Semoga bermanfaat

 

semoga benar !!!!



Buncis Obat Kencing Manis yang Bagus & Murah

PENYAKIT kencing manis atau diabetes melitus banyak diidap orang
Indonesia. Seorang penderita diabetes melitus memiliki kadar gula dalam
darah yang tinggi sehingga si penderita harus hati-hati dalam menerapkan
pola makan. Dokter pun sering menganjurkan agar penderita disiplin dalam
mengonsumsi obat, berdiet, dan melakukan olah raga, serta menjauhi stres.
Banyak memang obat yang beredar di pasaran untuk mengobati diabetes
tersebut, namun sering harganya mahal, karena bahan-bahannya haruslah
diimpor. Bagaimana mau menjauhi stress jika untuk membeli obat
yang harganya selangit saja susah.

Beruntung, kini telah ditemukan obat yang murah meriah dan dapat diperoleh
dengan mudah. Di pasar-pasar tradisional yang becek ketika hujan dan penuh
debu saat musim kemarau, "obat" ini bisa dengan mudah didapatkan. Di
supermarket- supermarket pun ada, tapi kalau mau lebih murah memang lebih
baik memilih di pasar tradisional. Kalau malas bepergian, kita cukup
menunggu tukang sayur yang lewat depan rumah. Lalu "obat" apa yang murah
meriah itu ? Buncis. Ya, tepat. Tanaman yang buahnya mirip kacang panjang,
tapi lebih pendek dan gemuk itu ternyata mampu mengobati penyakit diabetes
melitus.

Hal tersebut terungkap dalam disertasi Yayuk Andayani, yang telah
mempresentasikan penelitiannya berjudul "Mekanisme Aktivitas
Antihiperglikemik Ekstrak Buncis pada Tikus Diabetes dan Identifikasi
Komponen Aktif" untuk memperoleh gelar doktor di kampus Institut Pertanian
Bogor (IPB) Darmaga, beberapa waktu lalu.

Dalam penelitiannya, Yayuk menggunakan tikus putih sebagai binatang
percobaan. Tikus putih berusia tiga bulan itu oleh Yayuk diberi perlakuan
induksi diabetes. Artinya, "dengan sengaja" si tikus putih dibuat mengidap
diabetes melitus. Sebelum diinjeksi dengan diabetes, tikus tersebut telah
diberi ekstrak buncis. Ternyata dalam waktu 30 menit setelah "dengan
sengaja" dibuat menderita diabetes, tekanan gula darah tikus-tikus
percobaan kembali normal, tanpa mengalami penurunan pada tingkat
hipoglikemik (di bawah kadar gula normal-red.) .

Timbul pertanyaan, apa sih "kesaktian" buncis sehingga hanya dalam waktu ½
jam bisa menurunkan kadar gula dalam darah hingga batas normal. Berdasar
analisis Yayuk, di dalam buncis terkandung zat yang dinamakan B-sitosterol
dan stigmasterol. Kedua zat inilah yang mampu meningkatkan produksi
insulin.

Insulin adalah suatu hormon yang dihasilkan secara alamiah oleh tubuh kita
dari organ tubuh yang dinamakan pankreas. Insulin berfungsi untuk
menurunkan kadar gula dalam darah. Seseorang mengalami diabetes mellitus
bila pankreas hanya sedikit menghasilkan insulin atau tidak mampu
memproduksi sama sekali. Ternyata dua zat tadi mampu merangsang pancreas
untuk meningkatkan produksi insulinnya.

Selain dua zat tadi, Yayuk memperoleh data bahwa dari 100 gram ekstrak
buncis terkandung karbohidrat 7,81%, lemak 0,28%, protein 1,77%, serat
kasar 2,07%, dan kadar abu 0,32 %.

Bagi dunia kedokteran dan farmasi, penemuan Yayuk ini tentu bisa dijadikan
referensi untuk membuat obat diabetes dengan mengekstrak buncis. Tentunya
banyak keuntungan yang diperoleh, terutama bagi masyarakat, karena obat
diabetes akan lebih murah dan mudah didapat dengan banyaknya bahan yang
tersedia.

Bagi masyarakat, terobosan Yayuk itu bisa melegakan hati banyak orang
pengidap diabetes melitus, khususnya mereka dari kalangan tidak mampu.
Cukup membeli sayur buncis dan memakannya secara teratur, kadar gula dalam
darah bisa turun. Manfaat buncis lebih terasa bila dimakan sebagai
lalapan. Kalau dimasak dalam bentuk oseng-oseng dengan tambahan daging
juga boleh.

Berbahagialah mereka yang kerap makan lalapan buncis. Ternyata selain
manis, buncis juga bisa mencegah dan menghilangkan penyakit kencing manis.

 



-- 
|p|e|i|a|d|a|n|y|a| 

________________________________

** 



**

Kirim email ke