"Tuhan sedang berbuat untuk Kota Manado'' 
Sebuah Keajaiban Terjadi di Bibir Pantai Saat Gempa    

Ketika ratusan bahkan ribuan warga Manado berbondong-bondong mengungsi
ke tempat tinggi pascagempa 6,5 SR pada Minggu (21/01) malam, ternyata
di kawasan bibir pantai Manado, ada ratusan orang yang bertahan di
lantai I, Boulevard Mall. Se-bagai manusia, mereka mera-sakan ketakutan
pada saat itu. Apalagi ketika mendengar ada-nya ancaman tsunami
pasca-gempa menghebohkan tersebut.
Lokasi mereka juga benar-be-nar berada dekat sekali dengan pantai.
Sebelum gempa datang, mereka berkumpul di tempat itu terkait acara
Konser Musik Ro-hani Muda-mudi. Di saat peserta sedang membawakan
puji-pu-jian, tiba-tiba bangunan Boule-vard Mall berguncang keras.
Sebagian pengunjung langsung angkat kaki berhamburan keluar ruangan dan
menjauh dari dae-rah reklamasi tersebut. Namun saat itu, Pdt Yesi
Karawan dari Jemaat Morning Star, tengah 
berada di atas panggung ber-sama tim musik dari Jemaat Morning Star.
''Saat itu saya hendak menyampaikan suatu ayat dalam Daniel 11:32. Tapi
tiba-tiba terjadi gempa yang keras,'' aku Pdt Karawan ketika
diwawancarai Komen-tar kemarin (22/01). 
Di tengah pengunjung mall berhamburan keluar dan panik, tim musik yang
sedang membawa lagu pujian kepada Tuhan, tidak berhenti dan te-tap
membawakan lagu ber-judul ''Speak to the Nation'' (Lagu seruan
pertobatan). Saat gempa berhenti, orang-orang kembali masuk ke Boulevard
Mall. Malah makin banyak dibandingkan sebelumnya. 
Security mall sebenarnya sudah ingin menghentikan acara mengingat isu
tsunami sudah merebak di luar. Tapi melihat tim penyanyi terus
bernyanyi, para security ini pun urungkan niatnya. Tiba-tiba Pdt Karawan
dengan pengeras suara yang ada memberi kalimat-kalimat penguatan lewat
firman Allah. Sebelumnya Pdt Karawan berdoa disertai tangisan. 
Begitu selesai berdoa, Pdt Karawan pun mengatakan bahwa sesuai kutipan
ayat yang disampaikannya dalam Daniel, bahwa orang Kristen harus
mempunyai spirit excellent. Umat yang mengenal Allah akan kuat dan
bertindak. ''Di sini Tuhan sedang melihat iman kita,'' ujar Pdt
Kara-wan. Suasana pun berubah. Orang-orang yang semula panik, tiba-tiba
sujud berdoa. 
Tiba-tiba seorang jemaat yang sedang berdoa, mengaku mendapatkan sebuah
pengli-hatan. Katanya, malam itu ada ombak besar yang datang menggulung.
Tapi saat itu juga ada banyak malaikat yang menahannya. Malah Tuhan
sendiri datang dan menahan ombak besar tersebut. 
Bahkan Tuhan Yesus ber-seru,'' Beritahu mereka, tidak ada tsunami. Saya
menjaga kota ini,'' ungkap si wanita yang mendapat penglihatan dalam
doanya itu. 
Tak hanya itu, ada juga warga lainnya yang mengaku mendapat penglihatan
bahwa ada pipa panjang dari atas dan terang benderang turun ke atas Kota
Manado, dan ada suara yang mengatakan, ''Kota ini dalam belas kasihan
Saya.'' Pdt Karawan sendiri mengaku, sebagaimana wa-wancara dengan koran
ini, saat itu dia begitu terharu melihat warga yang semula lari tadinya,
kini sujud ber-doa, berlutut dan menangis. 
''Benar-benar Tuhan buat berbeda. Iman saudara diuji dan saudara
lulus,'' teriak Pdt Karawan yang disambut tangisan penuh suka-cita
orang-orang di mall tersebut. Tak terkecuali, sejumlah security dan
karyawan ikut larut dalam kejadian luar biasa tersebut. Pendeta
selan-jutnya mengajak menyanyi-kan lagu ''Going to another level''.
''Mari kita masuk da-lam level baru. Iman baru kita harus lebih
meningkat,'' katanya seraya mengatakan, bahwa Tuhan mempunyai rencana
besar atas Sulut. 
''Sulut dalam peta berada di kepala, dan akan dimah-kotai serta akan
memberi aliran berkat bagi pulau-pulau yang lain. Berkat ini akan
dimulai dari Manado. Manado sedang diubahkan Tuhan. Tuhan sedang
ber-buat untuk kota ini,'' kata-nya. Pukul 21.00 Wita, ra-tusan orang
ini pun pulang dengan penuh kedamaian, dan tidak merasa takut sama
sekali dengan isu tsunami yang telah mem-buat orang-orang panik dan
takut. 
''Bukan main peristiwa ma-lam itu. Ini benar-benar keja-dian luar biasa
yang kami ra-sakan,'' ungkap Cici, seorang ibu yang turut membawa
anak-nya saat kejadian tersebut. Menariknya, di tempat terpi-sah, atau
keesokan harinya (22/01), Pdt Ny Martha Yu-wono ketika memimpin iba-dah
dalam syukuran di Kan-tor Harian Komentar menga-takan, bahwa gempa yang
di-sertai isu tsunami dan sempat membuat ribuan warga panik, merupakan
sebuah peringat-an dari Tuhan agar warga kota ini lebih dekat kepadaNya.

''Ada rencana Tuhan dari peristiwa gempa itu. Ada ren-cana besar Tuhan
atas kota ini,'' ujarnya seraya mengajak, agar selalu mengucap syukur
dalam segala hal, karena itulah yang diinginkan Tuhan. 
Menurut Pdt Martha Yu-wono, Sulut yang ditimpah berbagai bencana di awal
tahun 2007 ini, merupakan tanda dari peringatan Tuhan atas daerah ini,
dan Tuhan sedang berperkara atas kota ini. Khotbah yang disam-paikan Pdt
Yuwono hampir sama dengan pernyataan Pdt

Bernard W 

Sie Informasi - IDAB 2
Kebon Sirih Lantai 2
Phone (62)(21) 381-8426 

  _____  

** 

 

  _____  

** 



**

Kirim email ke