (Ay. 6:16)
               Dalam Alkitab, berpuasa menunjukan kepada disiplin berpantang makan demi maksud rohani. Sekalipun berpuasa sering dikaitkan dengan doa, namun puasa harus dipandang sebagai suatu tindakan rohani tersendiri. Sebenarnya, berpuasa dapat disebut "berdoa tanpa mengucapkan kata-kata". Ada tiga bentuk puasa yang dikemukakan dalam Alkitab. Pertama puasa yang biasa, yaitu tidak makan tetapi tetap minum. Kedua, puasa penuh, tidak makan dan juga tidak minum. Biasanya puasa jenis ini tidak harus dilaksanakan lebih dari tiga hari, karena tubuh seseorang akan menjadi kering jika kekurangan air dan tidak mendapatkan air selama tiga hari. Kecuali berpuasa secara adikodrati. Ketiga, puasa sebagian yaitu membatasi makanan dan minuman. Kristus sendiri telah memberikan teladan kepada kita tentang puasa dan mengajarkan kepada kita tentang pentingnya berpuasa. Berpuasa merupakan salah satu bentuk pengabdian diri kita sebagai orang percaya kepada Allah dan merupakan suatu tindakan kerinduan
kita untuk mengalami mujizat pertolongan Tuhan. Berpuasa juga sangat mempengaruhi keberadaan dan tingkatan pertumbuhan rohani kita.
Berpuasa yang disertai doa, mempunyai beberapa makna rohani penting. Diantaranya, sebagai bentuk sikap hati kita yang menghormati Allah dengan merendahkan diri dan menyangkal diri di hadapan-Nya. Juga sebagai wadah dimana kita dapat meratapi dan menyesali segala dosa dan kesalahan kita dihadapan Allah dan memohon pengampunan-Nya. Sebagai suatu cara kita untuk mencari kasih karunia Allah, baik berkat-berkat pertolongan-Nya maupun berkat pengurapan kuasa-Nya. Untuk kita dapat mendekatkan diri kepada-Nya dalam ikatan persekutuan yang sejati. Juga sebagai senjata agar kita dapat menolak dosa dan mengalahkan kuasa kegelapan, dan lain sebagainya.
Jadi, puasa itu penting dan Alkitabiah. Setiap orang percaya hendaknya mau melatih diri untuk terbiasa berdoa dan berpuasa. Memang praktek berpuasa itu berat untuk dilakukan dan menuntut kerelaan untuk berkorban. Oleh karena itu, fokuskanlah perhatian kita kepada makna rohani dari berpuasa tersebut yaitu untuk pertumbuhan rohani kita dan untuk membangun hubungan pribadi kita dengan Tuhan. (Jhw)


                                 Doa:
   Tuhan bimbinglah kami oleh Roh-Mu untuk dapat melakukan doa dan puasa dengan benar. Amin.



     BERPUASA ADALAH KEHENDAK ALLAH DAN DIBALIK BERPUASA ADA BERKAT-BERKAT ALLAH TERSEDIA








================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke